<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penyebab Ekonomi Indonesia Kuartal III-2023 Turun</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 mencapai 4,94% secara year-on-year (yoy), menurun dari angka 5,17% pada kuatal II-2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/320/2915407/penyebab-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2023-turun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/320/2915407/penyebab-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2023-turun"/><item><title>Penyebab Ekonomi Indonesia Kuartal III-2023 Turun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/320/2915407/penyebab-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2023-turun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/320/2915407/penyebab-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2023-turun</guid><pubDate>Selasa 07 November 2023 05:06 WIB</pubDate><dc:creator>Fadillah Rafli Anwari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915407/penyebab-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2023-turun-8xhE19HeY9.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/06/320/2915407/penyebab-ekonomi-indonesia-kuartal-iii-2023-turun-8xhE19HeY9.JPG</image><title>Ilustrasi ekonomi RI. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 mencapai 4,94% secara year-on-year (yoy), menurun dari angka 5,17% pada kuatal II-2023.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan terdapat Faktor utama penurunan ini, yaitu perlambatan ekonomi global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Dorong Perekonomian Warga, Relawan Ganjar Gelar Pelatihan Menenun di Donggala

Meskipun demikian, beberapa mitra dagang utama Indonesia tetap mencatat pertumbuhan positif, walaupun dalam skala yang lebih lambat.

Secara rinci, PDB Indonesia berdasarkan harga berlaku mencapai Rp5.296 triliun, sedangkan pada harga konstan mencapai Rp3.124,9 triliun. Sektor-sektor unggulan dalam perekonomian Indonesia, seperti industri pengolahan (5,20%), pertanian (1,46%), perdagangan (5,08%), pertambangan (6,95%), dan konstruksi, tetap tumbuh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal III-2023

Amalia juga mencatat tiga sektor usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu transportasi dan pergudangan (14,74%), jasa lainnya (11,14%), serta akomodasi dan makanan minuman (10,80%).
Pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara, serta penyelenggaraan berbagai acara nasional dan internasional, serta dimulainya kegiatan politik menjelang pemilu.



Baca Selengkapnya: Tak Sampai 5%, Ini Alasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Rendah di Kuartal III-2023


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC8xLzE3Mjk2Ni81L3g4cDdnaDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2023 mencapai 4,94% secara year-on-year (yoy), menurun dari angka 5,17% pada kuatal II-2023.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan terdapat Faktor utama penurunan ini, yaitu perlambatan ekonomi global.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

 Dorong Perekonomian Warga, Relawan Ganjar Gelar Pelatihan Menenun di Donggala

Meskipun demikian, beberapa mitra dagang utama Indonesia tetap mencatat pertumbuhan positif, walaupun dalam skala yang lebih lambat.

Secara rinci, PDB Indonesia berdasarkan harga berlaku mencapai Rp5.296 triliun, sedangkan pada harga konstan mencapai Rp3.124,9 triliun. Sektor-sektor unggulan dalam perekonomian Indonesia, seperti industri pengolahan (5,20%), pertanian (1,46%), perdagangan (5,08%), pertambangan (6,95%), dan konstruksi, tetap tumbuh.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Mesin Pertumbuhan Ekonomi RI di Kuartal III-2023

Amalia juga mencatat tiga sektor usaha dengan pertumbuhan tertinggi, yaitu transportasi dan pergudangan (14,74%), jasa lainnya (11,14%), serta akomodasi dan makanan minuman (10,80%).
Pertumbuhan ekonomi didorong oleh peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara, serta penyelenggaraan berbagai acara nasional dan internasional, serta dimulainya kegiatan politik menjelang pemilu.



Baca Selengkapnya: Tak Sampai 5%, Ini Alasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Lebih Rendah di Kuartal III-2023


</content:encoded></item></channel></rss>
