<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terbitkan SVBI dan SUVBI, BI: Jaga Stabilitas Rupiah</title><description>BI menyatakan penerbitan instrumen Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916590/terbitkan-svbi-dan-suvbi-bi-jaga-stabilitas-rupiah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916590/terbitkan-svbi-dan-suvbi-bi-jaga-stabilitas-rupiah"/><item><title>Terbitkan SVBI dan SUVBI, BI: Jaga Stabilitas Rupiah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916590/terbitkan-svbi-dan-suvbi-bi-jaga-stabilitas-rupiah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916590/terbitkan-svbi-dan-suvbi-bi-jaga-stabilitas-rupiah</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Rio Adryawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916590/terbitkan-svbi-dan-suvbi-bi-jaga-stabilitas-rupiah-qANFZJ5wg6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia terbitkan SVBI dan SUVBI (Foto: BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916590/terbitkan-svbi-dan-suvbi-bi-jaga-stabilitas-rupiah-qANFZJ5wg6.jpg</image><title>Bank Indonesia terbitkan SVBI dan SUVBI (Foto: BI)</title></images><description>


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan penerbitan instrumen Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) yang rencananya diluncurkan pada 21 November mendatang bertujuan untuk menjaga kestabilan rupiah.
&amp;ldquo;Tujuan utamanya adalah pendalaman pasar, dengan itu diharapkan berimplikasi terhadap kestabilan nilai tukar rupiah,&amp;rdquo; kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto dikutip Antara, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
2 Sosok Pahlawan yang Ada di Uang Pertama Bank Indonesia

SVBI dan SUVBI merupakan instrumen yang diterbitkan untuk menarik masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik.
Edi menjelaskan modal asing yang masuk akan menambah likuiditas dan suplai, sehingga diharapkan dapat berdampak positif pada sisi permintaan.

BACA JUGA:
Begini Bentuk Gedung Perkantoran Bank Indonesia di IKN, Representasi Burung Garuda

&amp;ldquo;Jadi, penerbitan dua instrumen ini memperbaiki dari sisi suplai dan permintaan agar harga tidak timpang, sehingga ada penguatan pada rupiah,&amp;rdquo; kata Edi.SVBI merupakan surat berharga dalam valuta asing yang diterbitkan oleh BI sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek (di bawah satu tahun). Sementara SUVBI merupakan valuta asing yang mengusung prinsip syariah milik BI.
Instrumen baru tersebut akan menggunakan aset surat berharga dalam valuta asing yang dimiliki BI sebagai underlying. SVBI akan diterbitkan pada tenor 1, 3, 6, 9, 12 bulan, sedangkan SUVBI akan diterbitkan dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan dengan settlement T+2.
Penerbitan SVBI dilakukan melalui lelang dengan bank umum yang menjadi peserta operasi pasar terbuka (OPT) konvensional dalam valas. Adapun penerbitan SUVBI dilakukan melalui lelang dengan bank umum syariah dan unit usaha syariah (UUS) yang menjadi peserta OPT syariah dalam valas.
&amp;ldquo;Pada awal ini kami mempertimbangkan bagaimana membangun kepercayaan diri serta kemudahan akses terhadap kedua instrumen, baik kepada investor domestik maupun asing,&amp;rdquo; ujar Edi.
Dia optimistis SVBI dan SUVBI akan menerima reaksi positif dari pasar. Sebab, Sovereign Credit Rating Indonesia pada posisi yang baik, yakni pada BBB (satu tingkat di atas level terendah investment grade) dengan outlook stabil.</description><content:encoded>


JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan penerbitan instrumen Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) yang rencananya diluncurkan pada 21 November mendatang bertujuan untuk menjaga kestabilan rupiah.
&amp;ldquo;Tujuan utamanya adalah pendalaman pasar, dengan itu diharapkan berimplikasi terhadap kestabilan nilai tukar rupiah,&amp;rdquo; kata Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto dikutip Antara, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
2 Sosok Pahlawan yang Ada di Uang Pertama Bank Indonesia

SVBI dan SUVBI merupakan instrumen yang diterbitkan untuk menarik masuknya modal asing ke pasar keuangan domestik.
Edi menjelaskan modal asing yang masuk akan menambah likuiditas dan suplai, sehingga diharapkan dapat berdampak positif pada sisi permintaan.

BACA JUGA:
Begini Bentuk Gedung Perkantoran Bank Indonesia di IKN, Representasi Burung Garuda

&amp;ldquo;Jadi, penerbitan dua instrumen ini memperbaiki dari sisi suplai dan permintaan agar harga tidak timpang, sehingga ada penguatan pada rupiah,&amp;rdquo; kata Edi.SVBI merupakan surat berharga dalam valuta asing yang diterbitkan oleh BI sebagai pengakuan utang berjangka waktu pendek (di bawah satu tahun). Sementara SUVBI merupakan valuta asing yang mengusung prinsip syariah milik BI.
Instrumen baru tersebut akan menggunakan aset surat berharga dalam valuta asing yang dimiliki BI sebagai underlying. SVBI akan diterbitkan pada tenor 1, 3, 6, 9, 12 bulan, sedangkan SUVBI akan diterbitkan dengan tenor 1, 3, dan 6 bulan dengan settlement T+2.
Penerbitan SVBI dilakukan melalui lelang dengan bank umum yang menjadi peserta operasi pasar terbuka (OPT) konvensional dalam valas. Adapun penerbitan SUVBI dilakukan melalui lelang dengan bank umum syariah dan unit usaha syariah (UUS) yang menjadi peserta OPT syariah dalam valas.
&amp;ldquo;Pada awal ini kami mempertimbangkan bagaimana membangun kepercayaan diri serta kemudahan akses terhadap kedua instrumen, baik kepada investor domestik maupun asing,&amp;rdquo; ujar Edi.
Dia optimistis SVBI dan SUVBI akan menerima reaksi positif dari pasar. Sebab, Sovereign Credit Rating Indonesia pada posisi yang baik, yakni pada BBB (satu tingkat di atas level terendah investment grade) dengan outlook stabil.</content:encoded></item></channel></rss>
