<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi 0,17% pada Oktober 2023, Ini Biang Keroknya</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan soal inflasi sebesar 0,17% pada Oktober 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912236/inflasi-0-17-pada-oktober-2023-ini-biang-keroknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912236/inflasi-0-17-pada-oktober-2023-ini-biang-keroknya"/><item><title>Inflasi 0,17% pada Oktober 2023, Ini Biang Keroknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912236/inflasi-0-17-pada-oktober-2023-ini-biang-keroknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912236/inflasi-0-17-pada-oktober-2023-ini-biang-keroknya</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 11:31 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/320/2912236/inflasi-0-17-pada-oktober-2023-ini-biang-keroknya-tlI4DPUpaY.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Penyebab inflasi Oktober 2023. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/320/2912236/inflasi-0-17-pada-oktober-2023-ini-biang-keroknya-tlI4DPUpaY.JPG</image><title>Penyebab inflasi Oktober 2023. (Foto: Freepik)</title></images><description>


JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan soal inflasi sebesar 0,17% pada Oktober 2023.
Adapun inflasi Oktober 2023 dibandingkan Oktober 2022 adalah sebesar 2,56% (year-on-year/yoy), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,64.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BPS Catat Inflasi Oktober 2023 Capai 0,17%

&quot;Inflasi berdasarkan tahun kalender, atau Oktober 2023 terhadap Desember 2022 adalah sebesar 1,80%,&quot; ujar&amp;nbsp;Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini&amp;nbsp;di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Dia juga menyebut tingkat inflasi bulanan Oktober 2023 lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, namun lebih tinggi dibandingkan Oktober tahun lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Beras, Gula dan Cabai Rawit Jadi Penyumbang Inflasi di Oktober 2023

&quot;Penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Oktober 2023 adalah kelompok pengeluaran transportasi dengan inflasi sebesar 0,55% dan andilnya 0,07%,&quot; ungkap Amalia.Adapun komoditas yang menyumbang inflasi bulanan terbesar di antaranya adalah beras dengan andil inflasi 0,06%, bensin dengan andil inflasi sebesar 0,04% sejalan dengan adanya penyesuaian harga BBM non subsidi.
Ada beberapa komoditas lain adalah cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,03% dan tarif angkutan udara andilnya 0,02%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Turunkan Harga BBM Pertamax hingga Dexlite, Ini Alasan Pertamina

&quot;Terdapat beberapa komoditas lain dengan andil inflasi 0,01%, di antaranya adalah cabai merah, emas perhiasan, tarif air minum PAM, jeruk, dan sawi hijau,&quot; pungkas Amalia.</description><content:encoded>


JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan soal inflasi sebesar 0,17% pada Oktober 2023.
Adapun inflasi Oktober 2023 dibandingkan Oktober 2022 adalah sebesar 2,56% (year-on-year/yoy), dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 115,64.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BPS Catat Inflasi Oktober 2023 Capai 0,17%

&quot;Inflasi berdasarkan tahun kalender, atau Oktober 2023 terhadap Desember 2022 adalah sebesar 1,80%,&quot; ujar&amp;nbsp;Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini&amp;nbsp;di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Dia juga menyebut tingkat inflasi bulanan Oktober 2023 lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya, namun lebih tinggi dibandingkan Oktober tahun lalu.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Beras, Gula dan Cabai Rawit Jadi Penyumbang Inflasi di Oktober 2023

&quot;Penyumbang inflasi bulanan terbesar pada Oktober 2023 adalah kelompok pengeluaran transportasi dengan inflasi sebesar 0,55% dan andilnya 0,07%,&quot; ungkap Amalia.Adapun komoditas yang menyumbang inflasi bulanan terbesar di antaranya adalah beras dengan andil inflasi 0,06%, bensin dengan andil inflasi sebesar 0,04% sejalan dengan adanya penyesuaian harga BBM non subsidi.
Ada beberapa komoditas lain adalah cabai rawit dengan andil inflasi sebesar 0,03% dan tarif angkutan udara andilnya 0,02%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Turunkan Harga BBM Pertamax hingga Dexlite, Ini Alasan Pertamina

&quot;Terdapat beberapa komoditas lain dengan andil inflasi 0,01%, di antaranya adalah cabai merah, emas perhiasan, tarif air minum PAM, jeruk, dan sawi hijau,&quot; pungkas Amalia.</content:encoded></item></channel></rss>
