<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Prioritaskan Benahi Stok Padi dan Jagung</title><description>Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa di sisa jabatannya akan memfokuskan pada pembenahan stok pangan di Indonesia.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913224/mentan-prioritaskan-benahi-stok-padi-dan-jagung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913224/mentan-prioritaskan-benahi-stok-padi-dan-jagung"/><item><title>Mentan Prioritaskan Benahi Stok Padi dan Jagung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913224/mentan-prioritaskan-benahi-stok-padi-dan-jagung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913224/mentan-prioritaskan-benahi-stok-padi-dan-jagung</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 16:22 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913224/mentan-prioritaskan-benahi-stok-padi-dan-jagung-fIVRq7pfU8.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Amran Sulaiman genjot stok padi dan jagung. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913224/mentan-prioritaskan-benahi-stok-padi-dan-jagung-fIVRq7pfU8.JPG</image><title>Mentan Amran Sulaiman genjot stok padi dan jagung. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNS8xLzE3MjcwNC81L3g4cDJ2anU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa di sisa jabatannya akan memfokuskan pada pembenahan stok pangan di Indonesia.

Pasalnya stok pangan di Indonesia yang saat ini sedang sedang dalam kondisi menurun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Amran Sulaiman Jadi Mentan Lagi, Ternyata Keturunan Raja Bone

Amran mengatakan fokus pihaknya saat ini menggenjot dan memproduksi padi dan jagung.

Meski begitu dia mengatakan bahwa komoditas lain tak akan dilupakan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mentan Ingin RI Tak Impor Beras Sampai 2026, Bisa?

&quot;Padi dengan jagung. Tapi yang lain tidak ditinggalkan,&quot; katanya saat ditemui di Resto Seribu Rasa, Kamis (2/11/2023).
Adapun langkah yang akan dilakukannya ialah dengan memanfaatkan lahan rawa untuk dapat ditanami komoditas pangan padi dan jagung.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mentan Amran Minta KPK Berkantor Lagi di Kementan

Adapun perluasan lahan tanam ini akan dilakukan sebagai kelanjutan dari program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan Mentan Amran pada tahun 2014-2019 di masa kepemimpinannya yang lalu.



&quot;Ini kan sudah kita kerjakan rawa itu di Sumsel dan Kalsel. Nanti fokus pada 10 provinsi tapi fokus terbesar itu kalteng sumsel, Kalsel dan kalbar,&quot; katanya.



Mentan Amran menargetkan bahwa pada tahun 2024 pihaknya dapat menanam padi di 1 juta hektare lahan rawa mineral.



Dia pun mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah dikerahkan untuk dapat menggarap proyek tersebut sehingga target yang sudah ditentukan dapet tercapai.



&quot;Mudah-mudahan tahun depan bisa kita bangun 1 juta hektar. Target kita itu. Saat ini sudah turun tim bekerja di lapangan,&quot; katanya.



Lebih lanjut, Amran mengatakan bahwa dengan lahan 1 juta hektar akan mampu memproduksi 2,5 juta ton padi. Sehingga impor beras yang biasanya dilakukan Indonesia dapat berkurang.Adapun pada tahun ini, Indonesia mengimpor beras sebanyak 3,5 juta ton.



&quot;Kalau ini terbangun Insya Allah impor bisa kita kurangi,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNS8xLzE3MjcwNC81L3g4cDJ2anU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa di sisa jabatannya akan memfokuskan pada pembenahan stok pangan di Indonesia.

Pasalnya stok pangan di Indonesia yang saat ini sedang sedang dalam kondisi menurun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

5 Fakta Amran Sulaiman Jadi Mentan Lagi, Ternyata Keturunan Raja Bone

Amran mengatakan fokus pihaknya saat ini menggenjot dan memproduksi padi dan jagung.

Meski begitu dia mengatakan bahwa komoditas lain tak akan dilupakan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mentan Ingin RI Tak Impor Beras Sampai 2026, Bisa?

&quot;Padi dengan jagung. Tapi yang lain tidak ditinggalkan,&quot; katanya saat ditemui di Resto Seribu Rasa, Kamis (2/11/2023).
Adapun langkah yang akan dilakukannya ialah dengan memanfaatkan lahan rawa untuk dapat ditanami komoditas pangan padi dan jagung.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mentan Amran Minta KPK Berkantor Lagi di Kementan

Adapun perluasan lahan tanam ini akan dilakukan sebagai kelanjutan dari program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan Mentan Amran pada tahun 2014-2019 di masa kepemimpinannya yang lalu.



&quot;Ini kan sudah kita kerjakan rawa itu di Sumsel dan Kalsel. Nanti fokus pada 10 provinsi tapi fokus terbesar itu kalteng sumsel, Kalsel dan kalbar,&quot; katanya.



Mentan Amran menargetkan bahwa pada tahun 2024 pihaknya dapat menanam padi di 1 juta hektare lahan rawa mineral.



Dia pun mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah dikerahkan untuk dapat menggarap proyek tersebut sehingga target yang sudah ditentukan dapet tercapai.



&quot;Mudah-mudahan tahun depan bisa kita bangun 1 juta hektar. Target kita itu. Saat ini sudah turun tim bekerja di lapangan,&quot; katanya.



Lebih lanjut, Amran mengatakan bahwa dengan lahan 1 juta hektar akan mampu memproduksi 2,5 juta ton padi. Sehingga impor beras yang biasanya dilakukan Indonesia dapat berkurang.Adapun pada tahun ini, Indonesia mengimpor beras sebanyak 3,5 juta ton.



&quot;Kalau ini terbangun Insya Allah impor bisa kita kurangi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
