<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siapa yang Membangun Menara Saidah? Ternyata Ini Sosoknya</title><description>Mengulik siapa yang membangun Menara Saidah?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/470/2912952/siapa-yang-membangun-menara-saidah-ternyata-ini-sosoknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/470/2912952/siapa-yang-membangun-menara-saidah-ternyata-ini-sosoknya"/><item><title>Siapa yang Membangun Menara Saidah? Ternyata Ini Sosoknya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/470/2912952/siapa-yang-membangun-menara-saidah-ternyata-ini-sosoknya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/04/470/2912952/siapa-yang-membangun-menara-saidah-ternyata-ini-sosoknya</guid><pubDate>Sabtu 04 November 2023 21:02 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/02/470/2912952/siapa-yang-membangun-menara-saidah-ternyata-ini-sosoknya-0RmPVh20F4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siapa yang membangun menara saidah (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/02/470/2912952/siapa-yang-membangun-menara-saidah-ternyata-ini-sosoknya-0RmPVh20F4.jpg</image><title>Siapa yang membangun menara saidah (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDcyMC81L3g4ampoM2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mengulik siapa yang membangun Menara Saidah? Menara Saidah yang lama tidak digunakan mendadak viral usai lampunya menyala serta ada seorang driver Ojek Online (Ojol) yang mendapatkan orderan fiktif dari Menara Saidah.
Tentunya hal ini membuat orang penasaran mengenai sejarah pembangunan Menara Saidah. Utamanya, sosok yang membangun gedung yang berada di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

BACA JUGA:
LRT Jabodebek Mogok 20 Menit di Dekat Menara Saidah, Ini Penyebabnya


Lantas siapa yang membangun Menara Saidah? Ternyata gedung ini dibangun oleh PT Hutama Karya. Menara yang didirikan pada 1995 dan selesai tahun 1998 ini sebelumnya dikenal sebagai Grancindo.
Saat awal gedung belum dibangun dimiliki PT Mustika Ratu atas nama Mooryati Soedibyo. Kemudian, pada 1995, kepemilikan gedung dilelang dan dimenangkan anak kelima keluarga Saidah Abu Bakar Ibrahim, sehingga berpindah tangan kepemilikannya ke anak bungsunya, Fahmi Darmawansyah.

BACA JUGA:
Ternyata Segini Lantai yang Ada di Menara Saidah


Adapun penamaan Menara Saidah merujuk pada nama pemiliknya, yakni Saidah Abu Bakar Ibrahim. Gedung ini dibangun pada tahun 1995 hingga 1997 oleh PT Hutama Karya dan menjadi gedung tinggi pertama yang dibangun kontraktor tersebut. Biaya pembangunan gedung ini mencapai Rp100 miliar pada masa itu. Gedung memiliki 24 lantai, 2 basement, dan 2 semi basement.
Seiring waktu, gedung ini resmi ditutup untuk umum pada 2007. Hal itu disebabkan pondasi gedung tidak tegak berdiri dan miring beberapa derajat serta dianggap membahayakan keselamatan penghuni gedung.
Konstruksi gedung dianggap bermasalah sejak awal, namun dari pihak  pemilik maupun Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) tidak  ada yang bersedia memberikan penjelasan. Hingga akhirnya pada 2012,  Menara Saidah oleh pemiliknya diserahkan ke dalam pengawasan Polisi  Sektor Cawang, Jakarta Timur.
Setiap pagi polisi dari Cawang datang dalam pengawasan masalah  keamanan, termasuk kebakaran. Hal itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab  polisi.
Pada 2012 hingga sekarang kondisi gedung sudah tidak terawat. Jalan  akses masuk dan keluar gedung sudah banyak yang pecah. Kondisinya gelap  dan hanya taman depannya yang masih dibersihkan dengan menyewa jasa  petugas kebersihan jalan raya.
Dulunya, gedung tersebut disewakan dan salah satu penyewanya adalah  Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia, sekarang  namanya menjadi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Kementerian  tersebut berkantor di lantai 18. Kini, Menara Saidah masih berdiri tegak  di Ibu Kota dengan kondisi kosong dan terbengkalai.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMy8yOS8xLzE2NDcyMC81L3g4ampoM2s=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Mengulik siapa yang membangun Menara Saidah? Menara Saidah yang lama tidak digunakan mendadak viral usai lampunya menyala serta ada seorang driver Ojek Online (Ojol) yang mendapatkan orderan fiktif dari Menara Saidah.
Tentunya hal ini membuat orang penasaran mengenai sejarah pembangunan Menara Saidah. Utamanya, sosok yang membangun gedung yang berada di Jalan MT Haryono, Jakarta Timur.

BACA JUGA:
LRT Jabodebek Mogok 20 Menit di Dekat Menara Saidah, Ini Penyebabnya


Lantas siapa yang membangun Menara Saidah? Ternyata gedung ini dibangun oleh PT Hutama Karya. Menara yang didirikan pada 1995 dan selesai tahun 1998 ini sebelumnya dikenal sebagai Grancindo.
Saat awal gedung belum dibangun dimiliki PT Mustika Ratu atas nama Mooryati Soedibyo. Kemudian, pada 1995, kepemilikan gedung dilelang dan dimenangkan anak kelima keluarga Saidah Abu Bakar Ibrahim, sehingga berpindah tangan kepemilikannya ke anak bungsunya, Fahmi Darmawansyah.

BACA JUGA:
Ternyata Segini Lantai yang Ada di Menara Saidah


Adapun penamaan Menara Saidah merujuk pada nama pemiliknya, yakni Saidah Abu Bakar Ibrahim. Gedung ini dibangun pada tahun 1995 hingga 1997 oleh PT Hutama Karya dan menjadi gedung tinggi pertama yang dibangun kontraktor tersebut. Biaya pembangunan gedung ini mencapai Rp100 miliar pada masa itu. Gedung memiliki 24 lantai, 2 basement, dan 2 semi basement.
Seiring waktu, gedung ini resmi ditutup untuk umum pada 2007. Hal itu disebabkan pondasi gedung tidak tegak berdiri dan miring beberapa derajat serta dianggap membahayakan keselamatan penghuni gedung.
Konstruksi gedung dianggap bermasalah sejak awal, namun dari pihak  pemilik maupun Suku Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) tidak  ada yang bersedia memberikan penjelasan. Hingga akhirnya pada 2012,  Menara Saidah oleh pemiliknya diserahkan ke dalam pengawasan Polisi  Sektor Cawang, Jakarta Timur.
Setiap pagi polisi dari Cawang datang dalam pengawasan masalah  keamanan, termasuk kebakaran. Hal itu sepenuhnya menjadi tanggung jawab  polisi.
Pada 2012 hingga sekarang kondisi gedung sudah tidak terawat. Jalan  akses masuk dan keluar gedung sudah banyak yang pecah. Kondisinya gelap  dan hanya taman depannya yang masih dibersihkan dengan menyewa jasa  petugas kebersihan jalan raya.
Dulunya, gedung tersebut disewakan dan salah satu penyewanya adalah  Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia, sekarang  namanya menjadi Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal. Kementerian  tersebut berkantor di lantai 18. Kini, Menara Saidah masih berdiri tegak  di Ibu Kota dengan kondisi kosong dan terbengkalai.</content:encoded></item></channel></rss>
