<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemarau Panjang Bikin Harga Cabai dan Sayuran Melambung Tinggi</title><description>Kemarau panjang membuat harga cabai dan sayuran melambung tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913315/kemarau-panjang-bikin-harga-cabai-dan-sayuran-melambung-tinggi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913315/kemarau-panjang-bikin-harga-cabai-dan-sayuran-melambung-tinggi"/><item><title>Kemarau Panjang Bikin Harga Cabai dan Sayuran Melambung Tinggi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913315/kemarau-panjang-bikin-harga-cabai-dan-sayuran-melambung-tinggi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913315/kemarau-panjang-bikin-harga-cabai-dan-sayuran-melambung-tinggi</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913315/kemarau-panjang-bikin-harga-cabai-dan-sayuran-melambung-tinggi-3LlfoKbNCV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga cabai dan sayur naik (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913315/kemarau-panjang-bikin-harga-cabai-dan-sayuran-melambung-tinggi-3LlfoKbNCV.jpg</image><title>Harga cabai dan sayur naik (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMi80LzE3MzA5Ny81L3g4cDl5NXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOTA MALANG &amp;ndash; Kemarau panjang membuat harga cabai dan sayuran melambung tinggi. Sejumlah harga komoditas pangan di Kota Malang melambung tinggi. Selain beras dan gula, harga pangan seperti cabai rawit merah hingga sayur-sayuran ini melambung tinggi dalam dua hingga tiga pekan terakhir.
Kasyanto, pedagang sayur di Pasar Bunulrejo Malang menyampaikan, bila harga cabai rawit misalnya sudah melambung tinggi sejak dua pekan terakhir. Kenaikan harganya bahkan mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

BACA JUGA:
Harga Cabai Rawit Tembus Rp95.000/Kg, Bawang Merah Gimana?


&quot;Harga cabai rawit merah eceran per kilo Rp 80.000, naiknya sudah dua minggu, sebelumnya Rp 40.000, barangnya sekarang susah,&quot; ucap Kasyanto ditemui MPI, pada Kamis (2/11/2023).
Selain harganya yang mahal, stok cabai rawit merah ini juga susah didapat saat ini. Ia menduga kemarau panjang membuat tanaman cabai rawit sulit bertahan hidup.

BACA JUGA:
Ibu-Ibu! Harga Cabai Rawit Merah Meroket Lagi


&quot;Kalau cabai biasanya pasokan dari luar Jawa, ini kemungkinan naiknya karena pengaruh kemarau panjang dan dari stok lahan sedikit,&quot; ujar pedagang berusia 55 tahun ini.
Tak hanya cabai, kemarau panjang juga membuat harga sayur-sayuran di Malang melambung tinggi. Bahkan harga ini disebutnya, menjadi catatan rekor tertinggi selama ia berjualan sayuran.
&quot;Harga naik juga komoditas sayuran, mungkin karena lahan terbatas,  ini brokoli hijau sekarang Rp 40.000 per kilo sebelumnya Rp 20.000, sawi  hijau Rp 10.000 sebelumnya Rp 8.000, naiknya sejak awal Oktober, tapi  enggak pengaruh tetap laku saja,&quot; terangnya.
Ia memperkirakan kenaikan harga sayur ini terjadi hingga bulan  Desember mendatang, mengingat kini pasokan juga belum sepenuhnya normal.  Dirinya berharap pemerintah bisa segera melakukan campur tangan agar  harga-harga yang melambung tinggi ini bisa terkontrol.
&quot;Ya harapannya bisa dikontrollah, ini kan sudah dua bulan kemarin  beras naik, gula juga naik, sekarang cabai naik, sayur-sayuran naik juga  sejak awal Oktober. Mudah-mudahan cepat turun,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMi80LzE3MzA5Ny81L3g4cDl5NXU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
KOTA MALANG &amp;ndash; Kemarau panjang membuat harga cabai dan sayuran melambung tinggi. Sejumlah harga komoditas pangan di Kota Malang melambung tinggi. Selain beras dan gula, harga pangan seperti cabai rawit merah hingga sayur-sayuran ini melambung tinggi dalam dua hingga tiga pekan terakhir.
Kasyanto, pedagang sayur di Pasar Bunulrejo Malang menyampaikan, bila harga cabai rawit misalnya sudah melambung tinggi sejak dua pekan terakhir. Kenaikan harganya bahkan mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

BACA JUGA:
Harga Cabai Rawit Tembus Rp95.000/Kg, Bawang Merah Gimana?


&quot;Harga cabai rawit merah eceran per kilo Rp 80.000, naiknya sudah dua minggu, sebelumnya Rp 40.000, barangnya sekarang susah,&quot; ucap Kasyanto ditemui MPI, pada Kamis (2/11/2023).
Selain harganya yang mahal, stok cabai rawit merah ini juga susah didapat saat ini. Ia menduga kemarau panjang membuat tanaman cabai rawit sulit bertahan hidup.

BACA JUGA:
Ibu-Ibu! Harga Cabai Rawit Merah Meroket Lagi


&quot;Kalau cabai biasanya pasokan dari luar Jawa, ini kemungkinan naiknya karena pengaruh kemarau panjang dan dari stok lahan sedikit,&quot; ujar pedagang berusia 55 tahun ini.
Tak hanya cabai, kemarau panjang juga membuat harga sayur-sayuran di Malang melambung tinggi. Bahkan harga ini disebutnya, menjadi catatan rekor tertinggi selama ia berjualan sayuran.
&quot;Harga naik juga komoditas sayuran, mungkin karena lahan terbatas,  ini brokoli hijau sekarang Rp 40.000 per kilo sebelumnya Rp 20.000, sawi  hijau Rp 10.000 sebelumnya Rp 8.000, naiknya sejak awal Oktober, tapi  enggak pengaruh tetap laku saja,&quot; terangnya.
Ia memperkirakan kenaikan harga sayur ini terjadi hingga bulan  Desember mendatang, mengingat kini pasokan juga belum sepenuhnya normal.  Dirinya berharap pemerintah bisa segera melakukan campur tangan agar  harga-harga yang melambung tinggi ini bisa terkontrol.
&quot;Ya harapannya bisa dikontrollah, ini kan sudah dua bulan kemarin  beras naik, gula juga naik, sekarang cabai naik, sayur-sayuran naik juga  sejak awal Oktober. Mudah-mudahan cepat turun,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
