<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI</title><description>Konsumsi rumah tangga jadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915297/konsumsi-rumah-tangga-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915297/konsumsi-rumah-tangga-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri"/><item><title>Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915297/konsumsi-rumah-tangga-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915297/konsumsi-rumah-tangga-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri</guid><pubDate>Senin 06 November 2023 14:58 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Gunawan Nurhakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915297/konsumsi-rumah-tangga-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri-QyIvdFTNUU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penopang pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023 (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915297/konsumsi-rumah-tangga-jadi-penopang-pertumbuhan-ekonomi-ri-QyIvdFTNUU.jpg</image><title>Penopang pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023 (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Konsumsi rumah tangga jadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan dari segi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia kuartal III-2023 dengan kontribusi pertumbuhan 2,63% year on year (yoy).
&amp;ldquo;Konsumsi rumah tangga terus tumbuh seiring terkendalinya inflasi,&amp;rdquo; ujar Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dilansir dari Antara, Senin (6/11/2023).

BACA JUGA:
Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal III-2023


Amalia menjelaskan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi dikontribusikan oleh sektor Transportasi dan Komunikasi, yang tercermin dari peningkatan penjualan sepeda motor dan penumpang angkutan rel, laut dan udara, serta restoran dan hotel.
&amp;ldquo;(Hotel) tercermin dari peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel,&amp;rdquo; jelas Amalia.

BACA JUGA:
Tak Sampai 5%, Ini Alasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Rendah di Kuartal III-2023


Menurutnya, sebenarnya kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap sumber pertumbuhan pada kuartal III-2023 relatif lebih kecil dibandingkan kontribusi pada kuartal II-2023 lalu yang sebesar 2,77% (yoy) dan kuartal III-2022 yang sebesar 2,81% (yoy).
&amp;ldquo;Karena konsumsi rumah tangga telah mencapai puncaknya pada kuartal II-2023,&amp;rdquo; ujar Amalia.
Selain konsumsi rumah tangga, komponen yang menjadi penopang  pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023, yaitu komponen Pembentukan Modal  Tetap Bruto (PMTB) dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,81% (yoy),  diikuti oleh komponen Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga  (LNPRT) sebesar 0,07% (yoy).
Dari sisi pertumbuhan, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,06%  (yoy), komponen PMTB tumbuh 5,77% (yoy), dan komponen LNPRT tumbuh 6,21%  (yoy).
&amp;ldquo;PMTB didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan, kendaraan,  CBR, serta produk kekayaan intelektual, sedangkan LNPRT didorong oleh  peningkatan aktivitas partai politik,&amp;rdquo; ujar Amalia.
Namun demikian, pada kuartal III-2023 terdapat tiga komponen yang  mengalami kontraksi yaitu impor, ekspor dan konsumsi pemerintah yang  secara berurutan mengalami kontraksi masing-masing minus 6,18% (yoy),  minus 4,26% (yoy) dan minus 3,76% (yoy).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Konsumsi rumah tangga jadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan dari segi pengeluaran, konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia kuartal III-2023 dengan kontribusi pertumbuhan 2,63% year on year (yoy).
&amp;ldquo;Konsumsi rumah tangga terus tumbuh seiring terkendalinya inflasi,&amp;rdquo; ujar Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dilansir dari Antara, Senin (6/11/2023).

BACA JUGA:
Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal III-2023


Amalia menjelaskan, pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi dikontribusikan oleh sektor Transportasi dan Komunikasi, yang tercermin dari peningkatan penjualan sepeda motor dan penumpang angkutan rel, laut dan udara, serta restoran dan hotel.
&amp;ldquo;(Hotel) tercermin dari peningkatan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel,&amp;rdquo; jelas Amalia.

BACA JUGA:
Tak Sampai 5%, Ini Alasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Rendah di Kuartal III-2023


Menurutnya, sebenarnya kontribusi konsumsi rumah tangga terhadap sumber pertumbuhan pada kuartal III-2023 relatif lebih kecil dibandingkan kontribusi pada kuartal II-2023 lalu yang sebesar 2,77% (yoy) dan kuartal III-2022 yang sebesar 2,81% (yoy).
&amp;ldquo;Karena konsumsi rumah tangga telah mencapai puncaknya pada kuartal II-2023,&amp;rdquo; ujar Amalia.
Selain konsumsi rumah tangga, komponen yang menjadi penopang  pertumbuhan ekonomi kuartal III-2023, yaitu komponen Pembentukan Modal  Tetap Bruto (PMTB) dengan sumber pertumbuhan sebesar 1,81% (yoy),  diikuti oleh komponen Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga  (LNPRT) sebesar 0,07% (yoy).
Dari sisi pertumbuhan, konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,06%  (yoy), komponen PMTB tumbuh 5,77% (yoy), dan komponen LNPRT tumbuh 6,21%  (yoy).
&amp;ldquo;PMTB didorong oleh pertumbuhan barang modal bangunan, kendaraan,  CBR, serta produk kekayaan intelektual, sedangkan LNPRT didorong oleh  peningkatan aktivitas partai politik,&amp;rdquo; ujar Amalia.
Namun demikian, pada kuartal III-2023 terdapat tiga komponen yang  mengalami kontraksi yaitu impor, ekspor dan konsumsi pemerintah yang  secara berurutan mengalami kontraksi masing-masing minus 6,18% (yoy),  minus 4,26% (yoy) dan minus 3,76% (yoy).</content:encoded></item></channel></rss>
