<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Pemilu 2024, BEI Optimistis Tak Pengaruhi Pasar Modal Syariah</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut gelaran pemilihan umum (pemilu) 2024 tak akan berdampak pada kondisi pasar modal syariah Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/05/278/2914630/ada-pemilu-2024-bei-optimistis-tak-pengaruhi-pasar-modal-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/05/278/2914630/ada-pemilu-2024-bei-optimistis-tak-pengaruhi-pasar-modal-syariah"/><item><title>Ada Pemilu 2024, BEI Optimistis Tak Pengaruhi Pasar Modal Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/05/278/2914630/ada-pemilu-2024-bei-optimistis-tak-pengaruhi-pasar-modal-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/05/278/2914630/ada-pemilu-2024-bei-optimistis-tak-pengaruhi-pasar-modal-syariah</guid><pubDate>Minggu 05 November 2023 10:02 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/05/278/2914630/ada-pemilu-2024-bei-optimistis-tak-pengaruhi-pasar-modal-syariah-wvzeM6thkH.JPG" expression="full" type="image/jpeg">BEI pastikan Pemilu 2024 tak peg</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/05/278/2914630/ada-pemilu-2024-bei-optimistis-tak-pengaruhi-pasar-modal-syariah-wvzeM6thkH.JPG</image><title>BEI pastikan Pemilu 2024 tak peg</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut gelaran pemilihan umum (pemilu) 2024 tak akan berdampak pada kondisi pasar modal syariah Indonesia.

&amp;ldquo;Kalau urusan pasar modal syariah dengan pemilu itu relatif tidak akan berpengaruh besar, karena dari segi size, pasar modal syariah ini belum terlalu besar,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdullah saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 3 November 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Apresiasi IDX Channel Dorong Literasi Pasar Modal Lewat Ebook INVESTED

Dia juga menyinggung soal Ramadan dan Lebaran tahun depan, tidak akan banyak memengaruhi kondisi pasar modal syariah Indonesia.

Dia mengatakan, pada momen tersebut, kondisi pasar modal akan cenderung stagnan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Catat Dana Penerbitan Surat Utang Tembus Rp108,9 Triliun

&amp;ldquo;Tumbuhnya nggak besar, karena daripada uangnya untuk investasi, kan lebih baik buat ke desa, pulang kampung, beli barang gitu,&amp;rdquo; ujar Irwan.
Per September 2023, nilai transaksi di pasar modal syariah mencapai Rp3,9 triliun, dengan volume transaksi sebesar 12,8 miliar, serta frekuensi transaksi sebanyak 1,5 juta. Adapun, total investor syariah per September 2023 tercatat sebanyak 130.497 investor, dengan 24.115 investor syariah aktif.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Bidik RNTH Tembus Rp12,25 Triliun di 2024


Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini bahwa pemilihan umum tahun 2024 mendatang dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja pasar modal dalam negeri.



Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan bahwa secara historis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami penguatan usai pelaksanaan pemilu. Begitupun dengan kekhawatiran outflow asing yang tidak terjadi.



Dengan demikian, gelaran pemilu diyakini tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja pasar modal Indonesia. Inarno berharap pemilu dapat berjalan kondusif sehingga turut memberikan dampak baik terhadap pasar modal.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut gelaran pemilihan umum (pemilu) 2024 tak akan berdampak pada kondisi pasar modal syariah Indonesia.

&amp;ldquo;Kalau urusan pasar modal syariah dengan pemilu itu relatif tidak akan berpengaruh besar, karena dari segi size, pasar modal syariah ini belum terlalu besar,&amp;rdquo; kata Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdullah saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia pada Jumat, 3 November 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Apresiasi IDX Channel Dorong Literasi Pasar Modal Lewat Ebook INVESTED

Dia juga menyinggung soal Ramadan dan Lebaran tahun depan, tidak akan banyak memengaruhi kondisi pasar modal syariah Indonesia.

Dia mengatakan, pada momen tersebut, kondisi pasar modal akan cenderung stagnan.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Catat Dana Penerbitan Surat Utang Tembus Rp108,9 Triliun

&amp;ldquo;Tumbuhnya nggak besar, karena daripada uangnya untuk investasi, kan lebih baik buat ke desa, pulang kampung, beli barang gitu,&amp;rdquo; ujar Irwan.
Per September 2023, nilai transaksi di pasar modal syariah mencapai Rp3,9 triliun, dengan volume transaksi sebesar 12,8 miliar, serta frekuensi transaksi sebanyak 1,5 juta. Adapun, total investor syariah per September 2023 tercatat sebanyak 130.497 investor, dengan 24.115 investor syariah aktif.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BEI Bidik RNTH Tembus Rp12,25 Triliun di 2024


Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meyakini bahwa pemilihan umum tahun 2024 mendatang dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja pasar modal dalam negeri.



Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi mengatakan bahwa secara historis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami penguatan usai pelaksanaan pemilu. Begitupun dengan kekhawatiran outflow asing yang tidak terjadi.



Dengan demikian, gelaran pemilu diyakini tidak akan berdampak negatif terhadap kinerja pasar modal Indonesia. Inarno berharap pemilu dapat berjalan kondusif sehingga turut memberikan dampak baik terhadap pasar modal.</content:encoded></item></channel></rss>
