<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Layanan LRT Jabodebek Dinilai Buruk, DPR Minta Dilakukan Audit</title><description>DPR mengusulkan proses audit terhadap proyek LRT Jabodebek, baik terhadap teknologi maupun proses produksinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/31/320/2911553/layanan-lrt-jabodebek-dinilai-buruk-dpr-minta-dilakukan-audit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/10/31/320/2911553/layanan-lrt-jabodebek-dinilai-buruk-dpr-minta-dilakukan-audit"/><item><title>Layanan LRT Jabodebek Dinilai Buruk, DPR Minta Dilakukan Audit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/10/31/320/2911553/layanan-lrt-jabodebek-dinilai-buruk-dpr-minta-dilakukan-audit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/10/31/320/2911553/layanan-lrt-jabodebek-dinilai-buruk-dpr-minta-dilakukan-audit</guid><pubDate>Selasa 31 Oktober 2023 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/10/31/320/2911553/layanan-lrt-jabodebek-dinilai-buruk-dpr-minta-dilakukan-audit-liJACwQ8iq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">DPR usulkan LRT Jabodebek diaudit (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/10/31/320/2911553/layanan-lrt-jabodebek-dinilai-buruk-dpr-minta-dilakukan-audit-liJACwQ8iq.jpg</image><title>DPR usulkan LRT Jabodebek diaudit (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNy8xLzE3Mjg1My81L3g4cDVhMTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; DPR mengusulkan proses audit terhadap proyek LRT Jabodebek, baik terhadap teknologi maupun proses produksinya. Hal ini menyusul banyaknya trainset yang kembali masuk bengkel untuk proses pembubutan roda.
Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mengatakan proses audit ini dilakukan untuk dapat mengetahui penyebab buruknya kualitas trainset LRT Jabodebek. Dia mengatakan bahwa PT Industri Kereta Api (INKA) selama ini sudah berpengalaman memenuhi permintaan trainset LRT bagi negara lain, yang tentu saja dari sisi kualitas harusnya sudah terjamin. Namun ketika memproduksi trainset di dalam negeri kualitasnya menurun.

BACA JUGA:
LRT Velodrome-Manggarai Rp5,5 Triliun, Ini Daftar Stasiun hingga Rutenya


&quot;Pertama, audit dilakukan untuk mengetahui apakah kualitas bahan maupun proses pengerjaannya sudah sesuai standard atau belum? Jika terbukti ada pengurangan kualitas bahan maka ini harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan penyelidikan faktor-faktor penyebabnya,&quot; katanya saat dihubungi, Selasa (31/10/2023).
&amp;ldquo;Saya khawatir ada praktik rente dalam pengadaan trainset LRT, sehingga kualitasnya tidak memenuhi standar,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Masyarakat Minta Harga Tiket LRT Jabodebek Turun, Kemenhub: Jangan Buru-Buru


Amin menjelaskan bahwa pada Agustus 2023 lalu, pihak Siemens yang ditunjuk sebagai pemasok dan pengelola software untuk operasional LRT Jabodebek memprotes adanya ketidaksesuaian teknis pada 31 trainset LRT buatan PT INKA sehingga tidak kompatible dengan sistem atau software untuk pengoperasiannya.
&quot;Kedua, audit ini penting untuk kepentingan reputasi kemampuan penguasaan teknologi anak bangsa. Jangan sampai reputasi anak bangsa rusak gara-gara penyimpangan non teknis produksi, misalnya praktik rente sehingga terjadi pengurangan kualitas bahan baku,&quot; katanya.

Menurutnya, Indonesia telah berjuang agar anak bangsa diberikan  kepercayaan dan kita mendorong pemerintah mengurangi ketergantungan  terhadap impor.
Akan tetapi yang terjadi saat ini kata Amin, buruknya kualitas  trainset LRT, bisa menurunkan kepercayaan publik akan kemampuan anak  bangsa. Padahal bisa jadi persoalannya merupakan faktor non teknis  produksi atau kemampuan para insinyur Indonesia, namun karena faktor  lain.
&quot;Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga. Jika  dibiarkan, hal ini akan membuat industri kereta api kita sulit melangkah  lebih jauh. Padahal kita sedang membangun kepercayaan publik terhadap  kemampuan anak bangsa dalam hal teknologi perkeretaapian,&quot; katanya.
Sebelumnya, Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo  mengungkapkan bahwa masalah roda kereta LRT Jabodebek mengalami keausan  muncul setelah LRT Jabodebek beroperasi secara komersial.
Dimana terdapat 18 trainset yang antre untuk pembubutan roda. Dari  kondisi yang baru ditemukan tersebut, Kuswardoyo mengatakan pihaknya  tidak ada persiapan untuk mengatasi permasalahan itu.
&quot;Iya betul. Kita belum menyiapkan apa-apa karena kan selama ini  sarana itu masih menjadi tanggung jawabnya produsen. Nah ini pada saat  setelah dikerjakan oleh kita, kita baru tahu bahwa ternyata tingkat  keausannya sedemikian tingginya,&quot; katanya saat ditemui di kawasan  Menteng.
Kuswardoyo mengungkapkan bahwa ketika mengetahui masalah tersebut,  pihaknya kemudian langsung memesan roda LRT Jabodebek sebanyak 1.000  kepada PT Industri Kereta Api (INKA).
Dia berharap 1.000 unit roda tersebut akan tiba di Depo LRT Jabodebek  paling lambat pada Januari 2023. Dan itu dilakukan secara bertahap. Ia  mengatakan pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada Kemenhub untuk  dilakukan penambahan mesin bubut.
&quot;Jadi makanya kemudian kita pesan roda, cepat-cepat pesan roda juga.  kemudian kita juga mengusulkan untuk melakukan sejumlah perbaikan. dan  ini yang mengerjakan bukan hanya kita sih,&quot; katanya.
Adapun saat ini, Kuswardoyo mengatakan bahwa hanya 9 trainset yang  dioperasikan dan juga melakukan pelambatan terhadap laju keretanya.
Hal itu dilakukan guna mengurangi gesekan roda agar tidak terlalu  cepat haus. Pasalnya saat ini rerata 9 trainset yang dioperasikan juga  perjalananya telah mencapai di atas 15.000 km.
&quot;Sementara di LRT sendiri, 20.000 km roda itu, dia sudah terkena  keausan antara 4-8 mm. Nah, standar atau aturan di peraturan dinas kita  bahwa tidak boleh mencapai 8 mm tingkat kausan. Jadi rata-rata di LRT  itu ketika dia sudah mencapai 5-6 mm, akan kita bubut,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNy8xLzE3Mjg1My81L3g4cDVhMTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; DPR mengusulkan proses audit terhadap proyek LRT Jabodebek, baik terhadap teknologi maupun proses produksinya. Hal ini menyusul banyaknya trainset yang kembali masuk bengkel untuk proses pembubutan roda.
Anggota Komisi VI DPR RI Amin Ak mengatakan proses audit ini dilakukan untuk dapat mengetahui penyebab buruknya kualitas trainset LRT Jabodebek. Dia mengatakan bahwa PT Industri Kereta Api (INKA) selama ini sudah berpengalaman memenuhi permintaan trainset LRT bagi negara lain, yang tentu saja dari sisi kualitas harusnya sudah terjamin. Namun ketika memproduksi trainset di dalam negeri kualitasnya menurun.

BACA JUGA:
LRT Velodrome-Manggarai Rp5,5 Triliun, Ini Daftar Stasiun hingga Rutenya


&quot;Pertama, audit dilakukan untuk mengetahui apakah kualitas bahan maupun proses pengerjaannya sudah sesuai standard atau belum? Jika terbukti ada pengurangan kualitas bahan maka ini harus ditindaklanjuti dengan pemeriksaan dan penyelidikan faktor-faktor penyebabnya,&quot; katanya saat dihubungi, Selasa (31/10/2023).
&amp;ldquo;Saya khawatir ada praktik rente dalam pengadaan trainset LRT, sehingga kualitasnya tidak memenuhi standar,&quot; tambahnya.

BACA JUGA:
Masyarakat Minta Harga Tiket LRT Jabodebek Turun, Kemenhub: Jangan Buru-Buru


Amin menjelaskan bahwa pada Agustus 2023 lalu, pihak Siemens yang ditunjuk sebagai pemasok dan pengelola software untuk operasional LRT Jabodebek memprotes adanya ketidaksesuaian teknis pada 31 trainset LRT buatan PT INKA sehingga tidak kompatible dengan sistem atau software untuk pengoperasiannya.
&quot;Kedua, audit ini penting untuk kepentingan reputasi kemampuan penguasaan teknologi anak bangsa. Jangan sampai reputasi anak bangsa rusak gara-gara penyimpangan non teknis produksi, misalnya praktik rente sehingga terjadi pengurangan kualitas bahan baku,&quot; katanya.

Menurutnya, Indonesia telah berjuang agar anak bangsa diberikan  kepercayaan dan kita mendorong pemerintah mengurangi ketergantungan  terhadap impor.
Akan tetapi yang terjadi saat ini kata Amin, buruknya kualitas  trainset LRT, bisa menurunkan kepercayaan publik akan kemampuan anak  bangsa. Padahal bisa jadi persoalannya merupakan faktor non teknis  produksi atau kemampuan para insinyur Indonesia, namun karena faktor  lain.
&quot;Jangan sampai karena nila setitik rusak susu sebelanga. Jika  dibiarkan, hal ini akan membuat industri kereta api kita sulit melangkah  lebih jauh. Padahal kita sedang membangun kepercayaan publik terhadap  kemampuan anak bangsa dalam hal teknologi perkeretaapian,&quot; katanya.
Sebelumnya, Manager Public Relations LRT Jabodebek Kuswardoyo  mengungkapkan bahwa masalah roda kereta LRT Jabodebek mengalami keausan  muncul setelah LRT Jabodebek beroperasi secara komersial.
Dimana terdapat 18 trainset yang antre untuk pembubutan roda. Dari  kondisi yang baru ditemukan tersebut, Kuswardoyo mengatakan pihaknya  tidak ada persiapan untuk mengatasi permasalahan itu.
&quot;Iya betul. Kita belum menyiapkan apa-apa karena kan selama ini  sarana itu masih menjadi tanggung jawabnya produsen. Nah ini pada saat  setelah dikerjakan oleh kita, kita baru tahu bahwa ternyata tingkat  keausannya sedemikian tingginya,&quot; katanya saat ditemui di kawasan  Menteng.
Kuswardoyo mengungkapkan bahwa ketika mengetahui masalah tersebut,  pihaknya kemudian langsung memesan roda LRT Jabodebek sebanyak 1.000  kepada PT Industri Kereta Api (INKA).
Dia berharap 1.000 unit roda tersebut akan tiba di Depo LRT Jabodebek  paling lambat pada Januari 2023. Dan itu dilakukan secara bertahap. Ia  mengatakan pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada Kemenhub untuk  dilakukan penambahan mesin bubut.
&quot;Jadi makanya kemudian kita pesan roda, cepat-cepat pesan roda juga.  kemudian kita juga mengusulkan untuk melakukan sejumlah perbaikan. dan  ini yang mengerjakan bukan hanya kita sih,&quot; katanya.
Adapun saat ini, Kuswardoyo mengatakan bahwa hanya 9 trainset yang  dioperasikan dan juga melakukan pelambatan terhadap laju keretanya.
Hal itu dilakukan guna mengurangi gesekan roda agar tidak terlalu  cepat haus. Pasalnya saat ini rerata 9 trainset yang dioperasikan juga  perjalananya telah mencapai di atas 15.000 km.
&quot;Sementara di LRT sendiri, 20.000 km roda itu, dia sudah terkena  keausan antara 4-8 mm. Nah, standar atau aturan di peraturan dinas kita  bahwa tidak boleh mencapai 8 mm tingkat kausan. Jadi rata-rata di LRT  itu ketika dia sudah mencapai 5-6 mm, akan kita bubut,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
