<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bikin Waswas! Sri Mulyani Khawatir Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%</title><description>Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kekhawatirannya soal pertumbuhan ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915482/bikin-waswas-sri-mulyani-khawatir-ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915482/bikin-waswas-sri-mulyani-khawatir-ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5"/><item><title>Bikin Waswas! Sri Mulyani Khawatir Ekonomi RI Tumbuh di Bawah 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915482/bikin-waswas-sri-mulyani-khawatir-ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/06/320/2915482/bikin-waswas-sri-mulyani-khawatir-ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5</guid><pubDate>Senin 06 November 2023 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915482/bikin-waswas-sri-mulyani-khawatir-ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5-lUooNoKeLZ.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani waspadai pertumbuhan ekonomi RI tak sampai 5%. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915482/bikin-waswas-sri-mulyani-khawatir-ekonomi-ri-tumbuh-di-bawah-5-lUooNoKeLZ.JPG</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani waspadai pertumbuhan ekonomi RI tak sampai 5%. (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kekhawatirannya soal pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa mencapai target 5% jika tak ada paket kebijakan sebagai pendukung kuat.

Saat ini, pemerintah sudah menggelontorkan sejumlah paket kebijakan seperti bantuan pangan yang diperpanjang hingga akhir tahun 2023 dan berlanjut ke 2024, insentif berupa PPN ditanggung pemerintah (DTP) hingga tahun 2024, serta insentif renovasi rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Tebar Bonus Rp340 Miliar ke Pemda

&quot;Outlook proyeksi kita, dengan banyaknya ketidakpastian seperti perubahan iklim, perang yang ada di Rusia-Ukraina, di Timur Tengah, serta dampak El Nino, itu pertumbuhan ekonomi kita bisa melemah ke 4,81%,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (6/11/2023).

Dia menyebutkan, dengan adanya sejumlah paket kebijakan yang berjalan di kuartal III-2023, akan bisa menambah 0,2% additional growth (pertumbuhan tambahan).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Buka-bukaan soal Hasil Stress Test Keuangan RI, Aman?

&quot;Sehingga, di kuartal IV-2023, kita berharap pertumbuhan ekonomi bisa tetap dijaga di 5,01%,&quot; ucap Sri.
Jika hal tersebut bisa terjaga, maka secara full year, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan bisa terjaga di 5,04%. Karena kalau tidak, dengan situasi kuartal III saat ini di 4,94% dan kuartal IV tidak diberikan dukungan, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa merosot ke 4,99%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI



&quot;Untuk tahun 2024, dengan adanya policy ini, baik berupa PPN ditanggung pemerintah (DTP) yang diberikan sampai dengan akhir tahun meski ada tapering penurunan ke 50%, kita berharap bisa menambah dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,16%,&quot; jelas Sri.



Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi full year tahun 2024 diharapkan bisa tetap berada di atas posisi 5%, yaitu di posisi 5,24%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNi80LzE3MTc0NS81L3g4b2w0YnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kekhawatirannya soal pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa mencapai target 5% jika tak ada paket kebijakan sebagai pendukung kuat.

Saat ini, pemerintah sudah menggelontorkan sejumlah paket kebijakan seperti bantuan pangan yang diperpanjang hingga akhir tahun 2023 dan berlanjut ke 2024, insentif berupa PPN ditanggung pemerintah (DTP) hingga tahun 2024, serta insentif renovasi rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Tebar Bonus Rp340 Miliar ke Pemda

&quot;Outlook proyeksi kita, dengan banyaknya ketidakpastian seperti perubahan iklim, perang yang ada di Rusia-Ukraina, di Timur Tengah, serta dampak El Nino, itu pertumbuhan ekonomi kita bisa melemah ke 4,81%,&quot; ungkap Sri dalam Konferensi Pers di Jakarta, Senin (6/11/2023).

Dia menyebutkan, dengan adanya sejumlah paket kebijakan yang berjalan di kuartal III-2023, akan bisa menambah 0,2% additional growth (pertumbuhan tambahan).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sri Mulyani Buka-bukaan soal Hasil Stress Test Keuangan RI, Aman?

&quot;Sehingga, di kuartal IV-2023, kita berharap pertumbuhan ekonomi bisa tetap dijaga di 5,01%,&quot; ucap Sri.
Jika hal tersebut bisa terjaga, maka secara full year, pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan bisa terjaga di 5,04%. Karena kalau tidak, dengan situasi kuartal III saat ini di 4,94% dan kuartal IV tidak diberikan dukungan, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa merosot ke 4,99%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Pertumbuhan Ekonomi RI



&quot;Untuk tahun 2024, dengan adanya policy ini, baik berupa PPN ditanggung pemerintah (DTP) yang diberikan sampai dengan akhir tahun meski ada tapering penurunan ke 50%, kita berharap bisa menambah dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi sebesar 0,16%,&quot; jelas Sri.



Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi full year tahun 2024 diharapkan bisa tetap berada di atas posisi 5%, yaitu di posisi 5,24%.</content:encoded></item></channel></rss>
