<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Desa Pangan Mandiri Kunci Sukses Ganjar Pranowo Atasi Masalah Pangan</title><description>Program desa pangan mandiri jadi kunci sukses Ganjar Pranowo mengatasi masalah pangan di Jawa Tengah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916632/desa-pangan-mandiri-kunci-sukses-ganjar-pranowo-atasi-masalah-pangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916632/desa-pangan-mandiri-kunci-sukses-ganjar-pranowo-atasi-masalah-pangan"/><item><title>Desa Pangan Mandiri Kunci Sukses Ganjar Pranowo Atasi Masalah Pangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916632/desa-pangan-mandiri-kunci-sukses-ganjar-pranowo-atasi-masalah-pangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916632/desa-pangan-mandiri-kunci-sukses-ganjar-pranowo-atasi-masalah-pangan</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 14:18 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916632/desa-pangan-mandiri-kunci-sukses-ganjar-pranowo-atasi-masalah-pangan-jpKQd7aNWv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Desa pangan mandiri jadi kunci sukses Ganjar atasi masalah pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916632/desa-pangan-mandiri-kunci-sukses-ganjar-pranowo-atasi-masalah-pangan-jpKQd7aNWv.jpg</image><title>Desa pangan mandiri jadi kunci sukses Ganjar atasi masalah pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzMyMS81L3g4cGV2ZHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Program desa pangan mandiri jadi kunci sukses Ganjar Pranowo mengatasi masalah pangan di Jawa Tengah. Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo (GP) Ammarsjah Purba menyatakan bahwa salah satu kunci sukses Ganjar Pranowo mengatasi permasalahan pangan dengan memperkuat ketahanan pangan.
Hal tersebut ia sampaikan menanggapi situasi lonjakan harga beras yang terjadi saat ini dan sudah berlangsung cukup lama.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Mendorong Mahasiswa untuk Kreatif Menghadapi Era Industry 4.0


&amp;ldquo;Menjamin ketersediaan pangan dari dalam negeri, aman, berkualitas, murah, dan terdiversifikasi berbasis kearifan, karakteristik dan keunggulan daerah masing-masing melalui Desa Mandiri Pangan adalah salah satu program sukses yang dilakukan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah. Program sukses ini dapat diduplikasi untuk mengatasi ketahanan pangan khususnya lonjakan harga beras saat ini,&amp;rdquo; kata Ammarsjah dalam keterangan resminya, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
Tanggapi Putusan MKMK, Jubir TPN Ganjar-Mahfud Nilai Pencalonan Gibran Cacat Moral


Diketahui, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2023, di Kantor Kemendagri, Jakarta (6/11) menyampaikan penyumbang paling besar angka inflasi dari volatile food atau inflasi yang disebabkan kenaikan harga pangan. Komoditas yang sejauh ini menyumbang besar adalah harga beras dan cabai.
&amp;ldquo;Inflasi muncul di Indonesia karena volatile food, dari beras maupun cabai, kemudian kita berbicara bawang putih tapi food selalu menjadi contributor besar inflasi,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, berdasar rekam jejak Sistem Pemantauan Pasar dan  Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan dan Badan Pusat Statistik (BPS),  harga kenaikan beras medium 7 November 2022 sebesar Rp10.775 saat ini 6  November 2023 sebesar Rp13.551 atau mengalami kenaikan Rp2.776. Beras  menyumbang inflasi sebesar 1,72% (mtm) terjadi di 87 kota dan hanya 2  kota yang mengalami defalsi beras dan 1 lainnya stabil.
Disparitas lima wilayah tertinggi adalah Provinsi Sumatera Barat,  Papua Barat, Papua, Riau, dan Maluku. Adapun lima wilayah terendah  adalah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Sumatera  Selatan dan Jawa Barat.
Ammarsjah menambahkan sejatinya bangsa ini kaya akan diversifikasi  pangan bukan saja beras. Optimalisasi kekuatan ketahanan pangan desa  bukan saja menghadirkan kemandirian namun lebih lanjut akan memunculkan  kemandirian pangan dan gizi mandiri.
&amp;ldquo;Diversifikasi pangan Indonesia bukan saja beras, terdapat; ubi,  sorgum, mocaf, porang atau singkong. Optimalisasi keragaman pangan  sesuai karakteristik daerah melalui Program Desa Pangan Mandiri  diharapkan desa mampu menyediakan dan memanfaatkan sumber daya setempat  secara berkelanjutan sehingga terciptalah ketahanan pangan, gizi mandiri  dan diharapkan mampu tercapai kemandirian pangan,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzMyMS81L3g4cGV2ZHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Program desa pangan mandiri jadi kunci sukses Ganjar Pranowo mengatasi masalah pangan di Jawa Tengah. Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo (GP) Ammarsjah Purba menyatakan bahwa salah satu kunci sukses Ganjar Pranowo mengatasi permasalahan pangan dengan memperkuat ketahanan pangan.
Hal tersebut ia sampaikan menanggapi situasi lonjakan harga beras yang terjadi saat ini dan sudah berlangsung cukup lama.

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Mendorong Mahasiswa untuk Kreatif Menghadapi Era Industry 4.0


&amp;ldquo;Menjamin ketersediaan pangan dari dalam negeri, aman, berkualitas, murah, dan terdiversifikasi berbasis kearifan, karakteristik dan keunggulan daerah masing-masing melalui Desa Mandiri Pangan adalah salah satu program sukses yang dilakukan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah. Program sukses ini dapat diduplikasi untuk mengatasi ketahanan pangan khususnya lonjakan harga beras saat ini,&amp;rdquo; kata Ammarsjah dalam keterangan resminya, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
Tanggapi Putusan MKMK, Jubir TPN Ganjar-Mahfud Nilai Pencalonan Gibran Cacat Moral


Diketahui, sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2023, di Kantor Kemendagri, Jakarta (6/11) menyampaikan penyumbang paling besar angka inflasi dari volatile food atau inflasi yang disebabkan kenaikan harga pangan. Komoditas yang sejauh ini menyumbang besar adalah harga beras dan cabai.
&amp;ldquo;Inflasi muncul di Indonesia karena volatile food, dari beras maupun cabai, kemudian kita berbicara bawang putih tapi food selalu menjadi contributor besar inflasi,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, berdasar rekam jejak Sistem Pemantauan Pasar dan  Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan dan Badan Pusat Statistik (BPS),  harga kenaikan beras medium 7 November 2022 sebesar Rp10.775 saat ini 6  November 2023 sebesar Rp13.551 atau mengalami kenaikan Rp2.776. Beras  menyumbang inflasi sebesar 1,72% (mtm) terjadi di 87 kota dan hanya 2  kota yang mengalami defalsi beras dan 1 lainnya stabil.
Disparitas lima wilayah tertinggi adalah Provinsi Sumatera Barat,  Papua Barat, Papua, Riau, dan Maluku. Adapun lima wilayah terendah  adalah Provinsi Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Sumatera  Selatan dan Jawa Barat.
Ammarsjah menambahkan sejatinya bangsa ini kaya akan diversifikasi  pangan bukan saja beras. Optimalisasi kekuatan ketahanan pangan desa  bukan saja menghadirkan kemandirian namun lebih lanjut akan memunculkan  kemandirian pangan dan gizi mandiri.
&amp;ldquo;Diversifikasi pangan Indonesia bukan saja beras, terdapat; ubi,  sorgum, mocaf, porang atau singkong. Optimalisasi keragaman pangan  sesuai karakteristik daerah melalui Program Desa Pangan Mandiri  diharapkan desa mampu menyediakan dan memanfaatkan sumber daya setempat  secara berkelanjutan sehingga terciptalah ketahanan pangan, gizi mandiri  dan diharapkan mampu tercapai kemandirian pangan,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
