<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tugas Erick Thohir Fokus Benahi Masalah Pangan hingga Energi Jelang 2024</title><description>Presiden Jokowi memberi tugas ke Menteri BUMN Erick Thohir jelang pemilu 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2912985/tugas-erick-thohir-fokus-benahi-masalah-pangan-hingga-energi-jelang-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2912985/tugas-erick-thohir-fokus-benahi-masalah-pangan-hingga-energi-jelang-2024"/><item><title>Tugas Erick Thohir Fokus Benahi Masalah Pangan hingga Energi Jelang 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2912985/tugas-erick-thohir-fokus-benahi-masalah-pangan-hingga-energi-jelang-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2912985/tugas-erick-thohir-fokus-benahi-masalah-pangan-hingga-energi-jelang-2024</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 11:52 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2912985/tugas-erick-thohir-fokus-benahi-masalah-pangan-hingga-energi-jelang-2024-4NZJdiacbE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Erick Thohir diminta benahi pangan hingga energi (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2912985/tugas-erick-thohir-fokus-benahi-masalah-pangan-hingga-energi-jelang-2024-4NZJdiacbE.jpg</image><title>Erick Thohir diminta benahi pangan hingga energi (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi memberi tugas ke Menteri BUMN Erick Thohir jelang pemilu 2024. Pekerjaan rumah yang perlu dan mendapat perhatian besar para pembantu Presiden adalah kenaikan harga komoditas pangan dan energi.
Terkait hal tersebut, Jokowi pun meminta Erick Thohir tetap fokus di internal pemerintahan, terutama menangani dampak kenaikan harga pangan dan energi di dalam negeri.

BACA JUGA:
Sembuhkan BUMN Karya Butuh Waktu Lama, Erick Thohir: 2-3 Tahun


&quot;Iya karena itu yang diminta. Ingat sekarang ada isu geopolitik pangan naik, energi, ekonomi (dampak) perang (Rusia-Ukraina), kemarin panas di Israel dan Palestina,&quot; ujar Erick kepada wartawan, Kamis (2/11/2023).

BACA JUGA:
Erick Thohir: Bandara IKN Bakal Tingkatkan Konektivitas Daerah


Di tengah sejumlah menteri berjibaku dengan kepentingan partai, Kepala Negara justru memberikan kepercayaan kepada Erick untuk fokus pada tugas dan tanggung jawabnya selaku petinggi negara.
&quot;Ya perlu lah ada figur yang dipercaya dan fokus untuk itu. Ini jadi konteks jangan kita terlena, saya sudah bilang jangan pemilu 5 tahun, tapi Indonesia ratusan tahun jangan terbelenggu karena yang 5 tahun,&quot; katanya.
Potensi krisis pangan dan energi global menjadi ancaman serius bagi  banyak negara, termasuk Indonesia. Diperkirakan 179 sampai 181 juta  orang di 41 negara akan menghadapi krisis pangan. Saat ini lonjakan  harga pangan dan energi tidak dapat dihindari akibat perang  Rusia-Ukraina.
Di Indonesia, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga  secara signifikan. Bahkan, harganya menyentuh level tertinggi selama  tujuh tahun terakhir.
Atas kondisi tersebut, Erick Thohir mengatakan, Indonesia tak punya  banyak waktu. Harus ada langkah strategis yang diambil Indonesia dibalik  potensi ancaman tersebut.
&amp;ldquo;Kita tidak punya waktu banyak, hari ini kita bisa saksikan dengan  situasi global tekanan terhadap pangan sangat tinggi,&quot; tutur Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Presiden Jokowi memberi tugas ke Menteri BUMN Erick Thohir jelang pemilu 2024. Pekerjaan rumah yang perlu dan mendapat perhatian besar para pembantu Presiden adalah kenaikan harga komoditas pangan dan energi.
Terkait hal tersebut, Jokowi pun meminta Erick Thohir tetap fokus di internal pemerintahan, terutama menangani dampak kenaikan harga pangan dan energi di dalam negeri.

BACA JUGA:
Sembuhkan BUMN Karya Butuh Waktu Lama, Erick Thohir: 2-3 Tahun


&quot;Iya karena itu yang diminta. Ingat sekarang ada isu geopolitik pangan naik, energi, ekonomi (dampak) perang (Rusia-Ukraina), kemarin panas di Israel dan Palestina,&quot; ujar Erick kepada wartawan, Kamis (2/11/2023).

BACA JUGA:
Erick Thohir: Bandara IKN Bakal Tingkatkan Konektivitas Daerah


Di tengah sejumlah menteri berjibaku dengan kepentingan partai, Kepala Negara justru memberikan kepercayaan kepada Erick untuk fokus pada tugas dan tanggung jawabnya selaku petinggi negara.
&quot;Ya perlu lah ada figur yang dipercaya dan fokus untuk itu. Ini jadi konteks jangan kita terlena, saya sudah bilang jangan pemilu 5 tahun, tapi Indonesia ratusan tahun jangan terbelenggu karena yang 5 tahun,&quot; katanya.
Potensi krisis pangan dan energi global menjadi ancaman serius bagi  banyak negara, termasuk Indonesia. Diperkirakan 179 sampai 181 juta  orang di 41 negara akan menghadapi krisis pangan. Saat ini lonjakan  harga pangan dan energi tidak dapat dihindari akibat perang  Rusia-Ukraina.
Di Indonesia, sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga  secara signifikan. Bahkan, harganya menyentuh level tertinggi selama  tujuh tahun terakhir.
Atas kondisi tersebut, Erick Thohir mengatakan, Indonesia tak punya  banyak waktu. Harus ada langkah strategis yang diambil Indonesia dibalik  potensi ancaman tersebut.
&amp;ldquo;Kita tidak punya waktu banyak, hari ini kita bisa saksikan dengan  situasi global tekanan terhadap pangan sangat tinggi,&quot; tutur Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
