<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Syarat Indonesia Bisa Swasembada Pangan</title><description>Syarat Indonesia bisa mencapai swasembada pangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/320/2914361/syarat-indonesia-bisa-swasembada-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/320/2914361/syarat-indonesia-bisa-swasembada-pangan"/><item><title>Syarat Indonesia Bisa Swasembada Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/320/2914361/syarat-indonesia-bisa-swasembada-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/320/2914361/syarat-indonesia-bisa-swasembada-pangan</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2023 15:09 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/04/320/2914361/syarat-indonesia-bisa-swasembada-pangan-E0WFWabgKc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Syarat Indonesia jadi swasembada pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/04/320/2914361/syarat-indonesia-bisa-swasembada-pangan-E0WFWabgKc.jpg</image><title>Syarat Indonesia jadi swasembada pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC80LzE3MTkzNi81L3g4b3Bna2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Syarat Indonesia bisa mencapai swasembada pangan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman optimis Indonesia mampu mencapai swasembada pangan. Bukan hanya itu, Amran juga optimis Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.
Karena menurutnya saat ini masih banyak lahan potensial yang belum tergarap maksimal di Indonesia. Bahkan menurut Amran setidaknya Indonesia masih punya 10 juta hektare lahan potensial untuk pertanian.

BACA JUGA:
Jadi Mentan Lagi, Amran Sulaiman Singgung Swasembada Pangan

&amp;ldquo;Ada 10 juta hektare lahan berupa rawa yang bisa kita sulap menjadi lahan produktif. Kalau kita bisa tambahkan itu, indonesia bahkan bisa menjadi lumbung pangan dunia,&amp;rdquo; ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/11/2023).
Untuk bisa swasembada, pertanian Indonesia perlu beralih dari cara tradisional menjadi modern. Amran menyebutkan, modernisasi bisa dilakukan bila petani mampu memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang tepat guna.

BACA JUGA:
Mentan Amran Bakal Tekan Kouta Impor Beras Jadi 0 dan Swasembada, Bisa?

Kita tidak akan bisa memanfaatkan 10 juta hektare lahan tadi kalau kita hanya menggunakan cara-cara tradisional. Karena itu, kita perlu masifkan penggunaan alsintan. Traktor, drone untuk menebar benih, transplanter, dan alsintan lainnya harus kita gunakan untuk tingkatkan produktivitas ,&amp;rdquo; ujarnya.
Amran turut menyebutkan persoalan pupuk juga menjadi salah satu yang menjadi perhatiannya. Saat ini, penggunaan kartu tani kurang efektif karena banyak petani yang tidak bisa menggunakannya.&amp;ldquo;Selama seminggu ini kami pelajari, ternyata banyak petani yang tinggal di pegunungan atau pedalaman yang kartu taninya tidak bisa digunakan. Karena itu, semoga dalam satu atau dua hari ke depan, kami bisa keluarkan peraturan bahwa hanya dengan KTP, petani bisa mengakses pupuk subsidi,&amp;rdquo; sebutnya.
Amran pun mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan swasembada pangan membutuhkan kebijakan yang tepat. Bila penanganannya salah, maka akibatnya akan fatal.
&amp;ldquo;Pertanian kita tidak akan maju bila kita menggunakan cara-cara yang tidak biasa. Maka banyak peraturan yang harus kita bongkar agar semua (pelaku pertanian) bisa bergerak lebih cepat,&amp;rdquo; tutur Amran.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xMC80LzE3MTkzNi81L3g4b3Bna2I=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Syarat Indonesia bisa mencapai swasembada pangan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman optimis Indonesia mampu mencapai swasembada pangan. Bukan hanya itu, Amran juga optimis Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.
Karena menurutnya saat ini masih banyak lahan potensial yang belum tergarap maksimal di Indonesia. Bahkan menurut Amran setidaknya Indonesia masih punya 10 juta hektare lahan potensial untuk pertanian.

BACA JUGA:
Jadi Mentan Lagi, Amran Sulaiman Singgung Swasembada Pangan

&amp;ldquo;Ada 10 juta hektare lahan berupa rawa yang bisa kita sulap menjadi lahan produktif. Kalau kita bisa tambahkan itu, indonesia bahkan bisa menjadi lumbung pangan dunia,&amp;rdquo; ujar Amran dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (4/11/2023).
Untuk bisa swasembada, pertanian Indonesia perlu beralih dari cara tradisional menjadi modern. Amran menyebutkan, modernisasi bisa dilakukan bila petani mampu memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang tepat guna.

BACA JUGA:
Mentan Amran Bakal Tekan Kouta Impor Beras Jadi 0 dan Swasembada, Bisa?

Kita tidak akan bisa memanfaatkan 10 juta hektare lahan tadi kalau kita hanya menggunakan cara-cara tradisional. Karena itu, kita perlu masifkan penggunaan alsintan. Traktor, drone untuk menebar benih, transplanter, dan alsintan lainnya harus kita gunakan untuk tingkatkan produktivitas ,&amp;rdquo; ujarnya.
Amran turut menyebutkan persoalan pupuk juga menjadi salah satu yang menjadi perhatiannya. Saat ini, penggunaan kartu tani kurang efektif karena banyak petani yang tidak bisa menggunakannya.&amp;ldquo;Selama seminggu ini kami pelajari, ternyata banyak petani yang tinggal di pegunungan atau pedalaman yang kartu taninya tidak bisa digunakan. Karena itu, semoga dalam satu atau dua hari ke depan, kami bisa keluarkan peraturan bahwa hanya dengan KTP, petani bisa mengakses pupuk subsidi,&amp;rdquo; sebutnya.
Amran pun mengungkapkan bahwa untuk mewujudkan swasembada pangan membutuhkan kebijakan yang tepat. Bila penanganannya salah, maka akibatnya akan fatal.
&amp;ldquo;Pertanian kita tidak akan maju bila kita menggunakan cara-cara yang tidak biasa. Maka banyak peraturan yang harus kita bongkar agar semua (pelaku pertanian) bisa bergerak lebih cepat,&amp;rdquo; tutur Amran.</content:encoded></item></channel></rss>
