<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rencana Delisting Sukarela, BEI Panggil Emiten Jalan Tol Milik Salim (META)</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) panggil emiten jalan tol milik salim (META) terkait rencana penghapusan pencatatan saham sukarela.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/278/2916922/rencana-delisting-sukarela-bei-panggil-emiten-jalan-tol-milik-salim-meta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/278/2916922/rencana-delisting-sukarela-bei-panggil-emiten-jalan-tol-milik-salim-meta"/><item><title>Rencana Delisting Sukarela, BEI Panggil Emiten Jalan Tol Milik Salim (META)</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/278/2916922/rencana-delisting-sukarela-bei-panggil-emiten-jalan-tol-milik-salim-meta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/278/2916922/rencana-delisting-sukarela-bei-panggil-emiten-jalan-tol-milik-salim-meta</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 20:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/278/2916922/rencana-delisting-sukarela-bei-panggil-emiten-jalan-tol-milik-salim-meta-zJcPcOa9Th.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI panggil emiten jalan tol milik Salim (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/278/2916922/rencana-delisting-sukarela-bei-panggil-emiten-jalan-tol-milik-salim-meta-zJcPcOa9Th.jpg</image><title>BEI panggil emiten jalan tol milik Salim (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) panggil emiten jalan tol milik salim (META) terkait rencana penghapusan pencatatan saham sukarela. Mengenai rencana tersebut, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mendapat sorotan dari BEI.
&quot;Tentu setelah ini kami akan proses untuk hearing dulu, dengar pendapat, apa yang menjadi background dilakukannya voluntary delisting,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
901 Emiten Melantai di Bursa, Dirut BEI: Bukti Pasar Modal Kami Dipercaya


Sesuai aturan bursa, perseroan yang berniat menghapus sahamnya diwajibkan untuk melakukan pembelian kembali saham yang beredar atau buyback saham.
Nyoman menilai buyback perlu dilakukan META, dengan catatan harga pembelian kembali masih bersifat wajar.

BACA JUGA:
BEI Buru Penyebar Hoaks Reverse Stock Split GOTO


&quot;Buyback saham itu penting kita lakukan agar ada komitmen perlindungan investor,&quot; tegas Nyoman.
Sebagai catatan, voluntary delisting, yakni delisting saham secara sukarela, merupakan penghapusan pencatatan saham yang diajukan oleh emiten sendiri karena alasan tertentu.
Manajemen META belum memberikan alasan di balik go-privatenya tersebut setidaknya hingga Rabu (8/11) di Keterbukaan Informasi.
Sebelumnya manajemen mengungkap bahwa akan meminta persetujuan  pemegang saham atas aksi korporasi ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham  Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang akan dilaksanakan pada 19 Desember  2023.
&amp;ldquo;Sehubungan dengan hal tersebut Bursa memutuskan untuk melakukan  penghentian sementara perdagangan efek Perseroan di seluruh pasar  terhitung sejak sesi I perdagangan efek hari Rabu, 8 November 2023  hingga pengumuman lebih lanjut,&amp;rdquo; papar BEI dalam pengumumannya.
Hingga Rabu (8/11), saham META berada di level Rp238. Secara  historis, terjadi peningkatan 96,69% sepanjang 2023 berjalan (YtD).  Adapun dalam tiga tahun terakhir, META telah menguat 110,62%.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Bursa Efek Indonesia (BEI) panggil emiten jalan tol milik salim (META) terkait rencana penghapusan pencatatan saham sukarela. Mengenai rencana tersebut, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) mendapat sorotan dari BEI.
&quot;Tentu setelah ini kami akan proses untuk hearing dulu, dengar pendapat, apa yang menjadi background dilakukannya voluntary delisting,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
901 Emiten Melantai di Bursa, Dirut BEI: Bukti Pasar Modal Kami Dipercaya


Sesuai aturan bursa, perseroan yang berniat menghapus sahamnya diwajibkan untuk melakukan pembelian kembali saham yang beredar atau buyback saham.
Nyoman menilai buyback perlu dilakukan META, dengan catatan harga pembelian kembali masih bersifat wajar.

BACA JUGA:
BEI Buru Penyebar Hoaks Reverse Stock Split GOTO


&quot;Buyback saham itu penting kita lakukan agar ada komitmen perlindungan investor,&quot; tegas Nyoman.
Sebagai catatan, voluntary delisting, yakni delisting saham secara sukarela, merupakan penghapusan pencatatan saham yang diajukan oleh emiten sendiri karena alasan tertentu.
Manajemen META belum memberikan alasan di balik go-privatenya tersebut setidaknya hingga Rabu (8/11) di Keterbukaan Informasi.
Sebelumnya manajemen mengungkap bahwa akan meminta persetujuan  pemegang saham atas aksi korporasi ini melalui Rapat Umum Pemegang Saham  Luar Biasa (RUPSLB) perseroan yang akan dilaksanakan pada 19 Desember  2023.
&amp;ldquo;Sehubungan dengan hal tersebut Bursa memutuskan untuk melakukan  penghentian sementara perdagangan efek Perseroan di seluruh pasar  terhitung sejak sesi I perdagangan efek hari Rabu, 8 November 2023  hingga pengumuman lebih lanjut,&amp;rdquo; papar BEI dalam pengumumannya.
Hingga Rabu (8/11), saham META berada di level Rp238. Secara  historis, terjadi peningkatan 96,69% sepanjang 2023 berjalan (YtD).  Adapun dalam tiga tahun terakhir, META telah menguat 110,62%.</content:encoded></item></channel></rss>
