<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tok! Jokowi Perpanjang Bansos Pangan hingga Juni 2024</title><description>Menteri Koordinator bidang Perekonomian membahas soal penyaluran bantuan pangan bersama Presiden Jokowi dan jajaran terkait.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915343/tok-jokowi-perpanjang-bansos-pangan-hingga-juni-2024</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915343/tok-jokowi-perpanjang-bansos-pangan-hingga-juni-2024"/><item><title>Tok! Jokowi Perpanjang Bansos Pangan hingga Juni 2024</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915343/tok-jokowi-perpanjang-bansos-pangan-hingga-juni-2024</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915343/tok-jokowi-perpanjang-bansos-pangan-hingga-juni-2024</guid><pubDate>Senin 06 November 2023 15:48 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915343/tok-jokowi-perpanjang-bansos-pangan-hingga-juni-2024-5XDDo5AwKv.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menko Airlangga Hartarto sampaikan bahwa Presiden Jokowi perpanjang bansos pangan hingga Juni 2024. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915343/tok-jokowi-perpanjang-bansos-pangan-hingga-juni-2024-5XDDo5AwKv.JPG</image><title>Menko Airlangga Hartarto sampaikan bahwa Presiden Jokowi perpanjang bansos pangan hingga Juni 2024. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3MjgwMS81L3g4cDQ4dW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian membahas soal penyaluran bantuan pangan bersama Presiden Jokowi dan jajaran terkait.

Airlangga pun menyampaikan stok beras di Bulog per 2 November sebesar 1.442.945 ton.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Siap-Siap! Masyarakat Bakal Kantongi BLT El Nino Rp200.000 dan Bansos Beras 10 Kg

&quot;Untuk penyaluran bantuan pangan di September sebesar 94,95% dan Oktober 94,89%, November 18,45% dan masih ada bulan Desember. Bulan September yang tersalur 201 ribuan ton, demikian pula bulan Oktober,&quot; ungkap Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (6/11/2023).

Dari Bulog, sebut dia, ada kebutuhan tambahan anggaran yaitu untuk tahap pertama butuh Rp7,9 triliun, kemudian tahap kedua Rp8,4 triliun, dan ada tambahan terkait distribusi dan yang lain sebesar Rp2,8 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Siap-Siap! BLT El Nino Rp200.000 Cair Besok

&quot;Jadi totalnya ada sekitar Rp19,1 triliun,&quot; tambah Airlangga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani untuk segera melunasi tagihan Bulog yang terakumulasi Rp16 triliun.
Terkait dengan insentif yang diberikan, utamanya dibahas juga mengenai pembebasan bea masuk beras. Pembebasan bea masuk spesifik Rp450 per kilo, akan dilakukan insentif berupa bea masuk ditanggung pemerintah.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Paket Kebijakan Atasi Dampak El Nino, dari BLT Rp200.000 hingga Beli Rumah Bebas Pajak


&quot;Nanti akan diberikan Kemenkeu. Tadi dibahas bantuan pangan 2024 pak Presiden setuju, untuk 2024 akan diberikan dari Januari sampai Juni,&quot; sambung Airlangga.



Dia menyebut, beras akan diberikan tetap 10 kg, untuk 22.004.077 penerima manfaat. Dan untuk bantuan stunting untuk 1.446.809 KRS dari data BKKBN bantuan stunting sebesar Rp446,242 miliar per kuartalnya.



&quot;Jadi totalnya Rp892 miliar di semester pertama tahun depan,&quot; pungkas Airlangga.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3MjgwMS81L3g4cDQ4dW4=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Perekonomian membahas soal penyaluran bantuan pangan bersama Presiden Jokowi dan jajaran terkait.

Airlangga pun menyampaikan stok beras di Bulog per 2 November sebesar 1.442.945 ton.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Siap-Siap! Masyarakat Bakal Kantongi BLT El Nino Rp200.000 dan Bansos Beras 10 Kg

&quot;Untuk penyaluran bantuan pangan di September sebesar 94,95% dan Oktober 94,89%, November 18,45% dan masih ada bulan Desember. Bulan September yang tersalur 201 ribuan ton, demikian pula bulan Oktober,&quot; ungkap Airlangga dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (6/11/2023).

Dari Bulog, sebut dia, ada kebutuhan tambahan anggaran yaitu untuk tahap pertama butuh Rp7,9 triliun, kemudian tahap kedua Rp8,4 triliun, dan ada tambahan terkait distribusi dan yang lain sebesar Rp2,8 triliun.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Siap-Siap! BLT El Nino Rp200.000 Cair Besok

&quot;Jadi totalnya ada sekitar Rp19,1 triliun,&quot; tambah Airlangga.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun meminta Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani untuk segera melunasi tagihan Bulog yang terakumulasi Rp16 triliun.
Terkait dengan insentif yang diberikan, utamanya dibahas juga mengenai pembebasan bea masuk beras. Pembebasan bea masuk spesifik Rp450 per kilo, akan dilakukan insentif berupa bea masuk ditanggung pemerintah.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Paket Kebijakan Atasi Dampak El Nino, dari BLT Rp200.000 hingga Beli Rumah Bebas Pajak


&quot;Nanti akan diberikan Kemenkeu. Tadi dibahas bantuan pangan 2024 pak Presiden setuju, untuk 2024 akan diberikan dari Januari sampai Juni,&quot; sambung Airlangga.



Dia menyebut, beras akan diberikan tetap 10 kg, untuk 22.004.077 penerima manfaat. Dan untuk bantuan stunting untuk 1.446.809 KRS dari data BKKBN bantuan stunting sebesar Rp446,242 miliar per kuartalnya.



&quot;Jadi totalnya Rp892 miliar di semester pertama tahun depan,&quot; pungkas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
