<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>182 Ribu Pekerjaan di Gaza Hilang Dampak Perang Israel-Hamas</title><description>182 ribu pekerjaan di Gaza hilang karena perang Israel-Hamas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/320/2915960/182-ribu-pekerjaan-di-gaza-hilang-dampak-perang-israel-hamas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/320/2915960/182-ribu-pekerjaan-di-gaza-hilang-dampak-perang-israel-hamas"/><item><title>182 Ribu Pekerjaan di Gaza Hilang Dampak Perang Israel-Hamas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/320/2915960/182-ribu-pekerjaan-di-gaza-hilang-dampak-perang-israel-hamas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/320/2915960/182-ribu-pekerjaan-di-gaza-hilang-dampak-perang-israel-hamas</guid><pubDate>Selasa 07 November 2023 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/07/320/2915960/182-ribu-pekerjaan-di-gaza-hilang-dampak-perang-israel-hamas-bHKq1uYv6J.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ratusan ribu lapangan kerja hilang akibat perang (Foto: VOA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/07/320/2915960/182-ribu-pekerjaan-di-gaza-hilang-dampak-perang-israel-hamas-bHKq1uYv6J.jpeg</image><title>Ratusan ribu lapangan kerja hilang akibat perang (Foto: VOA)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzMxMy81L3g4cGV1MmM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; 182 ribu pekerjaan di Gaza hilang karena perang Israel-Hamas. Gaza kehilangan lapangan kerja hingga 61% sejak dimulainya perang antara Israel &amp;ndash; Hamas.
Badan tenaga kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan jika perang ini masih terus berjalan akan berdampak pada ekonomi di tahun-tahun ke depan.
Dilansir dari Aljazeera, Organisasi Buruh Internasional mengatakan tepatnya di Hari Senin kemarin, perkiraan hilangnya lapangan kerja di Palestina ini setara dengan 182.000 lapangan kerja.

BACA JUGA:
Israel Tangkap Aktivis Ikon Perlawanan Palestina, Ahed Tamimi di Tepi Barat


&amp;ldquo;Penilaian awal kami mengenai dampak krisis tragis yang terjadi saat ini terhadap pasar tenaga kerja Palestina telah membuahkan hasil yang sangat mengkhawatirkan, dan hal ini hanya akan bertambah buruk jika konflik terus berlanjut,&amp;rdquo; kata Ruba Jaradat, Direktur Regional ILO untuk Negara-negara Arab. Selasa (7/11/2023).
Ruba juga mengatakan kalau perang ini tidak hanya menunjukkan minimnya rasa kemanusiaan yang dimiliki seseorang, tetapi juga adanya krisis dalam sosial dan ekonomi.

BACA JUGA:
Apakah Israel Mempunyai Senjata Mematikan Nuklir?


&amp;ldquo;Permusuhan yang sedang berlangsung tidak hanya mewakili krisis kemanusiaan yang sangat besar dalam hal hilangnya nyawa dan kebutuhan dasar manusia, namun juga mewakili krisis sosial dan ekonomi yang telah menyebabkan kerusakan besar pada lapangan kerja dan dunia usaha, dengan dampak yang akan terasa selama bertahun-tahun datang,&amp;rdquo; lanjut Jaradat.
International Labour Organization (ILO) menyampaikan kalau di Tepi Barat Palestina sendiri telah kehilangan 24 % lapangan pekerjaan, yang di mana juga merupakan dampak dari perang Israel &amp;ndash; Hamas.
Menurut badan PBB, hilangnya pekerjaan di 2 wilayah besar Palestina  ini membuat hilangnya pendapatan harian mereka sebesar USD16 juta atau  setara dengan Rp247,8 miliar (kurs Rp15.493/USD).
Jaradat juga menyampaikan kalau penduduk di Gaza itu harus diberikan  akses yang &amp;ldquo;penuh, cepat, aman, dan tanpa hambatan&amp;rdquo; terhadap bantuan  kemanusiaan.
&amp;ldquo;Kami bekerja tanpa kenal lelah dengan pemerintah, mitra pekerja dan  pengusaha, badan-badan PBB lainnya, dan aktor kemanusiaan untuk  memberikan bantuan segera kepada pekerja dan dunia usaha yang terkena  dampak,&amp;rdquo; jelas Jaradat.
&amp;ldquo;Kami juga akan mendukung mereka dalam jangka panjang dalam  mengumpulkan informasi penting tentang pasar tenaga kerja dan memulihkan  lapangan kerja dan perusahaan, dikombinasikan dengan inisiatif  perlindungan sosial, sesuai dengan mandat kami,&amp;rdquo; tambah Jaradat.
Gaza berada di bawah Blokade Israel itu sejak tahun 2005, dengan  menderita kerugian secara ekonomi yang dapat dikategorikan cukup parah  bahkan sebelum dimulainya konflik terbaru.
Sampai saat ini, pengangguran di Gaza itu sudah mencapai 46,4% pada  kuartal kedua tahun 2023, sampai menjadi salah satu tingkat pengangguran  tertinggi di dunia. PBB bahkan juga menyampaikan kalau lebih dari 80%  penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.
Setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, Israel memperketat blockade  dan membombardir Hamas yang menyebabkan kekurangan makanan, air, dan  pasokan media bahkan menewaskan sedikitnya 1.405 orang yang di mana  sebagian besar merupakan warga sipil.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzMxMy81L3g4cGV1MmM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; 182 ribu pekerjaan di Gaza hilang karena perang Israel-Hamas. Gaza kehilangan lapangan kerja hingga 61% sejak dimulainya perang antara Israel &amp;ndash; Hamas.
Badan tenaga kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan jika perang ini masih terus berjalan akan berdampak pada ekonomi di tahun-tahun ke depan.
Dilansir dari Aljazeera, Organisasi Buruh Internasional mengatakan tepatnya di Hari Senin kemarin, perkiraan hilangnya lapangan kerja di Palestina ini setara dengan 182.000 lapangan kerja.

BACA JUGA:
Israel Tangkap Aktivis Ikon Perlawanan Palestina, Ahed Tamimi di Tepi Barat


&amp;ldquo;Penilaian awal kami mengenai dampak krisis tragis yang terjadi saat ini terhadap pasar tenaga kerja Palestina telah membuahkan hasil yang sangat mengkhawatirkan, dan hal ini hanya akan bertambah buruk jika konflik terus berlanjut,&amp;rdquo; kata Ruba Jaradat, Direktur Regional ILO untuk Negara-negara Arab. Selasa (7/11/2023).
Ruba juga mengatakan kalau perang ini tidak hanya menunjukkan minimnya rasa kemanusiaan yang dimiliki seseorang, tetapi juga adanya krisis dalam sosial dan ekonomi.

BACA JUGA:
Apakah Israel Mempunyai Senjata Mematikan Nuklir?


&amp;ldquo;Permusuhan yang sedang berlangsung tidak hanya mewakili krisis kemanusiaan yang sangat besar dalam hal hilangnya nyawa dan kebutuhan dasar manusia, namun juga mewakili krisis sosial dan ekonomi yang telah menyebabkan kerusakan besar pada lapangan kerja dan dunia usaha, dengan dampak yang akan terasa selama bertahun-tahun datang,&amp;rdquo; lanjut Jaradat.
International Labour Organization (ILO) menyampaikan kalau di Tepi Barat Palestina sendiri telah kehilangan 24 % lapangan pekerjaan, yang di mana juga merupakan dampak dari perang Israel &amp;ndash; Hamas.
Menurut badan PBB, hilangnya pekerjaan di 2 wilayah besar Palestina  ini membuat hilangnya pendapatan harian mereka sebesar USD16 juta atau  setara dengan Rp247,8 miliar (kurs Rp15.493/USD).
Jaradat juga menyampaikan kalau penduduk di Gaza itu harus diberikan  akses yang &amp;ldquo;penuh, cepat, aman, dan tanpa hambatan&amp;rdquo; terhadap bantuan  kemanusiaan.
&amp;ldquo;Kami bekerja tanpa kenal lelah dengan pemerintah, mitra pekerja dan  pengusaha, badan-badan PBB lainnya, dan aktor kemanusiaan untuk  memberikan bantuan segera kepada pekerja dan dunia usaha yang terkena  dampak,&amp;rdquo; jelas Jaradat.
&amp;ldquo;Kami juga akan mendukung mereka dalam jangka panjang dalam  mengumpulkan informasi penting tentang pasar tenaga kerja dan memulihkan  lapangan kerja dan perusahaan, dikombinasikan dengan inisiatif  perlindungan sosial, sesuai dengan mandat kami,&amp;rdquo; tambah Jaradat.
Gaza berada di bawah Blokade Israel itu sejak tahun 2005, dengan  menderita kerugian secara ekonomi yang dapat dikategorikan cukup parah  bahkan sebelum dimulainya konflik terbaru.
Sampai saat ini, pengangguran di Gaza itu sudah mencapai 46,4% pada  kuartal kedua tahun 2023, sampai menjadi salah satu tingkat pengangguran  tertinggi di dunia. PBB bahkan juga menyampaikan kalau lebih dari 80%  penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.
Setelah serangan Hamas pada 7 Oktober, Israel memperketat blockade  dan membombardir Hamas yang menyebabkan kekurangan makanan, air, dan  pasokan media bahkan menewaskan sedikitnya 1.405 orang yang di mana  sebagian besar merupakan warga sipil.</content:encoded></item></channel></rss>
