<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Pertalite Kapan Turun? Ini Bocoran Menteri ESDM</title><description>PT Pertamina (Persero) telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi per 1 November 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2914005/harga-pertalite-kapan-turun-ini-bocoran-menteri-esdm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2914005/harga-pertalite-kapan-turun-ini-bocoran-menteri-esdm"/><item><title>Harga Pertalite Kapan Turun? Ini Bocoran Menteri ESDM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2914005/harga-pertalite-kapan-turun-ini-bocoran-menteri-esdm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/03/320/2914005/harga-pertalite-kapan-turun-ini-bocoran-menteri-esdm</guid><pubDate>Jum'at 03 November 2023 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/03/320/2914005/harga-pertalite-kapan-turun-ini-bocoran-menteri-esdm-wgh7DPHqy4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga BBM Pertalite Kapan Turun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/03/320/2914005/harga-pertalite-kapan-turun-ini-bocoran-menteri-esdm-wgh7DPHqy4.jpg</image><title>Harga BBM Pertalite Kapan Turun (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi per 1 November 2023. Salah satunya Pertamax yang kini turun harga menjadi Rp13.400 dari sebelumnya Rp14.000 per liter pada 1 Oktober 2023.
Lantas kapan penurunan harga Pertalite?

BACA JUGA:
Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Vivo, Shell hingga BP AKR, Lebih Murah Mana?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada dasarnya pergerakan harga BBM non subsidi mengikuti harga minyak mentah di pasar internasional.
&quot;Jadi kalau BBM non subsidi itu bebas (sesuai pasar), mengikuti indeks harga minyak internasional. Minyak kan sempat USD92, USD96 juga kan pernah ya, sekarang balik lagi USD86, jadi fluktuasi,&quot; ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11/2023).

BACA JUGA:
Harga BBM Pertamina Turun, Pertamax Rp13.400 per Liter&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun demikian ketika ditanya perihal kapan penurunan harga Pertalite, Arifin tak merespon secara tegas. Sebab, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak serta-merta langsung mengalami perubahan harga ketika terjadi gejolak harga minyak mentah.Sebab, penetapan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar bergantung pada keputusan pemerintah yang memperhitungkan sejumlah faktor, termasuk kemampuan anggaran subsidi.
Hal itu pula yang membuat harga Pertalite tidak mengalami kenaikan ketika tren harga minyak mentah naik, begitu pun sebaliknya ketika harga minyak mentah turun.
Arifin pun menegaskan, untuk saat ini memang harga Pertalite tidak ikut turun. Meski begitu, ia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait potensi penurunan harga Pertalite ke depannya.
&quot;Jadi ini (BBM non subsidi) turun-naiknya itu mengikuti fluktuasi harga minyak internasional, tapi yang BBM subsidi (harganya) tetap,&quot; kata dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Tutuka Ariadji pun mengungkapkan harga keekonomian Pertalite masih lebih tinggi Rp2.000 per liter dibandingkan harga jualnya saat ini. Sehingga apabila dihitung maka
&quot;Oh masih lebih. Harga ekonominya masih lebih (dari harga jual). Lebihnya bisa sekitar Rp2 ribuan,&quot; ujarnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (1/11/2023) lalu.
Sehingga dirinya mengaku belum melihat peluang penurunan harga Pertalite. &quot;Kita belum melihat itu,&quot; urainya.
Lebih lanjut, Tutuka juga mengaku bahwa harga minyak saat ini memang masih tidak stabil. Sebab, ketika perang Hamas-Israel memanas namun harga minyak mentah dunia ternyata menurun.
&quot;Coba Anda lihat bahwa Hamas makin keras, tetapi harga minyak bisa turun. Jadi artinya apa, Artinya Arab Saudi yang betul-betul menjaga dan mengurangi supaya harga tetap. Sejak kemarin dia mengurangi suplai. Tapi pada saat tentu dia akan menambah suplai. Jadi ya perannya Saudi Arabia itu dan OPEC+ itu menentukan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - PT Pertamina (Persero) telah menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi per 1 November 2023. Salah satunya Pertamax yang kini turun harga menjadi Rp13.400 dari sebelumnya Rp14.000 per liter pada 1 Oktober 2023.
Lantas kapan penurunan harga Pertalite?

BACA JUGA:
Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina, Vivo, Shell hingga BP AKR, Lebih Murah Mana?&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada dasarnya pergerakan harga BBM non subsidi mengikuti harga minyak mentah di pasar internasional.
&quot;Jadi kalau BBM non subsidi itu bebas (sesuai pasar), mengikuti indeks harga minyak internasional. Minyak kan sempat USD92, USD96 juga kan pernah ya, sekarang balik lagi USD86, jadi fluktuasi,&quot; ujarnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11/2023).

BACA JUGA:
Harga BBM Pertamina Turun, Pertamax Rp13.400 per Liter&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Namun demikian ketika ditanya perihal kapan penurunan harga Pertalite, Arifin tak merespon secara tegas. Sebab, harga BBM bersubsidi seperti Pertalite tidak serta-merta langsung mengalami perubahan harga ketika terjadi gejolak harga minyak mentah.Sebab, penetapan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar bergantung pada keputusan pemerintah yang memperhitungkan sejumlah faktor, termasuk kemampuan anggaran subsidi.
Hal itu pula yang membuat harga Pertalite tidak mengalami kenaikan ketika tren harga minyak mentah naik, begitu pun sebaliknya ketika harga minyak mentah turun.
Arifin pun menegaskan, untuk saat ini memang harga Pertalite tidak ikut turun. Meski begitu, ia tidak menjelaskan lebih lanjut terkait potensi penurunan harga Pertalite ke depannya.
&quot;Jadi ini (BBM non subsidi) turun-naiknya itu mengikuti fluktuasi harga minyak internasional, tapi yang BBM subsidi (harganya) tetap,&quot; kata dia.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Tutuka Ariadji pun mengungkapkan harga keekonomian Pertalite masih lebih tinggi Rp2.000 per liter dibandingkan harga jualnya saat ini. Sehingga apabila dihitung maka
&quot;Oh masih lebih. Harga ekonominya masih lebih (dari harga jual). Lebihnya bisa sekitar Rp2 ribuan,&quot; ujarnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (1/11/2023) lalu.
Sehingga dirinya mengaku belum melihat peluang penurunan harga Pertalite. &quot;Kita belum melihat itu,&quot; urainya.
Lebih lanjut, Tutuka juga mengaku bahwa harga minyak saat ini memang masih tidak stabil. Sebab, ketika perang Hamas-Israel memanas namun harga minyak mentah dunia ternyata menurun.
&quot;Coba Anda lihat bahwa Hamas makin keras, tetapi harga minyak bisa turun. Jadi artinya apa, Artinya Arab Saudi yang betul-betul menjaga dan mengurangi supaya harga tetap. Sejak kemarin dia mengurangi suplai. Tapi pada saat tentu dia akan menambah suplai. Jadi ya perannya Saudi Arabia itu dan OPEC+ itu menentukan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
