<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waskita Karya Rugi Rp2,83 Triliun pada Kuartal III-2023</title><description>PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat rugi sebesar Rp2,83 triliun pada kuartal III-2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912278/waskita-karya-rugi-rp2-83-triliun-pada-kuartal-iii-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912278/waskita-karya-rugi-rp2-83-triliun-pada-kuartal-iii-2023"/><item><title>Waskita Karya Rugi Rp2,83 Triliun pada Kuartal III-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912278/waskita-karya-rugi-rp2-83-triliun-pada-kuartal-iii-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912278/waskita-karya-rugi-rp2-83-triliun-pada-kuartal-iii-2023</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 12:37 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/278/2912278/waskita-karya-rugi-rp2-83-triliun-pada-kuartal-iii-2023-RSur1njbgr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Waskita Karya alami rugi di kuartal III 2023 (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/278/2912278/waskita-karya-rugi-rp2-83-triliun-pada-kuartal-iii-2023-RSur1njbgr.jpg</image><title>Waskita Karya alami rugi di kuartal III 2023 (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat rugi sebesar Rp2,83 triliun pada kuartal III-2023. Kondisi ini berbalik dari posisi laba yang dicapai pada periode sama tahun lalu sebesar Rp425,29 juta.
Kondisi ini mendorong WSKT mencetak rugi per saham senilai Rp98,39, dari sebelumnya laba per saham Rp0,01.

BACA JUGA:
Waskita Karya Garap 6 Bendungan dan 9 Tol PSN, Begini Progresnya


Perolehan ini berlangsung seiring penurunan pendapatan usaha BUMN Konstruksi tersebut sebesar 24,13% year-on-year (YoY) menjadi Rp7,81 triliun. Segmen konstruksi berkontribusi utama senilai Rp6,3 triliun, disusul pendapatan jalan tol mencapai Rp830,7 miliar.
Bisnis penjualan beton pracetak memberi pemasukan Rp372,69 miliar, selanjutnya datang dari pendapatan properti Rp134,01 miliar, hingga pendapatan hotel Rp64,94 miliar.

BACA JUGA:
Babak Baru Perusahaan Jusuf Kalla Gugat PKPU Waskita Karya


Beban pokok ikut melandai mengikuti penurunan pendapatan. Sehingga laba kotor yang digenggam mencapai Rp773,93 miliar, lebih rendah dari posisi tahun lalu, demikian terungkap dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (31/10).
Meskipun ongkos operasional hingga penjualan mampu ditekan, tetapi beban umum dan administrasi justru membengkak menjadi Rp1,2 triliun, yang sebagian besar hasil dari kenaikan gaji pegawai dari Rp420,7 miliar, menjadi Rp454,34 miliar.
Namun WSKT mampu mendapatkan pendapatan bunga dan lain-lain  masing-masing sebesar Rp757,76 miliar, dan Rp510,91 miliar. Setelah  dipotong beban keuangan dan kerugian atas entitas asosiasi, WSKT  mencetak rugi sebelum pajak senilai Rp3,02 triliun.
Neraca keuangan akhir September menunjukkan koreksi aset 1,72%  year-to-date menjadi Rp96,53 triliun. Kewajiban pembayaran utang tumbuh  0,14% ytd mencapai Rp84,10 triliun, sedangkan ekuitas melandai 12,7% ytd  di angka Rp12,4 triliun.
WSKT masih mencatatkan akumulasi kerugian senilai Rp12,7 triliun. Kas  yang digenggam akhir September tersisa Rp1,5 triliun, berkurang sekitar  Rp701 miliar akibat sejumlah pengeluaran operasional, hingga investasi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mencatat rugi sebesar Rp2,83 triliun pada kuartal III-2023. Kondisi ini berbalik dari posisi laba yang dicapai pada periode sama tahun lalu sebesar Rp425,29 juta.
Kondisi ini mendorong WSKT mencetak rugi per saham senilai Rp98,39, dari sebelumnya laba per saham Rp0,01.

BACA JUGA:
Waskita Karya Garap 6 Bendungan dan 9 Tol PSN, Begini Progresnya


Perolehan ini berlangsung seiring penurunan pendapatan usaha BUMN Konstruksi tersebut sebesar 24,13% year-on-year (YoY) menjadi Rp7,81 triliun. Segmen konstruksi berkontribusi utama senilai Rp6,3 triliun, disusul pendapatan jalan tol mencapai Rp830,7 miliar.
Bisnis penjualan beton pracetak memberi pemasukan Rp372,69 miliar, selanjutnya datang dari pendapatan properti Rp134,01 miliar, hingga pendapatan hotel Rp64,94 miliar.

BACA JUGA:
Babak Baru Perusahaan Jusuf Kalla Gugat PKPU Waskita Karya


Beban pokok ikut melandai mengikuti penurunan pendapatan. Sehingga laba kotor yang digenggam mencapai Rp773,93 miliar, lebih rendah dari posisi tahun lalu, demikian terungkap dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (31/10).
Meskipun ongkos operasional hingga penjualan mampu ditekan, tetapi beban umum dan administrasi justru membengkak menjadi Rp1,2 triliun, yang sebagian besar hasil dari kenaikan gaji pegawai dari Rp420,7 miliar, menjadi Rp454,34 miliar.
Namun WSKT mampu mendapatkan pendapatan bunga dan lain-lain  masing-masing sebesar Rp757,76 miliar, dan Rp510,91 miliar. Setelah  dipotong beban keuangan dan kerugian atas entitas asosiasi, WSKT  mencetak rugi sebelum pajak senilai Rp3,02 triliun.
Neraca keuangan akhir September menunjukkan koreksi aset 1,72%  year-to-date menjadi Rp96,53 triliun. Kewajiban pembayaran utang tumbuh  0,14% ytd mencapai Rp84,10 triliun, sedangkan ekuitas melandai 12,7% ytd  di angka Rp12,4 triliun.
WSKT masih mencatatkan akumulasi kerugian senilai Rp12,7 triliun. Kas  yang digenggam akhir September tersisa Rp1,5 triliun, berkurang sekitar  Rp701 miliar akibat sejumlah pengeluaran operasional, hingga investasi.</content:encoded></item></channel></rss>
