<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengelola KFC (FAST) Rugi Rp152,41 Miliar</title><description>Pengelola KFC PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengalami rugi sebesar Rp152,41 miliar hingga kuartal III 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912459/pengelola-kfc-fast-rugi-rp152-41-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912459/pengelola-kfc-fast-rugi-rp152-41-miliar"/><item><title>Pengelola KFC (FAST) Rugi Rp152,41 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912459/pengelola-kfc-fast-rugi-rp152-41-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/278/2912459/pengelola-kfc-fast-rugi-rp152-41-miliar</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 15:51 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/278/2912459/pengelola-kfc-fast-rugi-rp152-41-miliar-adRBScn3gf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rugi pengelola KFC membengkak (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/278/2912459/pengelola-kfc-fast-rugi-rp152-41-miliar-adRBScn3gf.jpg</image><title>Rugi pengelola KFC membengkak (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pengelola KFC PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengalami rugi sebesar Rp152,41 miliar hingga kuartal III 2023. Rugi KFC bengkak dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,16 miliar.

BACA JUGA:
Emiten KFC (FAST) Rugi Rp5,56 Miliar di Semester I-2023


Melansir keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Rabu (1/11/2023), pendapatan pengelola gerai KFC ini naik 7,03% menjadi Rp4,61 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,31 triliun. Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan segmen makanan dan minuman tercatat sebesar Rp4,60 triliun, komisi atas penjualan konsinyasi sebesar Rp17,26 miliar, dan jasa layanan antar mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,07 miliar.

BACA JUGA:
Pengelola KFC (FAST) Rugi Rp22,06 Miliar di Kuartal I-2023


Sementara berdasarkan wilayahnya, restaurant support center (RSC) Jakarta berkontribusi sebesar Rp1,69 triliun, RSC Medan sebesar Rp321,74 miliar, RSC Makassar sebesar Rp554,21 miliar, RSC Palembang sebesar Rp338,67 miliar, RSC Bandung sebesar Rp336,69 miliar, dan RSC lainnya berkontribusi sebesar Rp1,37 triliun.
Dari sisi pengeluaran, FAST mencatatkan beban pokok penjualan sebesar  Rp1,72 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,62 triliun. Sementara itu,  beban penjualan dan distribusi tercatat sebesar Rp2,45 triliun, beban  umum dan administrasi sebesar Rp631,17 miliar, serta beban operasi  lainnya sebesar Rp16,74 miliar.
Total nilai aset perseroan per September 2023 tercatat sebesar Rp3,77  triliun, turun tipis 1,20% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar  Rp3,82 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp2,87  triliun dan ekuitas sebesar Rp904,88 miliar.
Untuk meningkatkan kinerja, perseroan lebih berfokus untuk membuka  gerai freestanding atau independent store. Dengan kenaikan harga bahan  bangunan, perseroan tetap mengupayakan desain gerai yang lebih simple  tanpa mengurangi brand KFC itu sendiri.
Selain itu, FAST juga bekerja sama dengan landlord terkait belanja  modal atau capital expenditure (capex) di lapangan tanpa mengurangi  kualitas bangunan dan standar KFC sesuai dengan metode pelaksanaan.
Manajemen perseroan menyatakan akan terus membuka gerai baru walaupun  inflasi tinggi, melalui kerja sama dengan dengan lebih banyak landlord  untuk mendapatkan harga yang lebih rendah dan lokasi yang lebih baik.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pengelola KFC PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengalami rugi sebesar Rp152,41 miliar hingga kuartal III 2023. Rugi KFC bengkak dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,16 miliar.

BACA JUGA:
Emiten KFC (FAST) Rugi Rp5,56 Miliar di Semester I-2023


Melansir keterbukaan informasi BEI, Jakarta, Rabu (1/11/2023), pendapatan pengelola gerai KFC ini naik 7,03% menjadi Rp4,61 triliun, dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,31 triliun. Berdasarkan laporan keuangan, pendapatan segmen makanan dan minuman tercatat sebesar Rp4,60 triliun, komisi atas penjualan konsinyasi sebesar Rp17,26 miliar, dan jasa layanan antar mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,07 miliar.

BACA JUGA:
Pengelola KFC (FAST) Rugi Rp22,06 Miliar di Kuartal I-2023


Sementara berdasarkan wilayahnya, restaurant support center (RSC) Jakarta berkontribusi sebesar Rp1,69 triliun, RSC Medan sebesar Rp321,74 miliar, RSC Makassar sebesar Rp554,21 miliar, RSC Palembang sebesar Rp338,67 miliar, RSC Bandung sebesar Rp336,69 miliar, dan RSC lainnya berkontribusi sebesar Rp1,37 triliun.
Dari sisi pengeluaran, FAST mencatatkan beban pokok penjualan sebesar  Rp1,72 triliun, naik dari sebelumnya Rp1,62 triliun. Sementara itu,  beban penjualan dan distribusi tercatat sebesar Rp2,45 triliun, beban  umum dan administrasi sebesar Rp631,17 miliar, serta beban operasi  lainnya sebesar Rp16,74 miliar.
Total nilai aset perseroan per September 2023 tercatat sebesar Rp3,77  triliun, turun tipis 1,20% dari posisi akhir Desember 2022 yang sebesar  Rp3,82 triliun. Adapun, liabilitas perseroan tercatat sebesar Rp2,87  triliun dan ekuitas sebesar Rp904,88 miliar.
Untuk meningkatkan kinerja, perseroan lebih berfokus untuk membuka  gerai freestanding atau independent store. Dengan kenaikan harga bahan  bangunan, perseroan tetap mengupayakan desain gerai yang lebih simple  tanpa mengurangi brand KFC itu sendiri.
Selain itu, FAST juga bekerja sama dengan landlord terkait belanja  modal atau capital expenditure (capex) di lapangan tanpa mengurangi  kualitas bangunan dan standar KFC sesuai dengan metode pelaksanaan.
Manajemen perseroan menyatakan akan terus membuka gerai baru walaupun  inflasi tinggi, melalui kerja sama dengan dengan lebih banyak landlord  untuk mendapatkan harga yang lebih rendah dan lokasi yang lebih baik.</content:encoded></item></channel></rss>
