<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menparekraf Dorong Santri Berwirausaha Berbasis Digital</title><description>Menparekraf Sandiaga Uno mendorong para santri untuk berwirausaha (santripreneur) sekaligus mengembangkannya berbasis digital.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/455/2914391/menparekraf-dorong-santri-berwirausaha-berbasis-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/455/2914391/menparekraf-dorong-santri-berwirausaha-berbasis-digital"/><item><title>Menparekraf Dorong Santri Berwirausaha Berbasis Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/455/2914391/menparekraf-dorong-santri-berwirausaha-berbasis-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/455/2914391/menparekraf-dorong-santri-berwirausaha-berbasis-digital</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2023 16:21 WIB</pubDate><dc:creator>Eka Setiawan </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/04/455/2914391/menparekraf-dorong-santri-berwirausaha-berbasis-digital-oRXwP8NbCO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sandiaga Uno dorong santri berwirausaha (Foto: Eka Setiawan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/04/455/2914391/menparekraf-dorong-santri-berwirausaha-berbasis-digital-oRXwP8NbCO.jpg</image><title>Sandiaga Uno dorong santri berwirausaha (Foto: Eka Setiawan)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC8xLzE3MjM4NC81L3g4b3gzc2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEMARANG &amp;ndash; Menparekraf Sandiaga Uno mendorong para santri untuk berwirausaha (santripreneur) sekaligus mengembangkannya berbasis digital.
&amp;ldquo;Santripreneur jadi satu program di Kemenparekraf yang menjadi andalan kita dan akan kita tingkatkan ke depan,&amp;rdquo; ungkap Sandi Uno usai kegiatan Launching Santripreneur dan Pengukuhan DPAC Forum Komunikasi Pondok Pesantren se-Kota Semarang di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Sabtu (4/11/2023).

BACA JUGA:
Sandiaga Uno di Unhas Paparkan Konsep Ekonomi Hijau untuk Dorong Terbukanya Peluang Usaha

Sandi Uno mengemukakan, hal itu potensial digarap mengingat saat ini ada sekira 5 juta santri yang tersebar di 28 ribu pesantren di Indonesia. Namun, belum semuanya mau menjadi santripreneur.

BACA JUGA:
Sandiaga Uno: Ekonomi Hijau Akan Bawa Indonesia Sejahtera, Adil dan Makmur

Padahal, sebut Sandi, saat ini infrastruktur digital di Indonesia sudah baik dan akan terus ditingkatkan. Secara data lebih dari 133% populasi di Indonesia sudah menggunakan perangkat telekomunikasi berbasis digital. Artinya, total populasi di Indonesia sebesar 277,7 juta sementara gadget handphone yang beredar di Indonesia mencapai angka 370,1 juta atau sebesar 133,3% dari populasi.
&amp;ldquo;Inovasi adalah landasan para santri, orientasinya menciptakan lapangan kerja bukan cari kerja. Inovasi dan adaptasi ini harus dilengkapi dengan kolaborasi. Ada 10 produk santripreneur (berbasis digital) yang luar biasa,&amp;rdquo; sambungnya.Berangkat dari situ, Sandi Uno mendorong para santri bisa mampu untuk mengeluarkan produk-produk seperti aplikasi yang berkaitan dengan kehidupan pesantren.
Pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan K.H. Fadlolan Musyafa menambahkan saat ini santri-santri sudah mampu membuat aplikasi digital.
&amp;ldquo;Kayak (aplikasi) SPP, sangu (uang saku) dan sebagainya dan dikontrol orangtua langsung,&amp;rdquo; tambahnya saat mendampingi Sandi Uno di sesi doorstop media.
Pada kegiatan itu, Sandi Uno sempat berkeliling ke stan-stan wirausaha para santri di sana dan membelinya. Stan wirausaha santri itu mulai dari menjual makanan ringan, minuman, kaus sablon hingga parfum. Sandi Uno mengapresiasi apa yang dilakukan para santri itu.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8xOC8xLzE3MjM4NC81L3g4b3gzc2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
SEMARANG &amp;ndash; Menparekraf Sandiaga Uno mendorong para santri untuk berwirausaha (santripreneur) sekaligus mengembangkannya berbasis digital.
&amp;ldquo;Santripreneur jadi satu program di Kemenparekraf yang menjadi andalan kita dan akan kita tingkatkan ke depan,&amp;rdquo; ungkap Sandi Uno usai kegiatan Launching Santripreneur dan Pengukuhan DPAC Forum Komunikasi Pondok Pesantren se-Kota Semarang di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Sabtu (4/11/2023).

BACA JUGA:
Sandiaga Uno di Unhas Paparkan Konsep Ekonomi Hijau untuk Dorong Terbukanya Peluang Usaha

Sandi Uno mengemukakan, hal itu potensial digarap mengingat saat ini ada sekira 5 juta santri yang tersebar di 28 ribu pesantren di Indonesia. Namun, belum semuanya mau menjadi santripreneur.

BACA JUGA:
Sandiaga Uno: Ekonomi Hijau Akan Bawa Indonesia Sejahtera, Adil dan Makmur

Padahal, sebut Sandi, saat ini infrastruktur digital di Indonesia sudah baik dan akan terus ditingkatkan. Secara data lebih dari 133% populasi di Indonesia sudah menggunakan perangkat telekomunikasi berbasis digital. Artinya, total populasi di Indonesia sebesar 277,7 juta sementara gadget handphone yang beredar di Indonesia mencapai angka 370,1 juta atau sebesar 133,3% dari populasi.
&amp;ldquo;Inovasi adalah landasan para santri, orientasinya menciptakan lapangan kerja bukan cari kerja. Inovasi dan adaptasi ini harus dilengkapi dengan kolaborasi. Ada 10 produk santripreneur (berbasis digital) yang luar biasa,&amp;rdquo; sambungnya.Berangkat dari situ, Sandi Uno mendorong para santri bisa mampu untuk mengeluarkan produk-produk seperti aplikasi yang berkaitan dengan kehidupan pesantren.
Pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan K.H. Fadlolan Musyafa menambahkan saat ini santri-santri sudah mampu membuat aplikasi digital.
&amp;ldquo;Kayak (aplikasi) SPP, sangu (uang saku) dan sebagainya dan dikontrol orangtua langsung,&amp;rdquo; tambahnya saat mendampingi Sandi Uno di sesi doorstop media.
Pada kegiatan itu, Sandi Uno sempat berkeliling ke stan-stan wirausaha para santri di sana dan membelinya. Stan wirausaha santri itu mulai dari menjual makanan ringan, minuman, kaus sablon hingga parfum. Sandi Uno mengapresiasi apa yang dilakukan para santri itu.</content:encoded></item></channel></rss>
