<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menperin Bakal Kumpulkan Produsen Motor Listrik, Ada Apa?</title><description>Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya akan mengumpul produsen motor listrik</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913445/menperin-bakal-kumpulkan-produsen-motor-listrik-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913445/menperin-bakal-kumpulkan-produsen-motor-listrik-ada-apa"/><item><title>Menperin Bakal Kumpulkan Produsen Motor Listrik, Ada Apa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913445/menperin-bakal-kumpulkan-produsen-motor-listrik-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/02/320/2913445/menperin-bakal-kumpulkan-produsen-motor-listrik-ada-apa</guid><pubDate>Kamis 02 November 2023 21:15 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913445/menperin-bakal-kumpulkan-produsen-motor-listrik-ada-apa-WPpnShW0LA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menperin Agus Gumiwang Jelaskan Soal Motor Listrik (Foto: MPI).</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/320/2913445/menperin-bakal-kumpulkan-produsen-motor-listrik-ada-apa-WPpnShW0LA.jpg</image><title>Menperin Agus Gumiwang Jelaskan Soal Motor Listrik (Foto: MPI).</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMS8xLzE3MzA1MC81L3g4cDkyMTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya akan mengumpul produsen motor listrik untuk membahas penyeragaman penggunaan jenis baterai swap. Mengingat saat ini penggunaan jenis bateri motor listrik masih berbeda antar produsen.
&quot;Kalau motor kan swap, kalau swap standarnya berbeda-beda kan tidak mudah, jadi nanti yang kita inginkan itu standarisasi baterai motor listrik itu prosesnya itu bottom up,&quot; ujar Menperin saat ditemui di Kantornya, Kamis (2/11/2023).

BACA JUGA:
Bangun Kantor BPJS Ketenagakerjaan di IKN, Jokowi: Lengkapi Fasilitas Pelayanan Masyarakat

Menurutnya penyeragaman baterai kendaraan listrik ini menjadi isu yang cukup menjadi perhatian dari pemerintah untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Targetnya seluruh produsen motor listrik dari ujung barat sampai timur Indonesia mempunyai baterai swap yang seragam, sehingga memudahkan pengguna jika mau menukar baterainya dimanapun berada.
&quot;Jadi asosiasi perusahaan-perusahaan itu harus duduk, kepentingan kita adalah nanti pada suatu hari dan tidak dalam waktu yang panjang itu ada standar, jadi orang beli motor listrik di Aceh atau beli di Jogja dia bisa menggunakan motor listrik ke suatu tempat swap tidak perlu khawatir melakukan swap dimanapun karena baterainya sama,&quot; kata Menperin.

BACA JUGA:
Jokowi Groundbreaking PLTS 50 Mw di IKN

Saat ini, Agus mengaku pihaknya tengah menyusun standar tersendiri untuk penggunaan baterai swap yang nantinya akan digunakan bagi produsen motor listrik di Indonesia. Sehingga yang paling utama adalah membentuk kesepakatan antar produsen motor listrik menggunakan jenis baterai yang sama.&quot;Banyak opsi misalnya kita bisa bikin baterai biasa lah kan ada A, AA, dan AAA. Itu bisa aja tapi paling tidak ada standar nah itu arah dari Kemenperin itu,&quot; kata Memperin.
&quot;Para pelaku itu bukan hanya yang punya pabrik motor tapi yang punya pabrik baterai itu sendiri itu kan harus ada kesepakatan seperti apa yang diinginkan oleh mereka standar baterai itu seperti apa,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMS8xLzE3MzA1MC81L3g4cDkyMTQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan pihaknya akan mengumpul produsen motor listrik untuk membahas penyeragaman penggunaan jenis baterai swap. Mengingat saat ini penggunaan jenis bateri motor listrik masih berbeda antar produsen.
&quot;Kalau motor kan swap, kalau swap standarnya berbeda-beda kan tidak mudah, jadi nanti yang kita inginkan itu standarisasi baterai motor listrik itu prosesnya itu bottom up,&quot; ujar Menperin saat ditemui di Kantornya, Kamis (2/11/2023).

BACA JUGA:
Bangun Kantor BPJS Ketenagakerjaan di IKN, Jokowi: Lengkapi Fasilitas Pelayanan Masyarakat

Menurutnya penyeragaman baterai kendaraan listrik ini menjadi isu yang cukup menjadi perhatian dari pemerintah untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Targetnya seluruh produsen motor listrik dari ujung barat sampai timur Indonesia mempunyai baterai swap yang seragam, sehingga memudahkan pengguna jika mau menukar baterainya dimanapun berada.
&quot;Jadi asosiasi perusahaan-perusahaan itu harus duduk, kepentingan kita adalah nanti pada suatu hari dan tidak dalam waktu yang panjang itu ada standar, jadi orang beli motor listrik di Aceh atau beli di Jogja dia bisa menggunakan motor listrik ke suatu tempat swap tidak perlu khawatir melakukan swap dimanapun karena baterainya sama,&quot; kata Menperin.

BACA JUGA:
Jokowi Groundbreaking PLTS 50 Mw di IKN

Saat ini, Agus mengaku pihaknya tengah menyusun standar tersendiri untuk penggunaan baterai swap yang nantinya akan digunakan bagi produsen motor listrik di Indonesia. Sehingga yang paling utama adalah membentuk kesepakatan antar produsen motor listrik menggunakan jenis baterai yang sama.&quot;Banyak opsi misalnya kita bisa bikin baterai biasa lah kan ada A, AA, dan AAA. Itu bisa aja tapi paling tidak ada standar nah itu arah dari Kemenperin itu,&quot; kata Memperin.
&quot;Para pelaku itu bukan hanya yang punya pabrik motor tapi yang punya pabrik baterai itu sendiri itu kan harus ada kesepakatan seperti apa yang diinginkan oleh mereka standar baterai itu seperti apa,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
