<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menhub Sebut Pergerakan Dolar AS hingga Avtur Jadi Hambatan Industri Penerbangan</title><description>Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut industri penerbangan menghadapi sejumlah tantangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913024/menhub-sebut-pergerakan-dolar-as-hingga-avtur-jadi-hambatan-industri-penerbangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913024/menhub-sebut-pergerakan-dolar-as-hingga-avtur-jadi-hambatan-industri-penerbangan"/><item><title>Menhub Sebut Pergerakan Dolar AS hingga Avtur Jadi Hambatan Industri Penerbangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913024/menhub-sebut-pergerakan-dolar-as-hingga-avtur-jadi-hambatan-industri-penerbangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913024/menhub-sebut-pergerakan-dolar-as-hingga-avtur-jadi-hambatan-industri-penerbangan</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 12:29 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913024/menhub-sebut-pergerakan-dolar-as-hingga-avtur-jadi-hambatan-industri-penerbangan-scyGOpm4lB.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Hambatan industri penerbangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913024/menhub-sebut-pergerakan-dolar-as-hingga-avtur-jadi-hambatan-industri-penerbangan-scyGOpm4lB.JPG</image><title>Hambatan industri penerbangan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY1OC81L3g4cDF5cXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut industri penerbangan menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, saat ini kondisi industri penerbangan di Indonesia sedang dalam fase yang belum membaik pasca covid-19.
Menhub mengatakan tantangan yang dihadapi industri penerbangan saat ini ialah jumlah pesawat yang terbatas, suku cadang terbatas hingga harga avtur yang masih mahal.

BACA JUGA:
Penumpang Penerbangan Domestik Turun pada September 2023, Ini Penyebabnya


&quot;Kita juga tahu bahwa USD, avtur, suku cadang, merupakan suatu hambatan-hambatan,&quot; katanya dalam acara INACA Festival 2023 di Park Hyatt, Jakarta, Kamis (2/11/2023).
Meski begitu, Menhub menyampaikan bahwa pertumbuhan penebangan domestik di Indonesia telah mencapai 85%.

BACA JUGA:
Maskapai dari 5 Bandara Ini Layani 22 Penerbangan ke Kertajati


Hal ini terlihat dari sibuknya penerbangan yang terjadi di bandara-bandara yang mengalami rute gemuk di Pulau Jawa.
&quot;Saya juga ingin sampaikan bahwa kabar yang menggembirakan bahwa  walaupun dalam keadaan survival, pertumbuhan penerbangan kita domestik  itu sudah 85%, internasional 75%. Kita lihat di bandara-bandara utama  terutama itu kesibukan luar biasa,&quot; katanya.
Meski begitu, Menhub juga mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat  bandara-bandara kecil di luar Pulau Jawa yang masih sepi penerbangan.
&quot;Oleh karanya dalam acara hari ini tolong dibahas kita jangan bicara  soal rute gemuk saja Jakarta-Bali, Jakarta-Makassar, tetapi bagaimana  saudara kita yang di Saumlaki, saudara kita yang di Miangas, itu dapat  terjangkau dengan baik,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNC8xLzE3MjY1OC81L3g4cDF5cXk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut industri penerbangan menghadapi sejumlah tantangan. Menurutnya, saat ini kondisi industri penerbangan di Indonesia sedang dalam fase yang belum membaik pasca covid-19.
Menhub mengatakan tantangan yang dihadapi industri penerbangan saat ini ialah jumlah pesawat yang terbatas, suku cadang terbatas hingga harga avtur yang masih mahal.

BACA JUGA:
Penumpang Penerbangan Domestik Turun pada September 2023, Ini Penyebabnya


&quot;Kita juga tahu bahwa USD, avtur, suku cadang, merupakan suatu hambatan-hambatan,&quot; katanya dalam acara INACA Festival 2023 di Park Hyatt, Jakarta, Kamis (2/11/2023).
Meski begitu, Menhub menyampaikan bahwa pertumbuhan penebangan domestik di Indonesia telah mencapai 85%.

BACA JUGA:
Maskapai dari 5 Bandara Ini Layani 22 Penerbangan ke Kertajati


Hal ini terlihat dari sibuknya penerbangan yang terjadi di bandara-bandara yang mengalami rute gemuk di Pulau Jawa.
&quot;Saya juga ingin sampaikan bahwa kabar yang menggembirakan bahwa  walaupun dalam keadaan survival, pertumbuhan penerbangan kita domestik  itu sudah 85%, internasional 75%. Kita lihat di bandara-bandara utama  terutama itu kesibukan luar biasa,&quot; katanya.
Meski begitu, Menhub juga mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat  bandara-bandara kecil di luar Pulau Jawa yang masih sepi penerbangan.
&quot;Oleh karanya dalam acara hari ini tolong dibahas kita jangan bicara  soal rute gemuk saja Jakarta-Bali, Jakarta-Makassar, tetapi bagaimana  saudara kita yang di Saumlaki, saudara kita yang di Miangas, itu dapat  terjangkau dengan baik,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
