<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Buka-bukaan soal Hasil Stress Test Keuangan RI, Aman?</title><description>Bank Indonesia bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti berbagai perkembangan kondisi global baru-baru ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913717/sri-mulyani-buka-bukaan-soal-hasil-stress-test-keuangan-ri-aman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913717/sri-mulyani-buka-bukaan-soal-hasil-stress-test-keuangan-ri-aman"/><item><title>Sri Mulyani Buka-bukaan soal Hasil Stress Test Keuangan RI, Aman?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913717/sri-mulyani-buka-bukaan-soal-hasil-stress-test-keuangan-ri-aman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913717/sri-mulyani-buka-bukaan-soal-hasil-stress-test-keuangan-ri-aman</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 12:52 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/320/2913717/sri-mulyani-buka-bukaan-soal-hasil-stress-test-keuangan-ri-aman-4qyUnIa1ct.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI dan Menkeu Sri Mulyani buka-bukaan soal hasil stress test keuangan Indonesia. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/320/2913717/sri-mulyani-buka-bukaan-soal-hasil-stress-test-keuangan-ri-aman-4qyUnIa1ct.jpg</image><title>BI dan Menkeu Sri Mulyani buka-bukaan soal hasil stress test keuangan Indonesia. (Foto: MPI)</title></images><description>


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti berbagai perkembangan kondisi global baru-baru ini.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebut bahwa sejumlah indikator dimasukkan ke dalam stress test, antara lain perlambatan dan divergensi global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres Sebut Bank Indonesia Hamzah Washal Terbesar, Ini Alasannya

&quot;Kenaikan suku bunga Fed Funds Rate maupun surat utang obligasi di AS maupun global. Meningkatnya harga minyak maupun juga sejumlah faktor geopolitik sampai dengan fenomena El Nino,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, Jumat (3/11/2023).
Dia menyebut, secara keseluruhan hasil stress test menunjukan bahwa sektor keuangan Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat dalam menghadapi berbagai tekanan. Itu dengan bantalan atau buffer terhadap risiko yang memadai.
&quot;Bantalan atau buffer terhadap risiko ini tercermin pada satu permodalan perbankan yang kuat, capital yang secara industri di atas 25%. Kedua, likuiditas juga lebih dari cukup. Bantalannya, likuiditas juga lebih cukup antara lain rasio alat likuiditas per DPK itu sekitar 26%,&quot; tambah Perry.
Terlebih lagi, BI menyediakan insentif likuiditas sisanya dari kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) masih sekitar Rp20 triliun dari yang sudah disetorkan Rp50 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Hampir Rp16.000/USD, Sri Mulyani Beri Peringatan ke Bos-Bos Perusahaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Apalagi penyangga likuiditas juga bertambah Rp81 triliun, jadi likuiditas itu bantalannya besar dan rasio kredit bermasalahnya juga rendah,&quot; sambung Perry.Kemudian, bantalan keempat, sebut dia, berupa cadangan kerugian penurunan nilai di perbankan yang cukup.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dolar AS Terus Naik Tinggi, Ini Penjelasan Sri Mulyani

&quot;Kesimpulannya, secara umum sektor keuangan Indonesia memiliki ketahanan yang kuat dengan bantalan permodalan yang solid, likuiditas lebih dari cukup, dan juga NPL yang rendah,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani menyoroti berbagai perkembangan kondisi global baru-baru ini.
Gubernur BI, Perry Warjiyo menyebut bahwa sejumlah indikator dimasukkan ke dalam stress test, antara lain perlambatan dan divergensi global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Wapres Sebut Bank Indonesia Hamzah Washal Terbesar, Ini Alasannya

&quot;Kenaikan suku bunga Fed Funds Rate maupun surat utang obligasi di AS maupun global. Meningkatnya harga minyak maupun juga sejumlah faktor geopolitik sampai dengan fenomena El Nino,&quot; ungkap Perry dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, Jumat (3/11/2023).
Dia menyebut, secara keseluruhan hasil stress test menunjukan bahwa sektor keuangan Indonesia memiliki ketahanan yang cukup kuat dalam menghadapi berbagai tekanan. Itu dengan bantalan atau buffer terhadap risiko yang memadai.
&quot;Bantalan atau buffer terhadap risiko ini tercermin pada satu permodalan perbankan yang kuat, capital yang secara industri di atas 25%. Kedua, likuiditas juga lebih dari cukup. Bantalannya, likuiditas juga lebih cukup antara lain rasio alat likuiditas per DPK itu sekitar 26%,&quot; tambah Perry.
Terlebih lagi, BI menyediakan insentif likuiditas sisanya dari kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) masih sekitar Rp20 triliun dari yang sudah disetorkan Rp50 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Rupiah Hampir Rp16.000/USD, Sri Mulyani Beri Peringatan ke Bos-Bos Perusahaan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Apalagi penyangga likuiditas juga bertambah Rp81 triliun, jadi likuiditas itu bantalannya besar dan rasio kredit bermasalahnya juga rendah,&quot; sambung Perry.Kemudian, bantalan keempat, sebut dia, berupa cadangan kerugian penurunan nilai di perbankan yang cukup.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Dolar AS Terus Naik Tinggi, Ini Penjelasan Sri Mulyani

&quot;Kesimpulannya, secara umum sektor keuangan Indonesia memiliki ketahanan yang kuat dengan bantalan permodalan yang solid, likuiditas lebih dari cukup, dan juga NPL yang rendah,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
