<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rantai Pasok LPG 3 Kg Bakal Dipangkas, Tak Lagi Dijual di Warung?</title><description>Mengevaluasi distribusi atau rantai pasok penyaluran LPG 3 kilogram (kg) yang masih terlalu panjang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912611/rantai-pasok-lpg-3-kg-bakal-dipangkas-tak-lagi-dijual-di-warung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912611/rantai-pasok-lpg-3-kg-bakal-dipangkas-tak-lagi-dijual-di-warung"/><item><title>Rantai Pasok LPG 3 Kg Bakal Dipangkas, Tak Lagi Dijual di Warung?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912611/rantai-pasok-lpg-3-kg-bakal-dipangkas-tak-lagi-dijual-di-warung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912611/rantai-pasok-lpg-3-kg-bakal-dipangkas-tak-lagi-dijual-di-warung</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 19:02 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/320/2912611/rantai-pasok-lpg-3-kg-bakal-dipangkas-tak-lagi-dijual-di-warung-O9oDW2RMvC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rantai Pasok LPG 3 Kg Bakal Dipangkas (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/320/2912611/rantai-pasok-lpg-3-kg-bakal-dipangkas-tak-lagi-dijual-di-warung-O9oDW2RMvC.jpg</image><title>Rantai Pasok LPG 3 Kg Bakal Dipangkas (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) angkat suara perihal rencana pemerintah untuk mengevaluasi distribusi atau rantai pasok penyaluran LPG 3 kilogram (kg) yang masih terlalu panjang.

BACA JUGA:Harga LPG 3 Kg Subsidi Tak Merata, Erick Thohir: Kalau Ada Korupsi Saya Penjarakan!&amp;nbsp;


VP Corporate Communcation Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, distribusi resmi seharusnya hanya sampai pangkalan saja, tidak dijual sampai ke warung.

&quot;LPG ini bisa sampai ke warung, padahal kalau yang resminya hanya sampai pangkalan,&quot; katanya usai acara Pertamina Digital Expo di Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (1/11/2023).

BACA JUGA:Menteri ESDM Ungkap 1,5 Juta Ton LPG Keluar Jalur Distribusi, Bocor?&amp;nbsp;


Fadjar pun menyarankan masyarakat untuk bisa membeli LPG langsung ke pangkalan. Sebab, ketika gas melon itu sampai ke warung-warung maka harga jualnya ke masyarakat cenderung melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

&quot;Mungkin birokrasinya kita ingin supaya masyarakat bisa langsung ke pangkalan belinya, tidak beli ke warung-warung. Karena di warung itu kan harganya lebih mahal kan, mungkin di luar HET kan, sedangkan yang di pangkalan HET,&quot; katanya.

Dia menambahkan, hal inilah yang mungkin saja menjadi biang kerok kelangkaan LPG yang terjadi akhir-akhir ini.

&quot;Makanya kemarin ada isu LPG langka, ternyata di pangkalan itu ada (stok), yang langka itu justru di warung-warung itu, karena mungkin warung entah dapet kiriman dari mana,&quot; ujarnya.

Namun demikian, Fadjar mengungkapkan Pertamina belum memiliki wacana untuk memangkas jalur distribusi gas melon dari warung-warung. Dia hanya bilang, pihaknya ingin merapikan jalur distribusi lPG 3 kg.



&quot;Mungkin di pengecernya yang akan kita rapikan. Nanti ke depan akan kita data juga, mungkin dengan sistem pendataan itu jadi semua yang membeli LPG khususnya yang 3 kg itu bisa terdata dari situ,&quot; katanya.



Fadjar memastikan, dengan evaluasi rantai pasok LPG 3 kg ini maka penyaluran bisa lebih tepat sasaran dan tidak akan mempersulit masyarakat mendapatkan komoditas tersebut.



&quot;Tapi Intinya kita tidak ingin membuat repot masyarakat yang pasti, tapi kita juga ingin tetap ingin merapikan jalur distribusinya supaya nanti bisa ke yang tepat sasaran, tujuannya itu,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Pertamina (Persero) angkat suara perihal rencana pemerintah untuk mengevaluasi distribusi atau rantai pasok penyaluran LPG 3 kilogram (kg) yang masih terlalu panjang.

BACA JUGA:Harga LPG 3 Kg Subsidi Tak Merata, Erick Thohir: Kalau Ada Korupsi Saya Penjarakan!&amp;nbsp;


VP Corporate Communcation Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, distribusi resmi seharusnya hanya sampai pangkalan saja, tidak dijual sampai ke warung.

&quot;LPG ini bisa sampai ke warung, padahal kalau yang resminya hanya sampai pangkalan,&quot; katanya usai acara Pertamina Digital Expo di Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta, Rabu (1/11/2023).

BACA JUGA:Menteri ESDM Ungkap 1,5 Juta Ton LPG Keluar Jalur Distribusi, Bocor?&amp;nbsp;


Fadjar pun menyarankan masyarakat untuk bisa membeli LPG langsung ke pangkalan. Sebab, ketika gas melon itu sampai ke warung-warung maka harga jualnya ke masyarakat cenderung melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

&quot;Mungkin birokrasinya kita ingin supaya masyarakat bisa langsung ke pangkalan belinya, tidak beli ke warung-warung. Karena di warung itu kan harganya lebih mahal kan, mungkin di luar HET kan, sedangkan yang di pangkalan HET,&quot; katanya.

Dia menambahkan, hal inilah yang mungkin saja menjadi biang kerok kelangkaan LPG yang terjadi akhir-akhir ini.

&quot;Makanya kemarin ada isu LPG langka, ternyata di pangkalan itu ada (stok), yang langka itu justru di warung-warung itu, karena mungkin warung entah dapet kiriman dari mana,&quot; ujarnya.

Namun demikian, Fadjar mengungkapkan Pertamina belum memiliki wacana untuk memangkas jalur distribusi gas melon dari warung-warung. Dia hanya bilang, pihaknya ingin merapikan jalur distribusi lPG 3 kg.



&quot;Mungkin di pengecernya yang akan kita rapikan. Nanti ke depan akan kita data juga, mungkin dengan sistem pendataan itu jadi semua yang membeli LPG khususnya yang 3 kg itu bisa terdata dari situ,&quot; katanya.



Fadjar memastikan, dengan evaluasi rantai pasok LPG 3 kg ini maka penyaluran bisa lebih tepat sasaran dan tidak akan mempersulit masyarakat mendapatkan komoditas tersebut.



&quot;Tapi Intinya kita tidak ingin membuat repot masyarakat yang pasti, tapi kita juga ingin tetap ingin merapikan jalur distribusinya supaya nanti bisa ke yang tepat sasaran, tujuannya itu,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
