<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Puncak Arus Libur Nataru 2023 Diprediksi Hampir 1 Juta Orang</title><description>Puncak arus mudik dan balik pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024 diprediksi terjadi dalam dua sesi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/05/320/2914770/puncak-arus-libur-nataru-2023-diprediksi-hampir-1-juta-orang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/05/320/2914770/puncak-arus-libur-nataru-2023-diprediksi-hampir-1-juta-orang"/><item><title>Puncak Arus Libur Nataru 2023 Diprediksi Hampir 1 Juta Orang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/05/320/2914770/puncak-arus-libur-nataru-2023-diprediksi-hampir-1-juta-orang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/05/320/2914770/puncak-arus-libur-nataru-2023-diprediksi-hampir-1-juta-orang</guid><pubDate>Minggu 05 November 2023 14:40 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/05/320/2914770/puncak-arus-libur-nataru-2023-diprediksi-hampir-1-juta-orang-VA2v4UY7oD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Puncak arus Nataru 2023-2024. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/05/320/2914770/puncak-arus-libur-nataru-2023-diprediksi-hampir-1-juta-orang-VA2v4UY7oD.jpg</image><title>Puncak arus Nataru 2023-2024. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC8xLzE2MDA2Mi81L3g4ajk4d3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Puncak arus mudik dan balik pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024 diprediksi terjadi dalam dua sesi.
Pertama, puncak arus mudik terjadi pada pada 22-23 Desember tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jelang Nataru 2024, Korlantas Polri Waspadai Titik-Titik Rawan di Tol Semarang-Surabaya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Adapun, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 26-27 Desember 2023.

Sementara, puncak arus mudik kedua diproyeksikan jatuh pada 29-30 Desember 2023. Sedangkan arus balik pada terjadi pada 1-2 Januari 2024.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Naik 2 Kali Lipat, Penumpang KA di Bandung saat Libur Nataru Capai 1 Juta Orang

Kemudian pergerakan pengguna jasa pada Nataru 2023-2024 diprediksi naik sebesar 5%. Angka ini mengacu dari realisasi angkutan Lebaran 2023.

Dengan begitu, penumpang diperkirakan mencapai 904.496 orang, dengan jumlah kendaraan roda dua sebanyak 52.755 unit, roda empat 98.267 unit, bus 12.157 unit, dan truk 55.569 unit kendaraan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi adanya lonjakan arus penumpang dan kendaraan di Cabang perusahaan, terutama yang menjadi pantauan nasional Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.
Secara khusus, Ira mengatakan lonjakan secara signifikan akan terjadi di penyeberangan Ketapang - Gilimanuk. Pasalnya, kemungkinan masyarakat akan berwisata menyeberang ke Bali.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Naik 2 Kali Lipat, Penumpang KA di Bandung saat Libur Nataru Capai 1 Juta Orang


&amp;ldquo;Kesiapan kita menghadapi Nataru yang tinggal satu setengah bulan ini adalah bagaimana menyiapkan sarana dan prasarana terutama dalam bidang transportasi penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk,&quot; ujar Ira melalui keterangan pers, Minggu (5/11/2023).



&quot;Ada kemungkinan masyarakat berwisata menyeberang ke Bali sehingga kita harus antisipasi lonjakan. Kedua, kita harus mengevaluasi apa yang sudah kita kerjakan tahun lalu untuk meningkatkan pelayanan kita menjadi lebih baik,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wNC8xLzE2MDA2Mi81L3g4ajk4d3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Puncak arus mudik dan balik pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024 diprediksi terjadi dalam dua sesi.
Pertama, puncak arus mudik terjadi pada pada 22-23 Desember tahun ini.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jelang Nataru 2024, Korlantas Polri Waspadai Titik-Titik Rawan di Tol Semarang-Surabaya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Adapun, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 26-27 Desember 2023.

Sementara, puncak arus mudik kedua diproyeksikan jatuh pada 29-30 Desember 2023. Sedangkan arus balik pada terjadi pada 1-2 Januari 2024.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Naik 2 Kali Lipat, Penumpang KA di Bandung saat Libur Nataru Capai 1 Juta Orang

Kemudian pergerakan pengguna jasa pada Nataru 2023-2024 diprediksi naik sebesar 5%. Angka ini mengacu dari realisasi angkutan Lebaran 2023.

Dengan begitu, penumpang diperkirakan mencapai 904.496 orang, dengan jumlah kendaraan roda dua sebanyak 52.755 unit, roda empat 98.267 unit, bus 12.157 unit, dan truk 55.569 unit kendaraan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi adanya lonjakan arus penumpang dan kendaraan di Cabang perusahaan, terutama yang menjadi pantauan nasional Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.
Secara khusus, Ira mengatakan lonjakan secara signifikan akan terjadi di penyeberangan Ketapang - Gilimanuk. Pasalnya, kemungkinan masyarakat akan berwisata menyeberang ke Bali.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Naik 2 Kali Lipat, Penumpang KA di Bandung saat Libur Nataru Capai 1 Juta Orang


&amp;ldquo;Kesiapan kita menghadapi Nataru yang tinggal satu setengah bulan ini adalah bagaimana menyiapkan sarana dan prasarana terutama dalam bidang transportasi penyeberangan di Ketapang-Gilimanuk,&quot; ujar Ira melalui keterangan pers, Minggu (5/11/2023).



&quot;Ada kemungkinan masyarakat berwisata menyeberang ke Bali sehingga kita harus antisipasi lonjakan. Kedua, kita harus mengevaluasi apa yang sudah kita kerjakan tahun lalu untuk meningkatkan pelayanan kita menjadi lebih baik,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
