<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan MNC Sekuritas Bawa Agro Bahari (UDNG) IPO</title><description>Alasan MNC Sekuritas bawa PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/31/278/2911603/alasan-mnc-sekuritas-bawa-agro-bahari-udng-ipo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/31/278/2911603/alasan-mnc-sekuritas-bawa-agro-bahari-udng-ipo"/><item><title>Alasan MNC Sekuritas Bawa Agro Bahari (UDNG) IPO</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/31/278/2911603/alasan-mnc-sekuritas-bawa-agro-bahari-udng-ipo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/31/278/2911603/alasan-mnc-sekuritas-bawa-agro-bahari-udng-ipo</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2023 13:43 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/31/278/2911603/alasan-mnc-sekuritas-bawa-agro-bahari-udng-ipo-MxNO5vlHHh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IPO Agro Bahari Nusantara (Foto: MNC Sekuritas)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/31/278/2911603/alasan-mnc-sekuritas-bawa-agro-bahari-udng-ipo-MxNO5vlHHh.jpg</image><title>IPO Agro Bahari Nusantara (Foto: MNC Sekuritas)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Alasan MNC Sekuritas bawa PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (31/10/2023). Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ini, perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Direktur Investment Banking MNC Sekuritas, Hary Herdiyanto mengungkapkan bahwa proses penawaran umum perseroan mendapatkan animo yang sangat baik di hari pertama perdagangan sahamnya. Debut positif ini, kata Hary, menunjukkan kepercayaan investor yang kuat terhadap prospek usaha perusahaan ke depannya.

BACA JUGA:
MNC Sekuritas Gelar Edukasi Reksa Dana Bareng Berdikari Manajemen Investasi


&amp;ldquo;Tentu kami bersyukur ya ini berjalan sukses. Ini membuktikan kepercayaan investor terhadap pertumbuhan perseroan cukup tinggi. Semoga ini bertahan terus,&amp;rdquo; kata Hary saat ditemui usai Seremoni Pencatatan Saham UDNG di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Selasa (31/10/2023).
Hary menjelaskan alasan MNC Sekuritas membawa UDNG melantai di bursa antara lain, perseroan masuk dalam sektor yang menarik. Meski bukan konsumer siklikal, namun ia menilai bahwa kebutuhan masyarakat akan udang terus meningkat.

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: Waspadai IHSG Berpotensi Tembus ke 6.711


Dikarenakan berada pada sektor pangan, lanjut Hary, sektor yang dikenal secara konsisten mampu selalu mencatat pertumbuhan. Indonesia sebagai negara tempat UDNG beroperasi khususnya memiliki dua keunggulan, di mana dari sisi populasi, populasi Indonesia terbilang cukup besar dan masih terus bertumbuh, selain itu, dari sisi daya beli masyarakat, Indonesia terus mampu mencatat peningkatan daya beli yang terlihat dari GDP per kapita masyarakat.
Alasan lainnya yakni, kondisi perseroan masih sehat dan masih dalam fase pertumbuhan. Hal itu membuat MNC Sekuritas turut meyakini pertumbuhan perseroan akan pesat ke depannya.
&amp;ldquo;Utamanya dari sisi fundamental, dari sisi prospek usaha cukup bagus dan sektornya mendukung kalau menurut kami,&amp;rdquo; ujar Hary.
UDNG berpotensi meraup dana segar sebesar Rp50 miliar, adapun dana  tersebut akan menggunakan sekitar 88,89% dana hasil IPO untuk ekspansi  bisnis dengan membangun tambak udang baru yang direncanakan berlokasi di  daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui perusahaan anak yang  dimiliki perseroan sebesar 99,99% yaitu PT Marina Bahari Sentosa (MBS)  dalam bentuk penyetoran modal yang diestimasikan akan beroperasi 6-12  bulan setelah dana hasil penawaran umum diperoleh perseroan.
Secara rinci, sekitar 81,81% akan digunakan untuk belanja modal guna  memenuhi kebutuhan pembangunan tambak MBS. Serta, sekitar 18,19% akan  digunakan untuk modal kerja namun tidak terbatas pada pembelian benur,  pakan udang, mineral dan probiotik yang dilakukan melalui pembelian jual  beli putus serta untuk biaya operasional gaji, listrik, biaya umum  operasional, serta untuk penggunaan tenaga ahli dalam penyusunan dokumen  untuk legalitas.
Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan namun tidak  terbatas kepada pembelian benur, pakan udang, mineral dan probiotik pada  pihak ketiga yang dilakukan melalui pembelian jual-beli putus, serta  untuk biaya operasional gaji, listrik, dan biaya umum operasional  perseroan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Alasan MNC Sekuritas bawa PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (31/10/2023). Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) ini, perseroan menunjuk PT MNC Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
Direktur Investment Banking MNC Sekuritas, Hary Herdiyanto mengungkapkan bahwa proses penawaran umum perseroan mendapatkan animo yang sangat baik di hari pertama perdagangan sahamnya. Debut positif ini, kata Hary, menunjukkan kepercayaan investor yang kuat terhadap prospek usaha perusahaan ke depannya.

BACA JUGA:
MNC Sekuritas Gelar Edukasi Reksa Dana Bareng Berdikari Manajemen Investasi


&amp;ldquo;Tentu kami bersyukur ya ini berjalan sukses. Ini membuktikan kepercayaan investor terhadap pertumbuhan perseroan cukup tinggi. Semoga ini bertahan terus,&amp;rdquo; kata Hary saat ditemui usai Seremoni Pencatatan Saham UDNG di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Selasa (31/10/2023).
Hary menjelaskan alasan MNC Sekuritas membawa UDNG melantai di bursa antara lain, perseroan masuk dalam sektor yang menarik. Meski bukan konsumer siklikal, namun ia menilai bahwa kebutuhan masyarakat akan udang terus meningkat.

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: Waspadai IHSG Berpotensi Tembus ke 6.711


Dikarenakan berada pada sektor pangan, lanjut Hary, sektor yang dikenal secara konsisten mampu selalu mencatat pertumbuhan. Indonesia sebagai negara tempat UDNG beroperasi khususnya memiliki dua keunggulan, di mana dari sisi populasi, populasi Indonesia terbilang cukup besar dan masih terus bertumbuh, selain itu, dari sisi daya beli masyarakat, Indonesia terus mampu mencatat peningkatan daya beli yang terlihat dari GDP per kapita masyarakat.
Alasan lainnya yakni, kondisi perseroan masih sehat dan masih dalam fase pertumbuhan. Hal itu membuat MNC Sekuritas turut meyakini pertumbuhan perseroan akan pesat ke depannya.
&amp;ldquo;Utamanya dari sisi fundamental, dari sisi prospek usaha cukup bagus dan sektornya mendukung kalau menurut kami,&amp;rdquo; ujar Hary.
UDNG berpotensi meraup dana segar sebesar Rp50 miliar, adapun dana  tersebut akan menggunakan sekitar 88,89% dana hasil IPO untuk ekspansi  bisnis dengan membangun tambak udang baru yang direncanakan berlokasi di  daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui perusahaan anak yang  dimiliki perseroan sebesar 99,99% yaitu PT Marina Bahari Sentosa (MBS)  dalam bentuk penyetoran modal yang diestimasikan akan beroperasi 6-12  bulan setelah dana hasil penawaran umum diperoleh perseroan.
Secara rinci, sekitar 81,81% akan digunakan untuk belanja modal guna  memenuhi kebutuhan pembangunan tambak MBS. Serta, sekitar 18,19% akan  digunakan untuk modal kerja namun tidak terbatas pada pembelian benur,  pakan udang, mineral dan probiotik yang dilakukan melalui pembelian jual  beli putus serta untuk biaya operasional gaji, listrik, biaya umum  operasional, serta untuk penggunaan tenaga ahli dalam penyusunan dokumen  untuk legalitas.
Sisanya akan digunakan untuk modal kerja perseroan namun tidak  terbatas kepada pembelian benur, pakan udang, mineral dan probiotik pada  pihak ketiga yang dilakukan melalui pembelian jual-beli putus, serta  untuk biaya operasional gaji, listrik, dan biaya umum operasional  perseroan.</content:encoded></item></channel></rss>
