<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Sebut Alat Olahraga di RI Didominasi Impor</title><description>Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui saat ini alat-alat olahraga di Indonesia masih didominasi impor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913284/menperin-sebut-alat-olahraga-di-ri-didominasi-impor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913284/menperin-sebut-alat-olahraga-di-ri-didominasi-impor"/><item><title>Menperin Sebut Alat Olahraga di RI Didominasi Impor</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913284/menperin-sebut-alat-olahraga-di-ri-didominasi-impor</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913284/menperin-sebut-alat-olahraga-di-ri-didominasi-impor</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 17:24 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913284/menperin-sebut-alat-olahraga-di-ri-didominasi-impor-OxaqU0Jh8y.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin sebut alat olahraga didominasi impor (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913284/menperin-sebut-alat-olahraga-di-ri-didominasi-impor-OxaqU0Jh8y.jpg</image><title>Menperin sebut alat olahraga didominasi impor (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC80LzE3MjM1My81L3g4b3d1cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui saat ini alat-alat olahraga di Indonesia masih didominasi impor. Hal itu membuat pertumbuhan industri alat olahraga di dalam negeri sulit untuk berkembang dan tumbuh karena berebut pasar dengan brand impor.

BACA JUGA:
Kurangi Impor Sektor Migas dan Tambang, RI Punya Pabrik Baru Rp189 Miliar di Cikarang 


Menperin menjelaskan saat ini jumlah industri besar dan sedang untuk alat olahraga se Indonesia baru berjumlah 66 unit usaha. Sementara itu berdasarkan catatan Kemenperin, kinerja ekspor industri alat olahraga sejak Januari - September 2023 lalu hanya sebesar USD197 juta atau setara Rp3,1 miliar.
&quot;Industri alat olahraga, saat ini baru ada 66 unit usaha besar dan sedang yang memproduksi alat olahraga, dan 8 ribu unit usaha kecil,&quot; ujar Menperin dalam sambutannya pada acara ISAW (Indonesia Sport and Active Wear) 2023, Kamis (2/11/2023).

BACA JUGA:
Mentan Ingin RI Tak Impor Beras Sampai 2026, Bisa?


Menperin melihat pasca pandemi ini, terjadi perubahan kebiasaan baru, di mana terdapat kesadaran kita mengenai gaya hidup sehat, dalam hal ini dapat dilihat dari naiknya tren minat dan kecenderungan untuk melakukan aktivitas olahraga.
&quot;Adanya perubahan kebiasaan terhadap minat olahraga, membuat kecenderungan orang untuk konsumtif terhadap pakaian dan alat olahraga, khususnya dengan kemudahan penawaran dari pasar online di era digital ini,&quot; sambungnya.

Di samping itu menurutnya, melihat potensi perkembangan yang ada  tersebut, maka perlu juga didorong hadirnya industri kecil menengah  pakaian olahraga maupun alat olahraga, dalam bentuk jenama lokal untuk  dapat dioptimalkan meraup pasar domestik maupun internasional.
&quot;Tentu saja kami berharap lokal pakaian olahraga dan alat olahraga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,&quot; lanjutnya.
Namun Menperin melihat saat ini industri alat olahraga di dalam  negeri terbentur oleh kehadiran brand-brand dari luar yang masuk ke  pasar dalam negeri. Terlebih untuk ceruk pasar yang ada di kota-kota  besar seperti Jakarta.
&quot;Menjadi tantangan bersama bahwasanya kompetisi pasar pakaian dan  alat olahraga di Indonesia terpantau cukup besar, namun terkonsentrasi  perkembangannya pada kehadiran merek terkenal dari luar dan ritel besar  yang dominan khususnya di wilayah Jakarta dan kota besar lainnya,&quot;  pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC80LzE3MjM1My81L3g4b3d1cGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengakui saat ini alat-alat olahraga di Indonesia masih didominasi impor. Hal itu membuat pertumbuhan industri alat olahraga di dalam negeri sulit untuk berkembang dan tumbuh karena berebut pasar dengan brand impor.

BACA JUGA:
Kurangi Impor Sektor Migas dan Tambang, RI Punya Pabrik Baru Rp189 Miliar di Cikarang 


Menperin menjelaskan saat ini jumlah industri besar dan sedang untuk alat olahraga se Indonesia baru berjumlah 66 unit usaha. Sementara itu berdasarkan catatan Kemenperin, kinerja ekspor industri alat olahraga sejak Januari - September 2023 lalu hanya sebesar USD197 juta atau setara Rp3,1 miliar.
&quot;Industri alat olahraga, saat ini baru ada 66 unit usaha besar dan sedang yang memproduksi alat olahraga, dan 8 ribu unit usaha kecil,&quot; ujar Menperin dalam sambutannya pada acara ISAW (Indonesia Sport and Active Wear) 2023, Kamis (2/11/2023).

BACA JUGA:
Mentan Ingin RI Tak Impor Beras Sampai 2026, Bisa?


Menperin melihat pasca pandemi ini, terjadi perubahan kebiasaan baru, di mana terdapat kesadaran kita mengenai gaya hidup sehat, dalam hal ini dapat dilihat dari naiknya tren minat dan kecenderungan untuk melakukan aktivitas olahraga.
&quot;Adanya perubahan kebiasaan terhadap minat olahraga, membuat kecenderungan orang untuk konsumtif terhadap pakaian dan alat olahraga, khususnya dengan kemudahan penawaran dari pasar online di era digital ini,&quot; sambungnya.

Di samping itu menurutnya, melihat potensi perkembangan yang ada  tersebut, maka perlu juga didorong hadirnya industri kecil menengah  pakaian olahraga maupun alat olahraga, dalam bentuk jenama lokal untuk  dapat dioptimalkan meraup pasar domestik maupun internasional.
&quot;Tentu saja kami berharap lokal pakaian olahraga dan alat olahraga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri,&quot; lanjutnya.
Namun Menperin melihat saat ini industri alat olahraga di dalam  negeri terbentur oleh kehadiran brand-brand dari luar yang masuk ke  pasar dalam negeri. Terlebih untuk ceruk pasar yang ada di kota-kota  besar seperti Jakarta.
&quot;Menjadi tantangan bersama bahwasanya kompetisi pasar pakaian dan  alat olahraga di Indonesia terpantau cukup besar, namun terkonsentrasi  perkembangannya pada kehadiran merek terkenal dari luar dan ritel besar  yang dominan khususnya di wilayah Jakarta dan kota besar lainnya,&quot;  pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
