<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksi Capai 5,09% di Kuartal III-2023</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi mencapai 5,09% di kuartal III 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915024/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-diproyeksi-capai-5-09-di-kuartal-iii-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915024/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-diproyeksi-capai-5-09-di-kuartal-iii-2023"/><item><title>Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diproyeksi Capai 5,09% di Kuartal III-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915024/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-diproyeksi-capai-5-09-di-kuartal-iii-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915024/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-diproyeksi-capai-5-09-di-kuartal-iii-2023</guid><pubDate>Senin 06 November 2023 08:15 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915024/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-diproyeksi-capai-5-09-di-kuartal-iii-2023-okCOIA6qPz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915024/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-diproyeksi-capai-5-09-di-kuartal-iii-2023-okCOIA6qPz.jpg</image><title>Pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi mencapai 5,09% di kuartal III 2023. Iklim politik dan kondisi moneter global akan menjadi dua tema utama yang akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia di 2024.
Periode Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang akan memiliki dampak pada pertumbuhan dan berbagai indikator makroekonomi lainnya di tahun depan. Di satu sisi, Indonesia akan melaksanakan pemilu serentak untuk pertama kalinya dari level nasional hingga kabupaten/kota; sehingga mendorong terjadinya injeksi likuiditas dalam jumlah besar ke perekonomian akibat adanya pengeluaran kampanye dan belanja publik.

BACA JUGA:
Daftar Stimulus Bikin Ekonomi RI Ngegas, DP 0% Mulai Januari 2024


Besarnya dampak pengganda di perekonomian akan memicu konsumsi domestik selama tahun 2024 mengingat pemilu di tingkat provinsi dan kabupaten/Kota diperkirakan akan terjadi menjelang akhir tahun
Mempertimbangkan situasi saat ini dan mendatang, Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky menyebut bahwa PDB Indonesia diperkirakan tumbuh 5,05%-5,09% di triwulan III-2023, mencapai 5,0%-5,1% di 2023. dan stabil di angka 5,0%-5,1% di 2024.

BACA JUGA:
Gerakkan UMKM dengan Manfaatkan Bonus Demografi, Ekonomi RI Bisa Ngegas


&quot;Ini melanjutkan akselerasi pertumbuhan sejak triwulan akhir 2022, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,17% (yoy) di triwulan II-2023,&quot; ungkap Riefky dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin (6/11/2023).
Riefky mengatakan, meskipun pertumbuhan industri manufaktur, yang merupakan penopang utama perekonomian Indonesia, meningkat menjadi 4,88% (yoy), tingkat pertumbuhannya masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi.
&quot;Seluruh komponen pengeluaran, kecuali ekspor dan impor, mengalami  pertumbuhan positif, termasuk belanja pemerintah yang mengindikasikan  lonjakan pertumbuhan hingga 10,62% (yoy) pada triwulan II-2023,&quot; tambah  Riefky.
Dia menyebut, pemilu serentak dan kondisi moneter global akan menjadi  faktor utama yang mempengaruhi perekonomian domestik di 2024.  &quot;Kebijakan moneter global akan mempengaruhi tingkat depresiasi dan  permintaan global yang akan berdampak terhadap perekonomian domestik  melalui perdagangan eksternal, biaya kredit, dan pertumbuhan investasi,&quot;  sambungnya
Riefky melanjutkan, dampak positif dari periode pemilu muncul akibat  suntikan likuiditas secara masif untuk kebutuhan kampanye, pengeluaran  publik yang dipengaruhi motif politik, serta peningkatan konsumsi  swasta.
&quot;Sementara itu, risiko dari periode pemilu tersebut akan muncul dari  faktor pertumbuhan investasi seiring investor cenderung menjaga sentimen  &amp;rsquo;wait-and-see&amp;rsquo; hingga hasil pemilu selesai,&quot; pungkas Riefky.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi mencapai 5,09% di kuartal III 2023. Iklim politik dan kondisi moneter global akan menjadi dua tema utama yang akan mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia di 2024.
Periode Pemilihan Umum (Pemilu) mendatang akan memiliki dampak pada pertumbuhan dan berbagai indikator makroekonomi lainnya di tahun depan. Di satu sisi, Indonesia akan melaksanakan pemilu serentak untuk pertama kalinya dari level nasional hingga kabupaten/kota; sehingga mendorong terjadinya injeksi likuiditas dalam jumlah besar ke perekonomian akibat adanya pengeluaran kampanye dan belanja publik.

BACA JUGA:
Daftar Stimulus Bikin Ekonomi RI Ngegas, DP 0% Mulai Januari 2024


Besarnya dampak pengganda di perekonomian akan memicu konsumsi domestik selama tahun 2024 mengingat pemilu di tingkat provinsi dan kabupaten/Kota diperkirakan akan terjadi menjelang akhir tahun
Mempertimbangkan situasi saat ini dan mendatang, Ekonom LPEM FEB Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky menyebut bahwa PDB Indonesia diperkirakan tumbuh 5,05%-5,09% di triwulan III-2023, mencapai 5,0%-5,1% di 2023. dan stabil di angka 5,0%-5,1% di 2024.

BACA JUGA:
Gerakkan UMKM dengan Manfaatkan Bonus Demografi, Ekonomi RI Bisa Ngegas


&quot;Ini melanjutkan akselerasi pertumbuhan sejak triwulan akhir 2022, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,17% (yoy) di triwulan II-2023,&quot; ungkap Riefky dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin (6/11/2023).
Riefky mengatakan, meskipun pertumbuhan industri manufaktur, yang merupakan penopang utama perekonomian Indonesia, meningkat menjadi 4,88% (yoy), tingkat pertumbuhannya masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi.
&quot;Seluruh komponen pengeluaran, kecuali ekspor dan impor, mengalami  pertumbuhan positif, termasuk belanja pemerintah yang mengindikasikan  lonjakan pertumbuhan hingga 10,62% (yoy) pada triwulan II-2023,&quot; tambah  Riefky.
Dia menyebut, pemilu serentak dan kondisi moneter global akan menjadi  faktor utama yang mempengaruhi perekonomian domestik di 2024.  &quot;Kebijakan moneter global akan mempengaruhi tingkat depresiasi dan  permintaan global yang akan berdampak terhadap perekonomian domestik  melalui perdagangan eksternal, biaya kredit, dan pertumbuhan investasi,&quot;  sambungnya
Riefky melanjutkan, dampak positif dari periode pemilu muncul akibat  suntikan likuiditas secara masif untuk kebutuhan kampanye, pengeluaran  publik yang dipengaruhi motif politik, serta peningkatan konsumsi  swasta.
&quot;Sementara itu, risiko dari periode pemilu tersebut akan muncul dari  faktor pertumbuhan investasi seiring investor cenderung menjaga sentimen  &amp;rsquo;wait-and-see&amp;rsquo; hingga hasil pemilu selesai,&quot; pungkas Riefky.
</content:encoded></item></channel></rss>
