<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>29 Perusahaan Masuk Pipeline IPO, Mayoritas Kelas Menengah</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saat ini terdapat 29 perusahaan yang mengantre dalam pipeline initial public offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/278/2914431/29-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-mayoritas-kelas-menengah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/278/2914431/29-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-mayoritas-kelas-menengah"/><item><title>29 Perusahaan Masuk Pipeline IPO, Mayoritas Kelas Menengah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/278/2914431/29-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-mayoritas-kelas-menengah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/278/2914431/29-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-mayoritas-kelas-menengah</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2023 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/04/278/2914431/29-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-mayoritas-kelas-menengah-PfZGa2DG5E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">29 perusahaan antre IPO (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/04/278/2914431/29-perusahaan-masuk-pipeline-ipo-mayoritas-kelas-menengah-PfZGa2DG5E.jpg</image><title>29 perusahaan antre IPO (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saat ini terdapat 29 perusahaan yang mengantre dalam pipeline initial public offering (IPO).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sampai dengan 3 November 2023, telah ada 74 perusahaan baru yang mencatatkan saham atau IPO di BEI. Adapun total dana yang mampu dihimpun adalah sebesar Rp53,11 triliun.

BACA JUGA:
BEI Denda Rp225 Juta ke Bumiputera Sekuritas (ZR), Ini Alasannya

&amp;ldquo;Hingga saat ini, terdapat 29 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. 17 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar),&amp;rdquo; kata Nyoman kepada media, Sabtu (4/11/2023).
Dengan merujuk klasifikasi tersebut, Nyoman mengatakan mayoritas dengan 17 perusahaan dalam pipeline IPO termasuk berskala menengah. Selain itu, tidak terdapat perusahaan aset skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.

BACA JUGA:
BEI Apresiasi IDX Channel Dorong Literasi Pasar Modal Lewat Ebook INVESTED

Kemudian, 12 dua belas perusahaan aset skala besar di atas Rp250 miliar. Sebagai informasi, daftar tersebut adalah klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017.
Nyoman juga membeberkan jika perusahaan dari sektor konsumer non siklikal dan siklikal menjadi yang paling banyak mengantre dengan masing-masing 5 perusahaan. Lalu ada 4 perusahaan masing-masing teknologi dan infrastruktur.3 perusahaan dari masing-masing sektor energi dan industri. Kemudian ada 1 perusahaan dari sektor kesehatan. Sebelumnya, BEI mencatatkan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) mulai mencatatkan sahamnya di Papan Akselerasi BEI pada Senin (31/10).
UDNG merupakan perusahaan ke-74 yang tercatat di BEI pada tahun 2023 dan bergerak pada sektor Barang Konsumen Primer dengan sub industri Ikan, Daging &amp;amp; Produk Unggas.
Berikut ini adalah rincian sektor dari masing-masing calon emiten berdasarkan data BEI:
&amp;bull; 0 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp50 Miliar)
&amp;bull; 17 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar)
&amp;bull; 12 Perusahaan aset skala besar. (aset diatas Rp250 Miliar) dan rincian sektornya adalah sebagai berikut:
&amp;bull; 4 Perusahaan dari sektor Basic Materials;
&amp;bull; 5 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;
&amp;bull; 5 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;
&amp;bull; 3 Perusahaan dari sektor Energy;
&amp;bull; 1 Perusahaan dari sektor Healthcare;
&amp;bull; 3 Perusahaan dari sektor Industrials;
&amp;bull; 4 Perusahaan dari sektor Infrastructures;
&amp;bull; 4 Perusahaan dari sektor Technology;
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat saat ini terdapat 29 perusahaan yang mengantre dalam pipeline initial public offering (IPO).
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, sampai dengan 3 November 2023, telah ada 74 perusahaan baru yang mencatatkan saham atau IPO di BEI. Adapun total dana yang mampu dihimpun adalah sebesar Rp53,11 triliun.

BACA JUGA:
BEI Denda Rp225 Juta ke Bumiputera Sekuritas (ZR), Ini Alasannya

&amp;ldquo;Hingga saat ini, terdapat 29 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. 17 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar),&amp;rdquo; kata Nyoman kepada media, Sabtu (4/11/2023).
Dengan merujuk klasifikasi tersebut, Nyoman mengatakan mayoritas dengan 17 perusahaan dalam pipeline IPO termasuk berskala menengah. Selain itu, tidak terdapat perusahaan aset skala kecil dengan aset di bawah Rp50 miliar.

BACA JUGA:
BEI Apresiasi IDX Channel Dorong Literasi Pasar Modal Lewat Ebook INVESTED

Kemudian, 12 dua belas perusahaan aset skala besar di atas Rp250 miliar. Sebagai informasi, daftar tersebut adalah klasifikasi aset perusahaan yang saat ini berada dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017.
Nyoman juga membeberkan jika perusahaan dari sektor konsumer non siklikal dan siklikal menjadi yang paling banyak mengantre dengan masing-masing 5 perusahaan. Lalu ada 4 perusahaan masing-masing teknologi dan infrastruktur.3 perusahaan dari masing-masing sektor energi dan industri. Kemudian ada 1 perusahaan dari sektor kesehatan. Sebelumnya, BEI mencatatkan saham PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) mulai mencatatkan sahamnya di Papan Akselerasi BEI pada Senin (31/10).
UDNG merupakan perusahaan ke-74 yang tercatat di BEI pada tahun 2023 dan bergerak pada sektor Barang Konsumen Primer dengan sub industri Ikan, Daging &amp;amp; Produk Unggas.
Berikut ini adalah rincian sektor dari masing-masing calon emiten berdasarkan data BEI:
&amp;bull; 0 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp50 Miliar)
&amp;bull; 17 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar)
&amp;bull; 12 Perusahaan aset skala besar. (aset diatas Rp250 Miliar) dan rincian sektornya adalah sebagai berikut:
&amp;bull; 4 Perusahaan dari sektor Basic Materials;
&amp;bull; 5 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;
&amp;bull; 5 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;
&amp;bull; 3 Perusahaan dari sektor Energy;
&amp;bull; 1 Perusahaan dari sektor Healthcare;
&amp;bull; 3 Perusahaan dari sektor Industrials;
&amp;bull; 4 Perusahaan dari sektor Infrastructures;
&amp;bull; 4 Perusahaan dari sektor Technology;
</content:encoded></item></channel></rss>
