<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Beras Picu Inflasi, Ini Strategi Pemerintah Mitigasi Dampak El Nino</title><description>Harga beras menjadi penyebab inflasi di bulan Oktober.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912621/harga-beras-picu-inflasi-ini-strategi-pemerintah-mitigasi-dampak-el-nino</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912621/harga-beras-picu-inflasi-ini-strategi-pemerintah-mitigasi-dampak-el-nino"/><item><title>Harga Beras Picu Inflasi, Ini Strategi Pemerintah Mitigasi Dampak El Nino</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912621/harga-beras-picu-inflasi-ini-strategi-pemerintah-mitigasi-dampak-el-nino</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/01/320/2912621/harga-beras-picu-inflasi-ini-strategi-pemerintah-mitigasi-dampak-el-nino</guid><pubDate>Rabu 01 November 2023 19:12 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/01/320/2912621/harga-beras-picu-inflasi-ini-strategi-pemerintah-mitigasi-dampak-el-nino-wI7gZ6vhSl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penyebab inflasi Oktober 2023 (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/01/320/2912621/harga-beras-picu-inflasi-ini-strategi-pemerintah-mitigasi-dampak-el-nino-wI7gZ6vhSl.jpg</image><title>Penyebab inflasi Oktober 2023 (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras menjadi penyebab inflasi di bulan Oktober. Inflasi tercatat sedikit meningkat sebesar 2,56% (yoy) dibanding bulan September (2,28% yoy). Angka ini didorong oleh naiknya inflasi harga pangan bergejolak (volatile food).
Di tengah musim kemarau yang panjang akibat dampak El Nino, produksi pangan secara umum menurun sehingga beberapa komoditas mengalami peningkatan harga seperti beras dan aneka cabai.

BACA JUGA:
Beras Jadi Biang Kerok Inflasi Terbesar Selama 3 Bulan Beruntun di 2023


&quot;Inflasi harga diatur pemerintah (administered price) juga tercatat naik tipis menjadi 2,12% (yoy) dari angka 1,99% (yoy) seiring dengan harga minyak mentah yang masih tinggi,&quot; ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu), Febrio Kacaribu di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Sementara itu, perlambatan inflasi inti masih berlanjut mencapai 1,91% (yoy) dari 2,00% (yoy) pada September 2023.

BACA JUGA:
69 Kota Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Gorontalo


&quot;Sebagai respons cepat dalam mengendalikan harga pangan, pemerintah berupaya memitigasi dampak El Nino melalui upaya stabilisasi pasokan terutama komoditas strategis, seperti beras guna menjaga kecukupan pasokan dalam negeri,&quot; kata Febrio.
Selain itu, kebijakan operasi pasar, gelar pangan murah, dan intervensi harga terus konsisten dilakukan agar ekspektasi inflasi dapat terjaga.
&amp;ldquo;APBN terus dioptimalkan sebagai shock absorber, terutama di tengah  tekanan yang disebabkan fenomena El Nino saat ini. Pemerintah memberikan  tambahan perlindungan sosial, antara lain dengan menambahkan bantuan  beras hingga akhir tahun 2023 dan menggulirkan
Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino untuk bulan November-Desember  guna menjaga daya beli kelompok miskin dan rentan,&amp;rdquo; pungkas Febrio.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga beras menjadi penyebab inflasi di bulan Oktober. Inflasi tercatat sedikit meningkat sebesar 2,56% (yoy) dibanding bulan September (2,28% yoy). Angka ini didorong oleh naiknya inflasi harga pangan bergejolak (volatile food).
Di tengah musim kemarau yang panjang akibat dampak El Nino, produksi pangan secara umum menurun sehingga beberapa komoditas mengalami peningkatan harga seperti beras dan aneka cabai.

BACA JUGA:
Beras Jadi Biang Kerok Inflasi Terbesar Selama 3 Bulan Beruntun di 2023


&quot;Inflasi harga diatur pemerintah (administered price) juga tercatat naik tipis menjadi 2,12% (yoy) dari angka 1,99% (yoy) seiring dengan harga minyak mentah yang masih tinggi,&quot; ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu), Febrio Kacaribu di Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Sementara itu, perlambatan inflasi inti masih berlanjut mencapai 1,91% (yoy) dari 2,00% (yoy) pada September 2023.

BACA JUGA:
69 Kota Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Gorontalo


&quot;Sebagai respons cepat dalam mengendalikan harga pangan, pemerintah berupaya memitigasi dampak El Nino melalui upaya stabilisasi pasokan terutama komoditas strategis, seperti beras guna menjaga kecukupan pasokan dalam negeri,&quot; kata Febrio.
Selain itu, kebijakan operasi pasar, gelar pangan murah, dan intervensi harga terus konsisten dilakukan agar ekspektasi inflasi dapat terjaga.
&amp;ldquo;APBN terus dioptimalkan sebagai shock absorber, terutama di tengah  tekanan yang disebabkan fenomena El Nino saat ini. Pemerintah memberikan  tambahan perlindungan sosial, antara lain dengan menambahkan bantuan  beras hingga akhir tahun 2023 dan menggulirkan
Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino untuk bulan November-Desember  guna menjaga daya beli kelompok miskin dan rentan,&amp;rdquo; pungkas Febrio.</content:encoded></item></channel></rss>
