<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap Fakta Terbaru soal Harta Karun Migas di Papua</title><description>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memecah Wilayah Kerja (WK) yang masuk dalam Blok Warim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913310/terungkap-fakta-terbaru-soal-harta-karun-migas-di-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913310/terungkap-fakta-terbaru-soal-harta-karun-migas-di-papua"/><item><title>Terungkap Fakta Terbaru soal Harta Karun Migas di Papua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913310/terungkap-fakta-terbaru-soal-harta-karun-migas-di-papua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913310/terungkap-fakta-terbaru-soal-harta-karun-migas-di-papua</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 17:54 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913310/terungkap-fakta-terbaru-soal-harta-karun-migas-di-papua-ukAYJZCUWo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harta karun migas di papua (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913310/terungkap-fakta-terbaru-soal-harta-karun-migas-di-papua-ukAYJZCUWo.jpg</image><title>Harta karun migas di papua (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMi8xLzE3MTAxNy81L3g4bzhvMTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memecah Wilayah Kerja (WK) yang masuk dalam Blok Warim menjadi Akimeugah I dan Akimeugah II.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Tutuka Ariadji mengungkapkan pemecahan blok itu dilakukan setelah memotong wilayah yang bersinggungan dengan Taman Nasional Lorentz.

BACA JUGA:
Kurangi Impor Sektor Migas dan Tambang, RI Punya Pabrik Baru Rp189 Miliar di Cikarang 


&quot;Sudah (dilelang), Warim itu kita ganti nama dengan Akimeugah 1 dan 2. Dengan memotong bagian warim yang masuk ke Taman Lorenz. Nah itu ada ekstra 10% yang kita potong saja itu,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Tutuka menuturkan, pemotongan dilakukan agar tidak menjadi permasalahan dengan lingkungan termasuk dengan UNESCO. Diakuinya, pihaknya juga sudah berbicara dengan KLHK terkait proses ini. Sebab, Indonesia membutuhkan sumber daya yang tepat untuk dikembangkan sehingga pemotongan dan pemecahan ini dilakukan.

BACA JUGA:
Perusahaan Migas Rukun Raharja (RAJA) Raup Laba Rp200,3 Miliar di Kuartal III-2023


&quot;Jadi kita potong LID H, sehingga yang bersinggungan dengan Taman Nasional hilang. Akimeugah 1 dan 2 Sudah kita lelang yang kemarin barengan dengan Natuna itu,&quot; urainya.
Dia pun memastikan pemotongan ini juga tidak berpengaruh signifikan terhadap potensi Warim itu sendiri.
&quot;Giant dia, gede. Jadi Warim itu di Akimeugah itu ada yang gas, ada yang minyak. Besar bukan ukuran kecil. Kita ambil   seberapanya itu masih besar,&quot; lanjutnya.
Namun diakui Tutuka, kondisi infrastruktur di sekitar memang kurang  memadai. Hal itulah yang membuat pihaknya memberikan kategori daerah  berisiko tinggi.
&quot;Jadi kalau untuk minyak ya 50% 50%, kalau untuk gas ya 55% 45%. Yang paling high risk,&quot; imbuhnya.
Dia juga mengungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan-perusahaan  raksasa yang menyatakan minat terhadap blok ini. Namun dirinya belum  bisa menyebutkan secara rinci perusahaan tersebut.
Dia hanya bilang, ada beberapa perusahaan yang telah membeli data  namun belum dikembalikan. Katanya, perusahaan itu juga bukan tergolong  perusahaan kecil.
&quot;Tapi bukan perusahaan kecil. Tapi pada waktunya akan saya sampaikan.  Karena mereka kan belum dikembalikan, nanti kalau kita diomongin tidak  jadi kan. Mereka juga bisa tidak terima kalau kita omongkan bahwa mereka  baru beli data,&quot; paparnya.
&quot;Saya, gini ya, ada yang akhir tahun ini, ada yang awal tahun depan.  Karena ada dua itu, ada Natuna sama Warim. Saya agak lupa yang sampai  Desember itu apakah yang Warim atau yang Natuna. Tapi kalau boleh  dikatakan ya, pokoknya awal tahun depan itu sudah ya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yMi8xLzE3MTAxNy81L3g4bzhvMTg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memecah Wilayah Kerja (WK) yang masuk dalam Blok Warim menjadi Akimeugah I dan Akimeugah II.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Tutuka Ariadji mengungkapkan pemecahan blok itu dilakukan setelah memotong wilayah yang bersinggungan dengan Taman Nasional Lorentz.

BACA JUGA:
Kurangi Impor Sektor Migas dan Tambang, RI Punya Pabrik Baru Rp189 Miliar di Cikarang 


&quot;Sudah (dilelang), Warim itu kita ganti nama dengan Akimeugah 1 dan 2. Dengan memotong bagian warim yang masuk ke Taman Lorenz. Nah itu ada ekstra 10% yang kita potong saja itu,&quot; jelasnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (1/11/2023).
Tutuka menuturkan, pemotongan dilakukan agar tidak menjadi permasalahan dengan lingkungan termasuk dengan UNESCO. Diakuinya, pihaknya juga sudah berbicara dengan KLHK terkait proses ini. Sebab, Indonesia membutuhkan sumber daya yang tepat untuk dikembangkan sehingga pemotongan dan pemecahan ini dilakukan.

BACA JUGA:
Perusahaan Migas Rukun Raharja (RAJA) Raup Laba Rp200,3 Miliar di Kuartal III-2023


&quot;Jadi kita potong LID H, sehingga yang bersinggungan dengan Taman Nasional hilang. Akimeugah 1 dan 2 Sudah kita lelang yang kemarin barengan dengan Natuna itu,&quot; urainya.
Dia pun memastikan pemotongan ini juga tidak berpengaruh signifikan terhadap potensi Warim itu sendiri.
&quot;Giant dia, gede. Jadi Warim itu di Akimeugah itu ada yang gas, ada yang minyak. Besar bukan ukuran kecil. Kita ambil   seberapanya itu masih besar,&quot; lanjutnya.
Namun diakui Tutuka, kondisi infrastruktur di sekitar memang kurang  memadai. Hal itulah yang membuat pihaknya memberikan kategori daerah  berisiko tinggi.
&quot;Jadi kalau untuk minyak ya 50% 50%, kalau untuk gas ya 55% 45%. Yang paling high risk,&quot; imbuhnya.
Dia juga mengungkapkan, sudah ada beberapa perusahaan-perusahaan  raksasa yang menyatakan minat terhadap blok ini. Namun dirinya belum  bisa menyebutkan secara rinci perusahaan tersebut.
Dia hanya bilang, ada beberapa perusahaan yang telah membeli data  namun belum dikembalikan. Katanya, perusahaan itu juga bukan tergolong  perusahaan kecil.
&quot;Tapi bukan perusahaan kecil. Tapi pada waktunya akan saya sampaikan.  Karena mereka kan belum dikembalikan, nanti kalau kita diomongin tidak  jadi kan. Mereka juga bisa tidak terima kalau kita omongkan bahwa mereka  baru beli data,&quot; paparnya.
&quot;Saya, gini ya, ada yang akhir tahun ini, ada yang awal tahun depan.  Karena ada dua itu, ada Natuna sama Warim. Saya agak lupa yang sampai  Desember itu apakah yang Warim atau yang Natuna. Tapi kalau boleh  dikatakan ya, pokoknya awal tahun depan itu sudah ya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
