<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mastersystem Infotama (MSTI) Melantai di BEI, Harga Saham Dibuka Naik 24,73%</title><description>PT Mastersystem Infotama Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/11/2023) dengan kode MSTI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/278/2916413/mastersystem-infotama-msti-melantai-di-bei-harga-saham-dibuka-naik-24-73</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/278/2916413/mastersystem-infotama-msti-melantai-di-bei-harga-saham-dibuka-naik-24-73"/><item><title>Mastersystem Infotama (MSTI) Melantai di BEI, Harga Saham Dibuka Naik 24,73%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/278/2916413/mastersystem-infotama-msti-melantai-di-bei-harga-saham-dibuka-naik-24-73</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/278/2916413/mastersystem-infotama-msti-melantai-di-bei-harga-saham-dibuka-naik-24-73</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/278/2916413/mastersystem-infotama-msti-melantai-di-bei-harga-saham-dibuka-naik-24-73-Kot7enKZ8v.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MSTI resmi listing di BEI. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/278/2916413/mastersystem-infotama-msti-melantai-di-bei-harga-saham-dibuka-naik-24-73-Kot7enKZ8v.jpg</image><title>MSTI resmi listing di BEI. (Foto: Freepik)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Mastersystem Infotama Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/11/2023) dengan kode MSTI.

Harga saham perseroan dibuka naik 24,73% ke level Rp1.690 per saham, dari harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp1.355 per saham.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK Beri Sanksi ke 23 Pinjol

Hingga pukul 09.04 WIB, harga saham MSTI berada di posisi Rp1.515 per saham. Sementara itu, total saham perseroan yang diperdagangkan sebanyak 30,28 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp44,67 miliar dan ditransaksikan sebanyak 9.682 kali.

&amp;ldquo;Dengan go public ini, kami harap dapat memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat berinvestasi di perusahaan teknologi dan informasi. Selain itu, dengan pertumbuhan yang pesat, prospek saham di sektor teknologi dan informasi juga sangat menjanjikan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama MSTI, Eddy Anthony di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Rabu (8/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Fakta Masuk Daftar Hitam OJK hingga Dampak Akulaku Tidak Dibayar

Eddy melanjutkan, pencatatan saham perseroan di BEI juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan perseroan, serta mendorong perseroan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan, juga meningkatkan corporate governance perseroan.

Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan menawarkan sebanyak 667 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp637,96 miliar dari gelaran IPO ini.
Selain itu, perseroan juga mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan atau Employee Stock Allocation atau (ESA) dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 20,01 juta saham atau sebesar 3% dari jumlah saham yang ditawarkan.



Perseroan juga mengadakan Program Opsi Kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan atau Management Employee Stock Option Program (MESOP) dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 80,04 juta saham atau sebesar 3% dari modal ditempatkan dan disetor.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK: Keberlanjutan Industri Fintech Perlu Ujian Panjang


Perihal penggunaan dana, sebesar Rp101,57 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang kepada PT Bank OCBC NISP Tbk yang akan jatuh tempo. Per tanggal 31 Juli 2023, total pokok pinjaman kepada Bank OCBC adalah sebesar Rp205,60 miliar.



Perseroan akan melakukan pembayaran atas sebagian pinjaman kepada Bank OCBC, sehingga saldo pokok pinjaman perseroan setelah pembayaran dana hasil emisi akan menjadi Rp104,03 miliar.



Sementara, sisa dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha utama perseroan, namun tidak terbatas pada pembiayaan kegiatan operasional perseroan termasuk pembayaran gaji, pembayaran pembelian perangkat keras, pembayaran pembelian perangkat lunak, pembayaran jasa pihak ketiga, beban operasional lainnya serta biaya-biaya lainnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMC8xMC8xOS82Ny8xMjM1MTUvMC8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Mastersystem Infotama Tbk resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (8/11/2023) dengan kode MSTI.

Harga saham perseroan dibuka naik 24,73% ke level Rp1.690 per saham, dari harga penawaran awal yang ditetapkan sebesar Rp1.355 per saham.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK Beri Sanksi ke 23 Pinjol

Hingga pukul 09.04 WIB, harga saham MSTI berada di posisi Rp1.515 per saham. Sementara itu, total saham perseroan yang diperdagangkan sebanyak 30,28 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp44,67 miliar dan ditransaksikan sebanyak 9.682 kali.

&amp;ldquo;Dengan go public ini, kami harap dapat memberi kesempatan kepada masyarakat untuk dapat berinvestasi di perusahaan teknologi dan informasi. Selain itu, dengan pertumbuhan yang pesat, prospek saham di sektor teknologi dan informasi juga sangat menjanjikan,&amp;rdquo; kata Direktur Utama MSTI, Eddy Anthony di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta pada Rabu (8/11/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

7 Fakta Masuk Daftar Hitam OJK hingga Dampak Akulaku Tidak Dibayar

Eddy melanjutkan, pencatatan saham perseroan di BEI juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan perseroan, serta mendorong perseroan untuk dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan, juga meningkatkan corporate governance perseroan.

Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan menawarkan sebanyak 667 juta saham atau 20% dari modal ditempatkan dan disetor. Perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp637,96 miliar dari gelaran IPO ini.
Selain itu, perseroan juga mengadakan Program Alokasi Saham Karyawan atau Employee Stock Allocation atau (ESA) dengan mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya 20,01 juta saham atau sebesar 3% dari jumlah saham yang ditawarkan.



Perseroan juga mengadakan Program Opsi Kepemilikan Saham kepada Manajemen dan Karyawan atau Management Employee Stock Option Program (MESOP) dengan menerbitkan saham baru sebanyak-banyaknya 80,04 juta saham atau sebesar 3% dari modal ditempatkan dan disetor.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

OJK: Keberlanjutan Industri Fintech Perlu Ujian Panjang


Perihal penggunaan dana, sebesar Rp101,57 miliar akan digunakan untuk pembayaran sebagian pokok utang kepada PT Bank OCBC NISP Tbk yang akan jatuh tempo. Per tanggal 31 Juli 2023, total pokok pinjaman kepada Bank OCBC adalah sebesar Rp205,60 miliar.



Perseroan akan melakukan pembayaran atas sebagian pinjaman kepada Bank OCBC, sehingga saldo pokok pinjaman perseroan setelah pembayaran dana hasil emisi akan menjadi Rp104,03 miliar.



Sementara, sisa dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan usaha utama perseroan, namun tidak terbatas pada pembiayaan kegiatan operasional perseroan termasuk pembayaran gaji, pembayaran pembelian perangkat keras, pembayaran pembelian perangkat lunak, pembayaran jasa pihak ketiga, beban operasional lainnya serta biaya-biaya lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
