<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Adaro (ADRO) Menyusut 35,9% Jadi Rp19,4 Triliun</title><description>Laba bersih PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengalami penyusutan alias turun pada kuartal III 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912291/laba-adaro-adro-menyusut-35-9-jadi-rp19-4-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912291/laba-adaro-adro-menyusut-35-9-jadi-rp19-4-triliun"/><item><title>Laba Adaro (ADRO) Menyusut 35,9% Jadi Rp19,4 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912291/laba-adaro-adro-menyusut-35-9-jadi-rp19-4-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912291/laba-adaro-adro-menyusut-35-9-jadi-rp19-4-triliun</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 12:54 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/278/2912291/laba-adaro-adro-menyusut-35-9-jadi-rp19-4-triliun-OHzIQSz9KZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laba ADRO alami penurunan (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/278/2912291/laba-adaro-adro-menyusut-35-9-jadi-rp19-4-triliun-OHzIQSz9KZ.jpg</image><title>Laba ADRO alami penurunan (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba bersih PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengalami penyusutan alias turun pada kuartal III 2023. ADRO membukukan laba USD1,21 miliar atau Rp19,44 triliun turun 35,96% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD1,90 miliar.
Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan juga tercatat turun 15,76% menjadi USD4,98 miliar atau setara Rp79,44 triliun, dari sebelumnya sebesar USD5,91 miliar. Secara rinci, penjualan batu bara tercatat sebesar USD4,83 miliar atau Rp77,15 triliun, segmen jasa pertambangan tercatat sebesar USD98,75 juta atau Rp1,57 triliun, serta pendapatan lainnya sebesar USD45,31 juta atau Rp722,69 miliar.

BACA JUGA:
Laba Adaro Minerals (ADMR) Rp3,98 Triliun hingga Kuartal III-2023, Turun 11,87% 


&amp;ldquo;Walaupun menghadapi penurunan harga dan tekanan biaya karena inflasi, model bisnis kami yang terintegrasi tetap berkinerja baik. Kami berada di posisi yang baik untuk mencapai target setahun penuh berkat dukungan eksekusi yang baik di setiap bisnis,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur ADRO, Garibaldi Thohir dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (1/11/2023).
Pria yang akrab disapa Boy Thohir ini merincikan, volume penjualan ADRO dan anak-anak perusahaannya pada sembilan bulan pertama tahun 2023 mencapai 49,12 juta ton, atau setara dengan kenaikan 11% dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini selaras dengan target volume penjualan setahun penuh yang ditetapkan sebesar 62 &amp;ndash; 64 juta ton.

BACA JUGA:
Adaro Minerals (ADMR) Buka-bukaan Progres Proyek Smelter Aluminium di Kaltara


Kemudian, volume produksi naik 12% menjadi 50,73 juta ton, sementara volume pengupasan lapisan penutup naik 25% menjadi 217,43 Mbcm. Lalu, nisbah kupas tercatat 4,29x, selaras dengan target yang ditetapkan 4,2x hingga akhir 2023.
Dari sisi pengeluaran, beban  pokok pendapatan naik 17% secara tahunan menjadi USD2,99 miliar, terutama karena beban royalti PT Adaro Indonesia (AI) lebih tinggi daripada pada periode yang sama tahun lalu. Kemudian, biaya penambangan dan biaya pengolahan batu bara juga naik karena adanya kenaikan volume.
Sementara itu, pengupasan lapisan penutup naik 25% menjadi 217,43  juta bcm, dan nisbah kupas tercatat sebesar 4,29x, atau naik 12% dari  periode yang sama tahun lalu. Serta, biaya bahan bakar naik 18% akibat  kenaikan 33% pada konsumsi bahan bakar.
Di samping itu, ADRO telah merealisasikan belanja modal atau capital  expenditure (capex) pada sembilan bulan pertama tahun ini naik sebesar  USD473 juta dari sebelumnya USD277 juta pada periode yang sama tahun  lalu.
Adapun, pengeluaran belanja modal pada periode ini sebagian besar  digunakan untuk pembelian dan penggantian alat berat dan kapal,  investasi awal pada smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya, dan  investasi pada infrastruktur.
&amp;ldquo;Kami juga berada di tempat yang tepat untuk ambil bagian pada  inisiatif hilirisasi Indonesia, yang menekankan komitmen kami terhadap  pertumbuhan berkelanjutan di jangka panjang,&amp;rdquo; ujar Boy.
Lebih lanjut, total nilai aset ADRO per September 2023 tercatat  sebesar USD10,39 miliar atau setara Rp165,78 triliun, turun 3,59% dari  posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD10,78 miliar. Liabilitas  perseroan tercatat sebesar USD2,98 miliar dan ekuitas sebesar USD7,41  miliar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Laba bersih PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengalami penyusutan alias turun pada kuartal III 2023. ADRO membukukan laba USD1,21 miliar atau Rp19,44 triliun turun 35,96% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar USD1,90 miliar.
Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan juga tercatat turun 15,76% menjadi USD4,98 miliar atau setara Rp79,44 triliun, dari sebelumnya sebesar USD5,91 miliar. Secara rinci, penjualan batu bara tercatat sebesar USD4,83 miliar atau Rp77,15 triliun, segmen jasa pertambangan tercatat sebesar USD98,75 juta atau Rp1,57 triliun, serta pendapatan lainnya sebesar USD45,31 juta atau Rp722,69 miliar.

BACA JUGA:
Laba Adaro Minerals (ADMR) Rp3,98 Triliun hingga Kuartal III-2023, Turun 11,87% 


&amp;ldquo;Walaupun menghadapi penurunan harga dan tekanan biaya karena inflasi, model bisnis kami yang terintegrasi tetap berkinerja baik. Kami berada di posisi yang baik untuk mencapai target setahun penuh berkat dukungan eksekusi yang baik di setiap bisnis,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur ADRO, Garibaldi Thohir dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (1/11/2023).
Pria yang akrab disapa Boy Thohir ini merincikan, volume penjualan ADRO dan anak-anak perusahaannya pada sembilan bulan pertama tahun 2023 mencapai 49,12 juta ton, atau setara dengan kenaikan 11% dari periode yang sama tahun lalu. Pencapaian ini selaras dengan target volume penjualan setahun penuh yang ditetapkan sebesar 62 &amp;ndash; 64 juta ton.

BACA JUGA:
Adaro Minerals (ADMR) Buka-bukaan Progres Proyek Smelter Aluminium di Kaltara


Kemudian, volume produksi naik 12% menjadi 50,73 juta ton, sementara volume pengupasan lapisan penutup naik 25% menjadi 217,43 Mbcm. Lalu, nisbah kupas tercatat 4,29x, selaras dengan target yang ditetapkan 4,2x hingga akhir 2023.
Dari sisi pengeluaran, beban  pokok pendapatan naik 17% secara tahunan menjadi USD2,99 miliar, terutama karena beban royalti PT Adaro Indonesia (AI) lebih tinggi daripada pada periode yang sama tahun lalu. Kemudian, biaya penambangan dan biaya pengolahan batu bara juga naik karena adanya kenaikan volume.
Sementara itu, pengupasan lapisan penutup naik 25% menjadi 217,43  juta bcm, dan nisbah kupas tercatat sebesar 4,29x, atau naik 12% dari  periode yang sama tahun lalu. Serta, biaya bahan bakar naik 18% akibat  kenaikan 33% pada konsumsi bahan bakar.
Di samping itu, ADRO telah merealisasikan belanja modal atau capital  expenditure (capex) pada sembilan bulan pertama tahun ini naik sebesar  USD473 juta dari sebelumnya USD277 juta pada periode yang sama tahun  lalu.
Adapun, pengeluaran belanja modal pada periode ini sebagian besar  digunakan untuk pembelian dan penggantian alat berat dan kapal,  investasi awal pada smelter aluminium dan fasilitas pendukungnya, dan  investasi pada infrastruktur.
&amp;ldquo;Kami juga berada di tempat yang tepat untuk ambil bagian pada  inisiatif hilirisasi Indonesia, yang menekankan komitmen kami terhadap  pertumbuhan berkelanjutan di jangka panjang,&amp;rdquo; ujar Boy.
Lebih lanjut, total nilai aset ADRO per September 2023 tercatat  sebesar USD10,39 miliar atau setara Rp165,78 triliun, turun 3,59% dari  posisi akhir Desember 2022 yang sebesar USD10,78 miliar. Liabilitas  perseroan tercatat sebesar USD2,98 miliar dan ekuitas sebesar USD7,41  miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
