<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasien Cacar Monyet Ditanggung BPJS Kesehatan</title><description>Kasus cacar monyet atau Mpox mengalami peningkatan di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916776/pasien-cacar-monyet-ditanggung-bpjs-kesehatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916776/pasien-cacar-monyet-ditanggung-bpjs-kesehatan"/><item><title>Pasien Cacar Monyet Ditanggung BPJS Kesehatan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916776/pasien-cacar-monyet-ditanggung-bpjs-kesehatan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916776/pasien-cacar-monyet-ditanggung-bpjs-kesehatan</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 17:15 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916776/pasien-cacar-monyet-ditanggung-bpjs-kesehatan-SxHd19LZsw.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penyakit cacar monyet dicover BPJS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916776/pasien-cacar-monyet-ditanggung-bpjs-kesehatan-SxHd19LZsw.jpeg</image><title>Penyakit cacar monyet dicover BPJS (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8zNC8xNjk4MzYvNS94OG5qNGR1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kasus cacar monyet atau Mpox mengalami peningkatan di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, per Selasa (7/11/2023), terdapat total 35 kasus Mpox yang terkonfirmasi sejak kasus teridentifikasi di 13 Oktober 2023.
Lantas apakah seseorang yang terkena penyakit cacar monyet ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan bahwa seseorang yang mengalami penyakit cacar monyet kemudian mendapatkan perawatan di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS maka biayanya akan ditanggung oleh BPJS.

BACA JUGA:
Apakah Cabut Gigi Ditanggung BPJS? Simak Penjelasan Lengkapnya


&quot;Kalau ada peserta BPJS yang terkena cacar monyet masuk rumah sakit dan perlu diobati baru BPJS akan membayari dan menjamin,&quot; katanya di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Lebih lanjut, Gufron menjelaskan bahwa pihaknya akan menanggung biaya ketika orang tersebut terkena penyakitnya. Bukan terkait dengan deteksi dini, konsultasi ke dokter dan obat-obatan.

BACA JUGA:
Ternyata Pekerja Bisa Dapat Rp10 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan, Ini Caranya


&quot;Di cover, tapi bukan public health nya ya. Jadi terliat dengan bagaimana dokter, obat, faskes itu bukan tanggung jawab BPJS,&quot; katanya.
Sebelumnya, Ketua Satgas Mpox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Hanny Nilasari, SpDVE menyampaikan bahwa penyakit cacar monyet ini tidak boleh disepelekan. Sebab, penyebaran cacar monyet ternyata bukan hanya menular dari kontak seksual dan sentuhan kulit saja tetapi juga melalui droplet. Hal ini sama seperti Covid-19.
&quot;Beberapa laporan ternyata mengidentifikasi ada lesi di sekitar  rongga mulut, kemudian tonsil, atau area bagian dalam mulut kita itu  juga terinfeksi dan ada lesinya.,&quot; ungkap dr Hanny dalam konferensi pers  virtual, Selasa (7/11/2023).
&quot;Sehingga saat pasien melakukan komunikasi yang sangat dekat dengan  waktu yang relatif sangat lama, dan kemudian dropletnya bisa menular dan  mengandung virus. Sehingga tidak menjadi hal prioritas untuk  menggunakan masker. Tapi masih dianjurkan,&quot; imbuh dr Hanny.
Namun, dr Hannya menegaskan jika penyakit cacar monyet penularannya  tidak secepat virus Covid-19. Dengan demikian Mpox tak akan mewabah  sebesar COVID-19.
&quot;COVID-19 itu penularannya sangat mudah melalui droplet, kemudian  melakukan inhalasi. Tapi mpox ini menyebar dari orang ke orang  memerlukan media, jadi harus berkontak dulu antara kulit dengan orang  yang terinfeksi virus,&quot; ujar dr Hanny.
&quot;Tidak mudah droplet menginfeksi dari orang ke orang. Agak berbeda. Mudah-mudahan tidak jadi wabah dunia,&quot; lanjutnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8zNC8xNjk4MzYvNS94OG5qNGR1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kasus cacar monyet atau Mpox mengalami peningkatan di Indonesia. Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan RI, per Selasa (7/11/2023), terdapat total 35 kasus Mpox yang terkonfirmasi sejak kasus teridentifikasi di 13 Oktober 2023.
Lantas apakah seseorang yang terkena penyakit cacar monyet ditanggung oleh BPJS Kesehatan?
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti mengatakan bahwa seseorang yang mengalami penyakit cacar monyet kemudian mendapatkan perawatan di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS maka biayanya akan ditanggung oleh BPJS.

BACA JUGA:
Apakah Cabut Gigi Ditanggung BPJS? Simak Penjelasan Lengkapnya


&quot;Kalau ada peserta BPJS yang terkena cacar monyet masuk rumah sakit dan perlu diobati baru BPJS akan membayari dan menjamin,&quot; katanya di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Lebih lanjut, Gufron menjelaskan bahwa pihaknya akan menanggung biaya ketika orang tersebut terkena penyakitnya. Bukan terkait dengan deteksi dini, konsultasi ke dokter dan obat-obatan.

BACA JUGA:
Ternyata Pekerja Bisa Dapat Rp10 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan, Ini Caranya


&quot;Di cover, tapi bukan public health nya ya. Jadi terliat dengan bagaimana dokter, obat, faskes itu bukan tanggung jawab BPJS,&quot; katanya.
Sebelumnya, Ketua Satgas Mpox PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Hanny Nilasari, SpDVE menyampaikan bahwa penyakit cacar monyet ini tidak boleh disepelekan. Sebab, penyebaran cacar monyet ternyata bukan hanya menular dari kontak seksual dan sentuhan kulit saja tetapi juga melalui droplet. Hal ini sama seperti Covid-19.
&quot;Beberapa laporan ternyata mengidentifikasi ada lesi di sekitar  rongga mulut, kemudian tonsil, atau area bagian dalam mulut kita itu  juga terinfeksi dan ada lesinya.,&quot; ungkap dr Hanny dalam konferensi pers  virtual, Selasa (7/11/2023).
&quot;Sehingga saat pasien melakukan komunikasi yang sangat dekat dengan  waktu yang relatif sangat lama, dan kemudian dropletnya bisa menular dan  mengandung virus. Sehingga tidak menjadi hal prioritas untuk  menggunakan masker. Tapi masih dianjurkan,&quot; imbuh dr Hanny.
Namun, dr Hannya menegaskan jika penyakit cacar monyet penularannya  tidak secepat virus Covid-19. Dengan demikian Mpox tak akan mewabah  sebesar COVID-19.
&quot;COVID-19 itu penularannya sangat mudah melalui droplet, kemudian  melakukan inhalasi. Tapi mpox ini menyebar dari orang ke orang  memerlukan media, jadi harus berkontak dulu antara kulit dengan orang  yang terinfeksi virus,&quot; ujar dr Hanny.
&quot;Tidak mudah droplet menginfeksi dari orang ke orang. Agak berbeda. Mudah-mudahan tidak jadi wabah dunia,&quot; lanjutnya.</content:encoded></item></channel></rss>
