<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potensi Sangat Besar, OJK Catat Transaksi Bursa Karbon Rp29,4 Miliar</title><description>OJK menyatakan potensi bursa karbon masih sangat besar ke depan. Hal itu ditandai dengan adanya 3.180.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/320/2910923/potensi-sangat-besar-ojk-catat-transaksi-bursa-karbon-rp29-4-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/320/2910923/potensi-sangat-besar-ojk-catat-transaksi-bursa-karbon-rp29-4-miliar"/><item><title>Potensi Sangat Besar, OJK Catat Transaksi Bursa Karbon Rp29,4 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/320/2910923/potensi-sangat-besar-ojk-catat-transaksi-bursa-karbon-rp29-4-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/30/320/2910923/potensi-sangat-besar-ojk-catat-transaksi-bursa-karbon-rp29-4-miliar</guid><pubDate>Senin 30 Oktober 2023 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/30/320/2910923/potensi-sangat-besar-ojk-catat-transaksi-bursa-karbon-rp29-4-miliar-CJU4hc2BWu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Transaksi Bursa Karbon (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/30/320/2910923/potensi-sangat-besar-ojk-catat-transaksi-bursa-karbon-rp29-4-miliar-CJU4hc2BWu.jpg</image><title>Transaksi Bursa Karbon (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan potensi bursa karbon masih sangat besar ke depan. Hal itu ditandai dengan adanya 3.180 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), serta tingginya potensi unit karbon yang ditawarkan.
&amp;ldquo;Ke depan, potensi bursa karbon masih sangat besar,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers secara daring pada Senin (30/10/2023).

BACA JUGA:
OJK Groundbreaking Gedung di IKN Tahun Depan

Inarno menjelaskan, sejak diluncurkan hingga 27 Oktober 2023, tercatat 24 pengguna jasa yang mendapatkan izin. Sebelumnya, pada saat diluncurkan 26 September lalu, total pengguna jasa tercatat sebanyak 16 perusahaan.
Adapun, total volume tercatat sebesar 464.843 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp29,45 miliar, dengan rincian 31,78% di Pasar Reguler, 5,48% di Pasar Negosiasi dan 62,74% di Pasar Lelang.

BACA JUGA:
Ketua OJK: Sektor Keuangan RI Mampu Hadapi Ketidakpastian Global

Dalam kesempatan berbeda, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, saat ini terdapat 10 perusahaan yang ada dalam pipeline bursa karbon. Secara rinci, satu perusahaan merupakan penjual dan sembilan perusahaan lainnya merupakan pembeli.Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, Ignatius Denny Wicaksono mengatakan bahwa perusahaan yang bertindak sebagai penjual yaitu PT Perusahaan Listrik Negara alias PLN. &amp;ldquo;Semua yang ada di pipeline itu pembeli, kecuali satu penjual, PLN,&amp;rdquo; kata Denny di Hutan Kota Plataran Jakarta pada Selasa (24/10/2023) lalu.
Untuk semakin meramaikan perdagangan karbon di bursa karbon, Denny mengatakan, BEI telah menyiapkan sejumlah langkah antara lain akan semakin memperluas sektor perdagangan karbon.
Selain itu, lanjut Denny, BEI juga sedang melakukan kajian atas usulan brokerage untuk sekuritas. Nantinya, para perusahaan sekuritas yang merupakan Anggota Bursa (AB) dapat berpartisipasi sebagai perantara perdagangan karbon di bursa karbon.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan potensi bursa karbon masih sangat besar ke depan. Hal itu ditandai dengan adanya 3.180 pendaftar yang tercatat di Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim (SRN PPI), serta tingginya potensi unit karbon yang ditawarkan.
&amp;ldquo;Ke depan, potensi bursa karbon masih sangat besar,&amp;rdquo; kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi dalam konferensi pers secara daring pada Senin (30/10/2023).

BACA JUGA:
OJK Groundbreaking Gedung di IKN Tahun Depan

Inarno menjelaskan, sejak diluncurkan hingga 27 Oktober 2023, tercatat 24 pengguna jasa yang mendapatkan izin. Sebelumnya, pada saat diluncurkan 26 September lalu, total pengguna jasa tercatat sebanyak 16 perusahaan.
Adapun, total volume tercatat sebesar 464.843 tCO2e dan akumulasi nilai sebesar Rp29,45 miliar, dengan rincian 31,78% di Pasar Reguler, 5,48% di Pasar Negosiasi dan 62,74% di Pasar Lelang.

BACA JUGA:
Ketua OJK: Sektor Keuangan RI Mampu Hadapi Ketidakpastian Global

Dalam kesempatan berbeda, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, saat ini terdapat 10 perusahaan yang ada dalam pipeline bursa karbon. Secara rinci, satu perusahaan merupakan penjual dan sembilan perusahaan lainnya merupakan pembeli.Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, Ignatius Denny Wicaksono mengatakan bahwa perusahaan yang bertindak sebagai penjual yaitu PT Perusahaan Listrik Negara alias PLN. &amp;ldquo;Semua yang ada di pipeline itu pembeli, kecuali satu penjual, PLN,&amp;rdquo; kata Denny di Hutan Kota Plataran Jakarta pada Selasa (24/10/2023) lalu.
Untuk semakin meramaikan perdagangan karbon di bursa karbon, Denny mengatakan, BEI telah menyiapkan sejumlah langkah antara lain akan semakin memperluas sektor perdagangan karbon.
Selain itu, lanjut Denny, BEI juga sedang melakukan kajian atas usulan brokerage untuk sekuritas. Nantinya, para perusahaan sekuritas yang merupakan Anggota Bursa (AB) dapat berpartisipasi sebagai perantara perdagangan karbon di bursa karbon.</content:encoded></item></channel></rss>
