<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Sebut Proses Divestasi Saham Vale Indonesia Alot</title><description>Menteri BUMN Erick Thohir mengakui diskusi divestasi PT Vale Indonesia  Tbk (INCO) ke Holding BUMN Pertambangan MIND ID berjalan alot.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/320/2910856/erick-thohir-sebut-proses-divestasi-saham-vale-indonesia-alot</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/320/2910856/erick-thohir-sebut-proses-divestasi-saham-vale-indonesia-alot"/><item><title>Erick Thohir Sebut Proses Divestasi Saham Vale Indonesia Alot</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/320/2910856/erick-thohir-sebut-proses-divestasi-saham-vale-indonesia-alot</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/320/2910856/erick-thohir-sebut-proses-divestasi-saham-vale-indonesia-alot</guid><pubDate>Senin 30 Oktober 2023 13:04 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/30/320/2910856/erick-thohir-sebut-proses-divestasi-saham-vale-indonesia-alot-69SzeeeCJc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir akui diskusi divestasi vale berjalan alot (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/30/320/2910856/erick-thohir-sebut-proses-divestasi-saham-vale-indonesia-alot-69SzeeeCJc.jpg</image><title>Erick Thohir akui diskusi divestasi vale berjalan alot (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wMi82Ny8xMjU0NTIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengakui diskusi divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ke Holding BUMN Pertambangan MIND ID berjalan alot.
&quot;(diskusi divestasi) Ya alot,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (30/10/2023).

BACA JUGA:
Soal Divestasi Vale Indonesia Terhambat, Ini Penjelasan Erick Thohir


Namun demikian diakuinya bahwa hingga kini divestasi masih terus berjalan.
&quot;Sudah ini lagi diskusi terus,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Vale Indonesia (INCO) Anggarkan Capex Rp1,04 Triliun di Kuartal III-2023


Sebelumnya, Erick juga mengaku masih mempelajari lebih dahulu mengenai divestasi ini. Hal itulah yang menjadi alasan proses divestasi belum juga rampung hingga saat ini.
&quot;Mengenai vale, ada 2 yang sedang kita lihat yaitu soal divestasi seperti apa kuenya. Karena jangan sampai yang di divestasikan hanya pinggiran saja tetapi yang di tengah tetap dikontrol terus,&quot; ujarnya ketika ditemui di Jakarta, Sabtu (28/10/2023) lalu.

Oleh karena itu, Erick tidak ingin pihaknya selalu mengiyakan hal-hal yang sebenarnya tidak untuk dibenarkan.
&quot;Jadi saya harus pelajari dulu,&quot; tegasnya.
Erick menambahkan, dirinya pun mengaku terbuka soal akuisi saham INCO  tersebut. Seperti diketahui, jika ingin memperpanjang operasinya yang  akan berakhir pada Desember 2025 maka Vale harus kembali mendivestasikan  sahamnya ke MIND ID.
&quot;Kalau mengenai akuisisi saham ya kita terbuka kemarin kan sampai 34  persen tidak 51 kita terbuka. Tapi jangan sampai yang di divestasi ini  sebuah kesetengah-hatian,&quot; terangnya.
&quot;Ya jadi itu kita sedang pelajari mengenai hal-hal vale. Kita  mendorong kerjasama Vale dengan Ford dengan Volkswagen. Tapi juga kita  jangan menutup mata kalau memang divestasi vale itu baik di lahan yang  diberikan kembali kepada negara tapi kalau ownership kita oke ya kita  cari hal positif,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMi8wMi82Ny8xMjU0NTIvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengakui diskusi divestasi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) ke Holding BUMN Pertambangan MIND ID berjalan alot.
&quot;(diskusi divestasi) Ya alot,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (30/10/2023).

BACA JUGA:
Soal Divestasi Vale Indonesia Terhambat, Ini Penjelasan Erick Thohir


Namun demikian diakuinya bahwa hingga kini divestasi masih terus berjalan.
&quot;Sudah ini lagi diskusi terus,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Vale Indonesia (INCO) Anggarkan Capex Rp1,04 Triliun di Kuartal III-2023


Sebelumnya, Erick juga mengaku masih mempelajari lebih dahulu mengenai divestasi ini. Hal itulah yang menjadi alasan proses divestasi belum juga rampung hingga saat ini.
&quot;Mengenai vale, ada 2 yang sedang kita lihat yaitu soal divestasi seperti apa kuenya. Karena jangan sampai yang di divestasikan hanya pinggiran saja tetapi yang di tengah tetap dikontrol terus,&quot; ujarnya ketika ditemui di Jakarta, Sabtu (28/10/2023) lalu.

Oleh karena itu, Erick tidak ingin pihaknya selalu mengiyakan hal-hal yang sebenarnya tidak untuk dibenarkan.
&quot;Jadi saya harus pelajari dulu,&quot; tegasnya.
Erick menambahkan, dirinya pun mengaku terbuka soal akuisi saham INCO  tersebut. Seperti diketahui, jika ingin memperpanjang operasinya yang  akan berakhir pada Desember 2025 maka Vale harus kembali mendivestasikan  sahamnya ke MIND ID.
&quot;Kalau mengenai akuisisi saham ya kita terbuka kemarin kan sampai 34  persen tidak 51 kita terbuka. Tapi jangan sampai yang di divestasi ini  sebuah kesetengah-hatian,&quot; terangnya.
&quot;Ya jadi itu kita sedang pelajari mengenai hal-hal vale. Kita  mendorong kerjasama Vale dengan Ford dengan Volkswagen. Tapi juga kita  jangan menutup mata kalau memang divestasi vale itu baik di lahan yang  diberikan kembali kepada negara tapi kalau ownership kita oke ya kita  cari hal positif,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
