<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TikTok Belum Daftarkan Izin sebagai E-Commerce</title><description>TikTok belum mendaftarkan izin sebagai e-commerce.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912427/tiktok-belum-daftarkan-izin-sebagai-e-commerce</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912427/tiktok-belum-daftarkan-izin-sebagai-e-commerce"/><item><title>TikTok Belum Daftarkan Izin sebagai E-Commerce</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912427/tiktok-belum-daftarkan-izin-sebagai-e-commerce</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912427/tiktok-belum-daftarkan-izin-sebagai-e-commerce</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 15:16 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/320/2912427/tiktok-belum-daftarkan-izin-sebagai-e-commerce-QWjc3OEPkr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tiktok belum urus izin e-commerce (Foto: tubefilter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/320/2912427/tiktok-belum-daftarkan-izin-sebagai-e-commerce-QWjc3OEPkr.jpg</image><title>Tiktok belum urus izin e-commerce (Foto: tubefilter)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS80LzE3MTk4My81L3g4b3FkdTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; TikTok belum mendaftarkan izin sebagai e-commerce. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan bahwa hingga kini platform TikTok belum mendaftarkan izin.

BACA JUGA:
Bahas TikTok Shop, Kadin: Harus Patuhi Regulasi


&quot;TikTok belum daftar e-commerce,&quot; katanya usai menghadiri WhatsApp Business Summit 2023 di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Zulhas mengatakan bahwa platform media sosial ada baiknya hanya digunakan sebagai ajang promosi dari produk perusahaan atau UMKM yang lainnya.

BACA JUGA:
4 Fakta Terbaru TikTok Bakal Buka Lagi di Indonesia hingga Disindir Bahlil


Dia mencontohkan platform media sosial yang dinilai bagus milik Meta yakni WhatsApp dan Instagram. Di mana platform tersebut kata Zulhas hanya mempromosikan produknya bukan menjualnya.
Zulhas juga mengatakan bahwa pihak Meta kini telah mengajukan izin sebagai sosial e-commerce bukan sebagai e-commerce.
&quot;WhatsApp itu dia masuknya dalam kategori sosial commerce, ini yang  paling bagus. Karena dia hanya mempromosikan produk. Jadi yang jualan  tetap orang lain,&quot; katanya.
&quot;Tapi ada juga yang langsung buka warung, tapi kita tidak bisa larang  juga. Tapi kita atur ketat agar kita tidak diserbu oleh barang yang  dari luar,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMS80LzE3MTk4My81L3g4b3FkdTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; TikTok belum mendaftarkan izin sebagai e-commerce. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan bahwa hingga kini platform TikTok belum mendaftarkan izin.

BACA JUGA:
Bahas TikTok Shop, Kadin: Harus Patuhi Regulasi


&quot;TikTok belum daftar e-commerce,&quot; katanya usai menghadiri WhatsApp Business Summit 2023 di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Zulhas mengatakan bahwa platform media sosial ada baiknya hanya digunakan sebagai ajang promosi dari produk perusahaan atau UMKM yang lainnya.

BACA JUGA:
4 Fakta Terbaru TikTok Bakal Buka Lagi di Indonesia hingga Disindir Bahlil


Dia mencontohkan platform media sosial yang dinilai bagus milik Meta yakni WhatsApp dan Instagram. Di mana platform tersebut kata Zulhas hanya mempromosikan produknya bukan menjualnya.
Zulhas juga mengatakan bahwa pihak Meta kini telah mengajukan izin sebagai sosial e-commerce bukan sebagai e-commerce.
&quot;WhatsApp itu dia masuknya dalam kategori sosial commerce, ini yang  paling bagus. Karena dia hanya mempromosikan produk. Jadi yang jualan  tetap orang lain,&quot; katanya.
&quot;Tapi ada juga yang langsung buka warung, tapi kita tidak bisa larang  juga. Tapi kita atur ketat agar kita tidak diserbu oleh barang yang  dari luar,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
