<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar Stimulus Bikin Ekonomi RI Ngegas, DP 0% Mulai Januari 2024</title><description>BI menyiapkan stimulus kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913711/daftar-stimulus-bikin-ekonomi-ri-ngegas-dp-0-mulai-januari-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913711/daftar-stimulus-bikin-ekonomi-ri-ngegas-dp-0-mulai-januari-2024"/><item><title>Daftar Stimulus Bikin Ekonomi RI Ngegas, DP 0% Mulai Januari 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913711/daftar-stimulus-bikin-ekonomi-ri-ngegas-dp-0-mulai-januari-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913711/daftar-stimulus-bikin-ekonomi-ri-ngegas-dp-0-mulai-januari-2024</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 12:46 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/320/2913711/daftar-stimulus-bikin-ekonomi-ri-ngegas-dp-0-mulai-januari-2024-703SZgGfv9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Stimulus ekonomi untuk mendorong kredit (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/320/2913711/daftar-stimulus-bikin-ekonomi-ri-ngegas-dp-0-mulai-januari-2024-703SZgGfv9.jpg</image><title>Stimulus ekonomi untuk mendorong kredit (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) menyiapkan stimulus kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan. BI mengeluarkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada sektor-sektor prioritas yang berlaku sejak 1 Oktober 2023. Sektor-sektor ini termasuk hilirisasi minerba, pertanian, perkebunan, dan perikanan, perumahan (termasuk perumahan rakyat), dan pariwisata dan ekonomi kreatif, UMKM, KUR, Mikro, dan hijau bagi Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS)/Unit Usaha Syariah (UUS).

BACA JUGA:
Kredit Restrukturisasi Covid-19 Turun Jadi Rp316 Triliun


Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebutkan bahwa kebijakan makroprudensial longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga diperkuat lebih lanjut dengan sejumlah langkah lainnya.
&quot;Pertama, BI mempertahankan Rasio Countercyclical Capital Buffer (CCyB) sebesar 0% dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) pada kisaran 84-94%,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, Jumat (3/11/2023).

BACA JUGA:
BRI Dinilai Telah Penuhi Rasio Kredit UMKM


BI juga melanjutkan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit/pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100% untuk semua jenis properti (rumah tapak, rumah susun, dan ruko/rukan) bagi bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF tertentu, berlaku efektif 1 Januari-31 Desember 2024.
&quot;Kami juga melanjutkan pelonggaran ketentuan uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor menjadi paling sedikit 0% untuk semua jenis kendaraan bermotor baru, untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, berlaku efektif 1 Januari-31 Desember 2024,&quot; sambung Perry.
Dia mengatakan, BI melonggarkan likuiditas dengan penurunan rasio  Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 100 bps dari 6%  menjadi 5% untuk BUK, dengan fleksibilitas repo sebesar 5%, dan rasio  PLM syariah sebesar 100 bps dari 4,5% menjadi 3,5% untuk BUS/UUS, dengan  fleksibilitas repo sebesar 3,5%.
&quot;Penurunan ini juga ditujukan untuk memberikan fleksibilitas  pengelolaan likuiditas oleh perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan  dan mendorong pendalaman pasar keuangan, berlaku mulai 1 Desember 2023,  serta memperkuat pendalaman kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar  Kredit (SBDK) dengan fokus pada suku bunga kredit per sektor ekonomi,&quot;  pungkas Perry.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNC8xMS80LzE2NTE0OC81L3g4ano2NWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bank Indonesia (BI) menyiapkan stimulus kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit/pembiayaan perbankan. BI mengeluarkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) kepada sektor-sektor prioritas yang berlaku sejak 1 Oktober 2023. Sektor-sektor ini termasuk hilirisasi minerba, pertanian, perkebunan, dan perikanan, perumahan (termasuk perumahan rakyat), dan pariwisata dan ekonomi kreatif, UMKM, KUR, Mikro, dan hijau bagi Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS)/Unit Usaha Syariah (UUS).

BACA JUGA:
Kredit Restrukturisasi Covid-19 Turun Jadi Rp316 Triliun


Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebutkan bahwa kebijakan makroprudensial longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan juga diperkuat lebih lanjut dengan sejumlah langkah lainnya.
&quot;Pertama, BI mempertahankan Rasio Countercyclical Capital Buffer (CCyB) sebesar 0% dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) pada kisaran 84-94%,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, Jumat (3/11/2023).

BACA JUGA:
BRI Dinilai Telah Penuhi Rasio Kredit UMKM


BI juga melanjutkan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) kredit/pembiayaan properti menjadi paling tinggi 100% untuk semua jenis properti (rumah tapak, rumah susun, dan ruko/rukan) bagi bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF tertentu, berlaku efektif 1 Januari-31 Desember 2024.
&quot;Kami juga melanjutkan pelonggaran ketentuan uang muka kredit/pembiayaan kendaraan bermotor menjadi paling sedikit 0% untuk semua jenis kendaraan bermotor baru, untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor otomotif dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko, berlaku efektif 1 Januari-31 Desember 2024,&quot; sambung Perry.
Dia mengatakan, BI melonggarkan likuiditas dengan penurunan rasio  Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 100 bps dari 6%  menjadi 5% untuk BUK, dengan fleksibilitas repo sebesar 5%, dan rasio  PLM syariah sebesar 100 bps dari 4,5% menjadi 3,5% untuk BUS/UUS, dengan  fleksibilitas repo sebesar 3,5%.
&quot;Penurunan ini juga ditujukan untuk memberikan fleksibilitas  pengelolaan likuiditas oleh perbankan dalam penyaluran kredit/pembiayaan  dan mendorong pendalaman pasar keuangan, berlaku mulai 1 Desember 2023,  serta memperkuat pendalaman kebijakan transparansi Suku Bunga Dasar  Kredit (SBDK) dengan fokus pada suku bunga kredit per sektor ekonomi,&quot;  pungkas Perry.
</content:encoded></item></channel></rss>
