<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>95% Penduduk Indonesia Jadi Peserta Program JKN</title><description>95% penduduk Indonesia sudah menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916801/95-penduduk-indonesia-jadi-peserta-program-jkn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916801/95-penduduk-indonesia-jadi-peserta-program-jkn"/><item><title>95% Penduduk Indonesia Jadi Peserta Program JKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916801/95-penduduk-indonesia-jadi-peserta-program-jkn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916801/95-penduduk-indonesia-jadi-peserta-program-jkn</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916801/95-penduduk-indonesia-jadi-peserta-program-jkn-GSPK8zdT9I.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">95% penduduk Indonesia menjadi peserta JKN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916801/95-penduduk-indonesia-jadi-peserta-program-jkn-GSPK8zdT9I.jpeg</image><title>95% penduduk Indonesia menjadi peserta JKN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8zNC8xNjk4MzYvNS94OG5qNGR1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; 95% penduduk Indonesia sudah menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menyebut bahwa belum genap sepuluh tahun berjalan, sudah lebih dan 95% penduduk Indonesia menjadi peserta Program JKN.
Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tercepat dalam berprogres menuju Universal Health Coverage (UHC).

BACA JUGA:
Pasien Cacar Monyet Ditanggung BPJS Kesehatan


Gufron mengatakan bahwa data yang dimiliki BPJS Kesehatan merupakan aset yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan penelitian maupun pengambilan kebijakan yang kredibel berbasis bukti (evidence based policy) untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan Program JKN.
Dia mengatakan kebutuhan data tersebut untuk memudahkan proses pengolahan data oleh peneliti, akademisi, praktisi dan pihak-pihak terkait lainnya. BPJS Kesehatan juga telah menyediakan data sampel yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat merepresentasikan data yang ada di BPJS Kesehatan.

BACA JUGA:
Apakah Cabut Gigi Ditanggung BPJS? Simak Penjelasan Lengkapnya


&quot;Data dan informasi Program JKN ini ibarat tambang emas. Setiap hari, ada 112 transaksi data yang berlangsung di dalam ekosistem Program JKN, atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang meliput data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran,&quot; katanya di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Dengan banyaknya data dalam program JKN, Gufron memastikan bahwa  keamanan data peserta BPJS Kesehatan dilindungi sebaik-baiknya. Dia  mengatakan terdapat 5 layer sistem keamanan untuk menjamin hal tersebut.
&quot;Kita bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk BSSN, Kominfo dan  kita juga mencoba untuk mengikuti undang-undang perlindungan data  pribadi termasuk kita mengikuti unsur ISO (Sistem manajemen keamanan  informasi). Jadi tidak hanya cyber security tapi juga IT Managementnya  dan banyak lagi selain juga sistemnya,&quot; katanya.
Ghufron juga menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan telah mengembangkan  beragam inovasi digital untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada  peserta Mulai dari antrean online untuk memangkas waktu tunggu di  fasilitas kesehatan, Layanan Skrining Riwayat Kesehatan untuk mendeteksi  dini risiko penyakit kronis, konsultasi online dengan dokter, dan yang  terbaru bernama i-Care JKN
&quot;Peserta JKN dapat dengan mudah melihat riwayat pelayanan yang telah  diberikan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Tingkat diagnosa, tindakan  medis, fasilitas kesehatan pemberi layanan, dan tanggal pelayanan selama  setahun terakhir. Jadi kesehatan itu ada di tangan anda,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8zNC8xNjk4MzYvNS94OG5qNGR1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; 95% penduduk Indonesia sudah menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti menyebut bahwa belum genap sepuluh tahun berjalan, sudah lebih dan 95% penduduk Indonesia menjadi peserta Program JKN.
Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara tercepat dalam berprogres menuju Universal Health Coverage (UHC).

BACA JUGA:
Pasien Cacar Monyet Ditanggung BPJS Kesehatan


Gufron mengatakan bahwa data yang dimiliki BPJS Kesehatan merupakan aset yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan penelitian maupun pengambilan kebijakan yang kredibel berbasis bukti (evidence based policy) untuk mendukung optimalisasi penyelenggaraan Program JKN.
Dia mengatakan kebutuhan data tersebut untuk memudahkan proses pengolahan data oleh peneliti, akademisi, praktisi dan pihak-pihak terkait lainnya. BPJS Kesehatan juga telah menyediakan data sampel yang dirancang sedemikian rupa sehingga dapat merepresentasikan data yang ada di BPJS Kesehatan.

BACA JUGA:
Apakah Cabut Gigi Ditanggung BPJS? Simak Penjelasan Lengkapnya


&quot;Data dan informasi Program JKN ini ibarat tambang emas. Setiap hari, ada 112 transaksi data yang berlangsung di dalam ekosistem Program JKN, atau 1.296 transaksi data per detik. Terdapat 397,8 miliar row data, yang meliput data kepesertaan, pelayanan kesehatan, dan iuran,&quot; katanya di Kantor BPJS Kesehatan, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Dengan banyaknya data dalam program JKN, Gufron memastikan bahwa  keamanan data peserta BPJS Kesehatan dilindungi sebaik-baiknya. Dia  mengatakan terdapat 5 layer sistem keamanan untuk menjamin hal tersebut.
&quot;Kita bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk BSSN, Kominfo dan  kita juga mencoba untuk mengikuti undang-undang perlindungan data  pribadi termasuk kita mengikuti unsur ISO (Sistem manajemen keamanan  informasi). Jadi tidak hanya cyber security tapi juga IT Managementnya  dan banyak lagi selain juga sistemnya,&quot; katanya.
Ghufron juga menjelaskan bahwa BPJS Kesehatan telah mengembangkan  beragam inovasi digital untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada  peserta Mulai dari antrean online untuk memangkas waktu tunggu di  fasilitas kesehatan, Layanan Skrining Riwayat Kesehatan untuk mendeteksi  dini risiko penyakit kronis, konsultasi online dengan dokter, dan yang  terbaru bernama i-Care JKN
&quot;Peserta JKN dapat dengan mudah melihat riwayat pelayanan yang telah  diberikan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Tingkat diagnosa, tindakan  medis, fasilitas kesehatan pemberi layanan, dan tanggal pelayanan selama  setahun terakhir. Jadi kesehatan itu ada di tangan anda,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
