<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>NPL Turun Jadi 3,07%, Ini Langkah BRI</title><description>Agus Sudiarto menyatakan perseroan berhasil menurunkan Non-Performing Loan (NPL) menjadi 3,07%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/278/2915805/npl-turun-jadi-3-07-ini-langkah-bri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/278/2915805/npl-turun-jadi-3-07-ini-langkah-bri"/><item><title>NPL Turun Jadi 3,07%, Ini Langkah BRI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/278/2915805/npl-turun-jadi-3-07-ini-langkah-bri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/278/2915805/npl-turun-jadi-3-07-ini-langkah-bri</guid><pubDate>Selasa 07 November 2023 11:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rio Adryawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/07/278/2915805/npl-turun-jadi-3-07-ini-langkah-bri-5jqBH20yuI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Langkah BRI soal Kinerja NPL Turun. (Foto: BRI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/07/278/2915805/npl-turun-jadi-3-07-ini-langkah-bri-5jqBH20yuI.jpg</image><title>Langkah BRI soal Kinerja NPL Turun. (Foto: BRI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMy8xLzE3MzE0MS81L3g4cGJjbjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto menyatakan perseroan berhasil menurunkan Non-Performing Loan (NPL) menjadi 3,07% dari sebelumnya sebesar 3,09%.
Menurutnya penurunan NPL disebabkan BRI sedang melakukan upaya bersih-bersih portofolio kredit, terutama kredit restrukturisasi terdampak Covid sebagai bagian dari soft-landing strategy yang diimplementasikan sejak tahun lalu.

BACA JUGA:
Kinerja Apik BRI, Kualitas Kredit Terjaga dengan Loan at Risk Semakin Menurun

&amp;ldquo;Tentunya, upaya ini membutuhkan cadangan risiko kredit yang cukup, di mana BRI telah melakukan pembentukan biaya CKPN yang besar selamat periode pandemi sampai 2022, dengan meningkatkan rasio Loan Loss Reserves (LLR) dari 4,4% di tahun 2019 menjadi 8,21% di tahun 2022,&amp;rdquo; ujarnya, Selasa (7/11/2023).
Agus menambahkan bahwa dengan front loading yang telah dilakukan di tahun 2020 sampai 2022, upaya untuk menjaga kualitas kredit ini berdampak terhadap cost of credit BRI yang terus membaik.

BACA JUGA:
BRIBRAIN Sukseskan Akuisisi 22.000 AgenBRILink Baru

Adapun Cost of Credit (CoC) BRI hingga kuartal III-2023 berada di level 2,44% atau membaik jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3,02%.Di sisi lain, sebagai bagian dari soft landing strategy, BRI juga tetap menyediakan pencadangan yang memadai. Di mana sampai September 2023, LAR Coverage BRI mencapai 50,92%, dan akan tetap dijaga di atas 50%.
Namun karena upaya bersih-bersih, portfolio tersebut dilakukan antara lain melalui hapus buku pinjaman NPL, maka NPL Coverage BRI turun ke level 228,65%.
Namun demikian rasio tersebut masih lebih tinggi dibandingkan level pre-pandemic sebesar 185,9% di 2018 dan 154,63% di tahun 2019.
Di sisi lain, lanjut Agus, penurunan NPL coverage ini adalah strategi BRI untuk melakukan hapus buku terhadap kredit-kredit UMKM, terutama di segmen mikro dan kecil, yang terdampak COVID-19 dan tidak dilakukan restrukturisasi lanjutan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMy8xLzE3MzE0MS81L3g4cGJjbjA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Direktur Manajemen Risiko BRI Agus Sudiarto menyatakan perseroan berhasil menurunkan Non-Performing Loan (NPL) menjadi 3,07% dari sebelumnya sebesar 3,09%.
Menurutnya penurunan NPL disebabkan BRI sedang melakukan upaya bersih-bersih portofolio kredit, terutama kredit restrukturisasi terdampak Covid sebagai bagian dari soft-landing strategy yang diimplementasikan sejak tahun lalu.

BACA JUGA:
Kinerja Apik BRI, Kualitas Kredit Terjaga dengan Loan at Risk Semakin Menurun

&amp;ldquo;Tentunya, upaya ini membutuhkan cadangan risiko kredit yang cukup, di mana BRI telah melakukan pembentukan biaya CKPN yang besar selamat periode pandemi sampai 2022, dengan meningkatkan rasio Loan Loss Reserves (LLR) dari 4,4% di tahun 2019 menjadi 8,21% di tahun 2022,&amp;rdquo; ujarnya, Selasa (7/11/2023).
Agus menambahkan bahwa dengan front loading yang telah dilakukan di tahun 2020 sampai 2022, upaya untuk menjaga kualitas kredit ini berdampak terhadap cost of credit BRI yang terus membaik.

BACA JUGA:
BRIBRAIN Sukseskan Akuisisi 22.000 AgenBRILink Baru

Adapun Cost of Credit (CoC) BRI hingga kuartal III-2023 berada di level 2,44% atau membaik jika dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3,02%.Di sisi lain, sebagai bagian dari soft landing strategy, BRI juga tetap menyediakan pencadangan yang memadai. Di mana sampai September 2023, LAR Coverage BRI mencapai 50,92%, dan akan tetap dijaga di atas 50%.
Namun karena upaya bersih-bersih, portfolio tersebut dilakukan antara lain melalui hapus buku pinjaman NPL, maka NPL Coverage BRI turun ke level 228,65%.
Namun demikian rasio tersebut masih lebih tinggi dibandingkan level pre-pandemic sebesar 185,9% di 2018 dan 154,63% di tahun 2019.
Di sisi lain, lanjut Agus, penurunan NPL coverage ini adalah strategi BRI untuk melakukan hapus buku terhadap kredit-kredit UMKM, terutama di segmen mikro dan kecil, yang terdampak COVID-19 dan tidak dilakukan restrukturisasi lanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
