<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>KPR Jadi Penopang, Laba Bersih BTN Diprediksi Rp3,2 Triliun di 2023</title><description>Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi penopang kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/470/2916060/kpr-jadi-penopang-laba-bersih-btn-diprediksi-rp3-2-triliun-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/470/2916060/kpr-jadi-penopang-laba-bersih-btn-diprediksi-rp3-2-triliun-di-2023"/><item><title>KPR Jadi Penopang, Laba Bersih BTN Diprediksi Rp3,2 Triliun di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/470/2916060/kpr-jadi-penopang-laba-bersih-btn-diprediksi-rp3-2-triliun-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/07/470/2916060/kpr-jadi-penopang-laba-bersih-btn-diprediksi-rp3-2-triliun-di-2023</guid><pubDate>Selasa 07 November 2023 16:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rio Adryawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/07/470/2916060/kpr-jadi-penopang-laba-bersih-btn-diprediksi-rp3-2-triliun-di-2023-VNKWGdwVHU.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kinerja BBTN ditopang KPR (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/07/470/2916060/kpr-jadi-penopang-laba-bersih-btn-diprediksi-rp3-2-triliun-di-2023-VNKWGdwVHU.jpeg</image><title>Kinerja BBTN ditopang KPR (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi penopang kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Menjelang akhir tahun 2023, para analis memproyeksikan kinerja Bank BTN masih dapat mencapai target atau senilai Rp3,2 triliun.
Manajemen Bank BTN juga menilai hingga akhir tahun ini dapat menjaga pertumbuhan kredit di level double digit. Adanya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi penyumbang kinerja positif perseroan.

BACA JUGA:
Suku Bunga Acuan BI Naik, Siap-Siap KPR Melambung Tinggi


Direktur Finance Bank BTN Nofry Rony Poetra menjelaskan lebih dari 90% portofolio KPR BTN masih didominasi oleh rumah dengan harga di bawah Rp2 miliar, termasuk di dalamnya yakni segmen rumah murah.  Selain fokus menyalurkan KPR Subsidi, Bank BTN juga intens menyasar KPR Non-Subsidi yang membidik segmen emerging affluent.
Berdasarkan data Bloomberg, konsensus analis memproyeksikan laba bersih BBTN dapat mencapai Rp3,2 triliun ditopang Net Interest Margin (NIM) yang mencapai 4,0%.

BACA JUGA:
Berapa Lama Tenor KPR Rumah


&amp;ldquo;ROE [Return on Equity] diperkirakan menyentuh angka 11,7% pada akhir 2023,&amp;rdquo; demikian dikutip dari Bloomberg, Selasa (7/11/2023).
Sementara itu, Analis Yuanta Sekuritas Indonesia Yap Swie Cu menuliskan kinerja Bank BTN diyakini masih on track. Salah satu penyumbangnya, lanjut Yap, yakni strategi kredit high-yield.Senada, Edward Lowis, Head of Research Sucor Sekuritas memproyeksikan  BBTN masih akan mencatatkan laba bersih di level Rp3 triliun pada akhir  2023. Salah satu penopang proyeksi tersebut yakni peningkatan kredit  yang masih akan berlanjut di tahun ini dan mencapai pertumbuhan sebesar  10%.
&amp;ldquo;Kami masih mempertahankan rekomendasi beli,&amp;rdquo; tulis Edward.
Di sisi lain, insentif selanjutnya yaitu pemberian Bantuan Biaya  Administrasi (BBA) sebesar Rp 4 juta bagi masyarakat berpenghasilan  rendah (MBR) saat membeli rumah subsidi.  Pemerintah juga menaikkan  batas harga rumah yang bisa dibeli MBR dan memperoleh pembebasan PPN  menjadi Rp 350 juta, baik rumah tapak maupun rumah susun.
Menurut Nofry, hal ini akan menguntungkan Bank BTN, &quot;Bank BTN  merupakan kontributor utama dalam pembiayaan perumahan, khususnya KPR  Subsidi dengan market share yang mencapai 83% untuk penyaluran KPR  Subsidi&quot;.  Dengan adanya insentif BBA ini akan meningkatkan potensi  realisasi KPR Subsidi lebih banyak lagi ke depannya.
&amp;ldquo;Hingga Agustus 2023, kami mencatatkan portfolio KPR baik Subsidi  maupun Non-Subsidi tumbuh double digit di atas 10%. Dengan ada insentif  tersebut, kami optimistis tren pertumbuhan KPR masih berlanjut hingga  akhir 2024,&amp;rdquo; ujar Nofry.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih menjadi penopang kinerja PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Menjelang akhir tahun 2023, para analis memproyeksikan kinerja Bank BTN masih dapat mencapai target atau senilai Rp3,2 triliun.
Manajemen Bank BTN juga menilai hingga akhir tahun ini dapat menjaga pertumbuhan kredit di level double digit. Adanya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi penyumbang kinerja positif perseroan.

BACA JUGA:
Suku Bunga Acuan BI Naik, Siap-Siap KPR Melambung Tinggi


Direktur Finance Bank BTN Nofry Rony Poetra menjelaskan lebih dari 90% portofolio KPR BTN masih didominasi oleh rumah dengan harga di bawah Rp2 miliar, termasuk di dalamnya yakni segmen rumah murah.  Selain fokus menyalurkan KPR Subsidi, Bank BTN juga intens menyasar KPR Non-Subsidi yang membidik segmen emerging affluent.
Berdasarkan data Bloomberg, konsensus analis memproyeksikan laba bersih BBTN dapat mencapai Rp3,2 triliun ditopang Net Interest Margin (NIM) yang mencapai 4,0%.

BACA JUGA:
Berapa Lama Tenor KPR Rumah


&amp;ldquo;ROE [Return on Equity] diperkirakan menyentuh angka 11,7% pada akhir 2023,&amp;rdquo; demikian dikutip dari Bloomberg, Selasa (7/11/2023).
Sementara itu, Analis Yuanta Sekuritas Indonesia Yap Swie Cu menuliskan kinerja Bank BTN diyakini masih on track. Salah satu penyumbangnya, lanjut Yap, yakni strategi kredit high-yield.Senada, Edward Lowis, Head of Research Sucor Sekuritas memproyeksikan  BBTN masih akan mencatatkan laba bersih di level Rp3 triliun pada akhir  2023. Salah satu penopang proyeksi tersebut yakni peningkatan kredit  yang masih akan berlanjut di tahun ini dan mencapai pertumbuhan sebesar  10%.
&amp;ldquo;Kami masih mempertahankan rekomendasi beli,&amp;rdquo; tulis Edward.
Di sisi lain, insentif selanjutnya yaitu pemberian Bantuan Biaya  Administrasi (BBA) sebesar Rp 4 juta bagi masyarakat berpenghasilan  rendah (MBR) saat membeli rumah subsidi.  Pemerintah juga menaikkan  batas harga rumah yang bisa dibeli MBR dan memperoleh pembebasan PPN  menjadi Rp 350 juta, baik rumah tapak maupun rumah susun.
Menurut Nofry, hal ini akan menguntungkan Bank BTN, &quot;Bank BTN  merupakan kontributor utama dalam pembiayaan perumahan, khususnya KPR  Subsidi dengan market share yang mencapai 83% untuk penyaluran KPR  Subsidi&quot;.  Dengan adanya insentif BBA ini akan meningkatkan potensi  realisasi KPR Subsidi lebih banyak lagi ke depannya.
&amp;ldquo;Hingga Agustus 2023, kami mencatatkan portfolio KPR baik Subsidi  maupun Non-Subsidi tumbuh double digit di atas 10%. Dengan ada insentif  tersebut, kami optimistis tren pertumbuhan KPR masih berlanjut hingga  akhir 2024,&amp;rdquo; ujar Nofry.
</content:encoded></item></channel></rss>
