<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harta Karun Migas Papua Dilelang, Diincar Perusahaan Raksasa</title><description>Kementerian ESDM mengungkapkan kriteria perusahaan yang tertarik dengan Blok Warim.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913860/harta-karun-migas-papua-dilelang-diincar-perusahaan-raksasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913860/harta-karun-migas-papua-dilelang-diincar-perusahaan-raksasa"/><item><title>Harta Karun Migas Papua Dilelang, Diincar Perusahaan Raksasa</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913860/harta-karun-migas-papua-dilelang-diincar-perusahaan-raksasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2913860/harta-karun-migas-papua-dilelang-diincar-perusahaan-raksasa</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/320/2913860/harta-karun-migas-papua-dilelang-diincar-perusahaan-raksasa-4naWgcfUFS.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri ESDM Arifin Tasrif bahas soal pelelangan harta karun migas di Papua. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/320/2913860/harta-karun-migas-papua-dilelang-diincar-perusahaan-raksasa-4naWgcfUFS.JPG</image><title>Menteri ESDM Arifin Tasrif bahas soal pelelangan harta karun migas di Papua. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMC8xLzE2ODUzMi81L3g4bXZxeTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian ESDM mengungkapkan kriteria perusahaan yang tertarik dengan Blok Warim yang saat ini telah dibagi menjadi dua wilayah kerja (WK) yakni Akimeugah 1 dan Akimeugah 2.

Adapun Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan perusahan yang mengincarnya itu tergolong perusahaan besar. Serta memang mampu melakukan eksplorasi di daerah-daerah sulit.
Seperti diketahui, kawasan Blok Warim ini memang telah dikategorikan sebagai daerah berisiko tinggi oleh pemerintah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Begini Tantangan Kelola Blok Migas Tertua di Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ya perusahaan besar dong, yang mampu di daerah-daerah sulit. Yang kemudian punya kemampuan besar. Karena kalau kita kasih yang tidak mampu dia (akan) cari partner lagi akhirnya jadi mahal, jadi lama,&quot; katanya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11/2023).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Tutuka Ariadji mengatakan bahwa sudah ada beberapa perusahaan-perusahaan raksasa menyatakan minat terhadap blok yang berada d Namun dirinya belum bisa menyebutkan secara rinci perusahaan tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Era Transisi Energi, Ternyata Migas Jadi Industri Tertua di Indonesia

Dia hanya bilang, ada beberapa perusahaan yang telah membeli data namun belum dikembalikan. Katanya, perusahaan itu juga bukan tergolong perusahaan kecil.
&quot;Tapi bukan perusahaan kecil. Tapi pada waktunya akan saya sampaikan. Karena mereka kan belum dikembalikan, nanti kalau kita diomongin tidak jadi kan. Mereka juga bisa tidak terima kalau kita omongkan bahwa mereka baru beli data,&quot; katanya.



&quot;Saya, gini ya, ada yang akhir tahun ini, ada yang awal tahun depan. Karena ada dua itu, ada Natuna sama Warim. Saya agak lupa yang sampai Desember itu apakah yang Warim atau yang Natuna. Tapi kalau boleh dikatakan ya, pokoknya awal tahun depan itu sudah ya,&quot; pungkas Tutuka.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wNy8zMC8xLzE2ODUzMi81L3g4bXZxeTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian ESDM mengungkapkan kriteria perusahaan yang tertarik dengan Blok Warim yang saat ini telah dibagi menjadi dua wilayah kerja (WK) yakni Akimeugah 1 dan Akimeugah 2.

Adapun Menteri ESDM Arifin Tasrif memastikan perusahan yang mengincarnya itu tergolong perusahaan besar. Serta memang mampu melakukan eksplorasi di daerah-daerah sulit.
Seperti diketahui, kawasan Blok Warim ini memang telah dikategorikan sebagai daerah berisiko tinggi oleh pemerintah.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Begini Tantangan Kelola Blok Migas Tertua di Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Ya perusahaan besar dong, yang mampu di daerah-daerah sulit. Yang kemudian punya kemampuan besar. Karena kalau kita kasih yang tidak mampu dia (akan) cari partner lagi akhirnya jadi mahal, jadi lama,&quot; katanya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11/2023).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Tutuka Ariadji mengatakan bahwa sudah ada beberapa perusahaan-perusahaan raksasa menyatakan minat terhadap blok yang berada d Namun dirinya belum bisa menyebutkan secara rinci perusahaan tersebut.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Era Transisi Energi, Ternyata Migas Jadi Industri Tertua di Indonesia

Dia hanya bilang, ada beberapa perusahaan yang telah membeli data namun belum dikembalikan. Katanya, perusahaan itu juga bukan tergolong perusahaan kecil.
&quot;Tapi bukan perusahaan kecil. Tapi pada waktunya akan saya sampaikan. Karena mereka kan belum dikembalikan, nanti kalau kita diomongin tidak jadi kan. Mereka juga bisa tidak terima kalau kita omongkan bahwa mereka baru beli data,&quot; katanya.



&quot;Saya, gini ya, ada yang akhir tahun ini, ada yang awal tahun depan. Karena ada dua itu, ada Natuna sama Warim. Saya agak lupa yang sampai Desember itu apakah yang Warim atau yang Natuna. Tapi kalau boleh dikatakan ya, pokoknya awal tahun depan itu sudah ya,&quot; pungkas Tutuka.</content:encoded></item></channel></rss>
