<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Harga Cabai dan Gula Tak Terkendali</title><description>Harga komoditas pangan seperti cabai dan gula terus naik hingga tidak terkendali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2914614/5-fakta-harga-cabai-dan-gula-tak-terkendali</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2914614/5-fakta-harga-cabai-dan-gula-tak-terkendali"/><item><title>5 Fakta Harga Cabai dan Gula Tak Terkendali</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2914614/5-fakta-harga-cabai-dan-gula-tak-terkendali</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2914614/5-fakta-harga-cabai-dan-gula-tak-terkendali</guid><pubDate>Senin 06 November 2023 03:33 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/05/320/2914614/5-fakta-harga-cabai-dan-gula-tak-terkendali-wna3ZjU4rc.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Harga cabai tak terkendali. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/05/320/2914614/5-fakta-harga-cabai-dan-gula-tak-terkendali-wna3ZjU4rc.JPG</image><title>Harga cabai tak terkendali. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNC80LzE3MzIxNi81L3g4cGNnNzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Harga komoditas pangan seperti cabai dan gula terus naik hingga tidak terkendali. Hal ini disebabkan oleh musim kemarau yang panjang.

Diketahui, harga pangan seperti cabai dan gula semakin melambung tinggi dalam dua hingga tiga pekan terakhir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Cabai Rawit Kian Mahal Tembus Rp120 Ribu per Kg, Pedagang: Setiap Hari Naik

Kenaikan harga pada dua bahan pangan tersebut mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Okezone telah merangkum lima fakta harga cabai dan gula yang tak terkendali, Senin (6/11/2023):

1. Kenaikan Harga Cabai

Harga cabai rawit merah naik hingga Rp95.000 per kg. Harga tersebut meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan dengan harga normal yang biasa di jual di kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000.

Seorang pedagang di pasar Ciracas, Jakarta Timur Suryani mengatakan, kenaikan harga cabai sudah berlangsung sekitar satu pekan yang lalu.

&quot;Harga cabe rawit merah masih Rp95.000 per kg, kalau cabe merah keriting Rp 65.000 modalnya aja, dijualnya paling Rp75.000,&quot; kata Suryani, dikutip Sabtu, 4 November 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Cabai Rawit Tembus Rp95.000/Kg, Bawang Merah Gimana?

2. Stok Cabai Saat Ini

Pedagang sayur di Pasar Bunulrejo, Malang Kasyanto mengatakan, bahwa selain kenaikan harga cabai yang semakin mahal, stok cabai semakin susah didapat saat ini. Ia menduga penyebabnya adalah kemarau panjang yang membuat tanaman cabai sulit bertahan hidup.

&amp;ldquo;Kalau cabai biasanya pasokan dari luar Jawa, ini kemungkinan naiknya karena pengaruh kemarau panjang dan dari stok lahan sedikit,&amp;rdquo; ujar Kasyanto.

3. Kenaikan Harga Gula



Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, dari hasil pemantauannya bersama Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Diskopindag) Malang menemukan beberapa kenaikan harga komoditas pangan, seperti beras dan gula.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pedagang Menjerit, Harga Cabai Tembus Rp70 Ribu/Gram



Dari pantauannya, kisaran kenaikan harga gula mencapai antara Rp500 sampai Rp1.500 per kilogramnya. Di beberapa lokasi bahkan Wahyu menemukan hingga naik Rp12.000.





4. Stok Gula Saat Ini



Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, meski harga gula melambung, stok gula masih mencukupi. Dia memerintahkan untuk dinas terkait menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga gula, agar masyarakat tak perlu khawatir.





&quot;Kalau stok relatif aman, kalau lihat ini (kenaikan tak terkendali) hanya gula saja, saya yakin tidak perlu khawatir. Karena nanti dari bulog juga akan gelontor dan kita juga dari BUMD, dinas juga akan saya minta tetap seperti kemarin operasi pasar terus,&quot; ujarnya.





5. Pengusaha Warteg Teriak



Para pengusaha warteg mengeluh tentang harga bahan pangan yang semakin melambung tinggi. Hal tersebut membuat mereka kebingungan menjual harga makanan.





Pengusaha warteg Abdul Khoir mengungkapkan bahwa dengan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan tinggi itu, dia memilih untuk menaikan harga kepada pelanggannya.



&quot;Kita menjualnya bingung, kita mau naikin yang makan pelanggan, ngeri hilang. Paling kita naikin Rp1.000 sekarang ini. Kita terus terang saja ke pelanggan mas kita naik seribu ya mas, soalnya bahan-bahan pada naik,&quot; ujar Abdul.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNC80LzE3MzIxNi81L3g4cGNnNzE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Harga komoditas pangan seperti cabai dan gula terus naik hingga tidak terkendali. Hal ini disebabkan oleh musim kemarau yang panjang.

Diketahui, harga pangan seperti cabai dan gula semakin melambung tinggi dalam dua hingga tiga pekan terakhir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Cabai Rawit Kian Mahal Tembus Rp120 Ribu per Kg, Pedagang: Setiap Hari Naik

Kenaikan harga pada dua bahan pangan tersebut mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Okezone telah merangkum lima fakta harga cabai dan gula yang tak terkendali, Senin (6/11/2023):

1. Kenaikan Harga Cabai

Harga cabai rawit merah naik hingga Rp95.000 per kg. Harga tersebut meningkat tiga kali lipat jika dibandingkan dengan harga normal yang biasa di jual di kisaran Rp30.000 hingga Rp40.000.

Seorang pedagang di pasar Ciracas, Jakarta Timur Suryani mengatakan, kenaikan harga cabai sudah berlangsung sekitar satu pekan yang lalu.

&quot;Harga cabe rawit merah masih Rp95.000 per kg, kalau cabe merah keriting Rp 65.000 modalnya aja, dijualnya paling Rp75.000,&quot; kata Suryani, dikutip Sabtu, 4 November 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Cabai Rawit Tembus Rp95.000/Kg, Bawang Merah Gimana?

2. Stok Cabai Saat Ini

Pedagang sayur di Pasar Bunulrejo, Malang Kasyanto mengatakan, bahwa selain kenaikan harga cabai yang semakin mahal, stok cabai semakin susah didapat saat ini. Ia menduga penyebabnya adalah kemarau panjang yang membuat tanaman cabai sulit bertahan hidup.

&amp;ldquo;Kalau cabai biasanya pasokan dari luar Jawa, ini kemungkinan naiknya karena pengaruh kemarau panjang dan dari stok lahan sedikit,&amp;rdquo; ujar Kasyanto.

3. Kenaikan Harga Gula



Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, dari hasil pemantauannya bersama Dinas Koperasi, Industri, dan Perdagangan (Diskopindag) Malang menemukan beberapa kenaikan harga komoditas pangan, seperti beras dan gula.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pedagang Menjerit, Harga Cabai Tembus Rp70 Ribu/Gram



Dari pantauannya, kisaran kenaikan harga gula mencapai antara Rp500 sampai Rp1.500 per kilogramnya. Di beberapa lokasi bahkan Wahyu menemukan hingga naik Rp12.000.





4. Stok Gula Saat Ini



Pj Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan, meski harga gula melambung, stok gula masih mencukupi. Dia memerintahkan untuk dinas terkait menggelar operasi pasar untuk menstabilkan harga gula, agar masyarakat tak perlu khawatir.





&quot;Kalau stok relatif aman, kalau lihat ini (kenaikan tak terkendali) hanya gula saja, saya yakin tidak perlu khawatir. Karena nanti dari bulog juga akan gelontor dan kita juga dari BUMD, dinas juga akan saya minta tetap seperti kemarin operasi pasar terus,&quot; ujarnya.





5. Pengusaha Warteg Teriak



Para pengusaha warteg mengeluh tentang harga bahan pangan yang semakin melambung tinggi. Hal tersebut membuat mereka kebingungan menjual harga makanan.





Pengusaha warteg Abdul Khoir mengungkapkan bahwa dengan harga bahan pokok yang mengalami kenaikan tinggi itu, dia memilih untuk menaikan harga kepada pelanggannya.



&quot;Kita menjualnya bingung, kita mau naikin yang makan pelanggan, ngeri hilang. Paling kita naikin Rp1.000 sekarang ini. Kita terus terang saja ke pelanggan mas kita naik seribu ya mas, soalnya bahan-bahan pada naik,&quot; ujar Abdul.</content:encoded></item></channel></rss>
