<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alasan Pemerintah Rem Investasi Asing di IKN</title><description>Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan pemerintah saat ini mengerem investasi asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916831/alasan-pemerintah-rem-investasi-asing-di-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916831/alasan-pemerintah-rem-investasi-asing-di-ikn"/><item><title>Alasan Pemerintah Rem Investasi Asing di IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916831/alasan-pemerintah-rem-investasi-asing-di-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916831/alasan-pemerintah-rem-investasi-asing-di-ikn</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 18:26 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916831/alasan-pemerintah-rem-investasi-asing-di-ikn-puuWSuhPmN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan pemerintah rem investasi asing di IKN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916831/alasan-pemerintah-rem-investasi-asing-di-ikn-puuWSuhPmN.jpg</image><title>Alasan pemerintah rem investasi asing di IKN (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMy8xLzE3MzE0NC81L3g4cGJjd2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan pemerintah saat ini mengerem investasi asing yang akan masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, pemerintah saat ini memprioritaskan investor-investor dalam negeri untuk melakukan pembangunan di IKN.

BACA JUGA:
Menteri Bahlil Keluhkan Tukin Kementerian Investasi Tak Kunjung Naik ke Menpan RB


&quot;Pak Jokowi itu memprioritaskan investor-investor dalam negeri, kalau ada investor dalam negeri bangun IKN, kita berikan prioritas,&quot; ungkap Bahlil kepada awak media di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
Di Depan Wapres, Bahlil Janji Investasi Capai Target Rp1.400 Triliun


Namun Bahlil menegaskan pemerintah tetap membuka kesempatan investor asing untuk menanamkan modalnya di IKN meskipun saat ini yang diprioritaskan adalah investor dalam negeri.
Saat ini Bahlil menyebut sudah ada 200 lebih letter of intent (LoI)  yang diterima oleh pemerintah dan berasal dari berbagai negara termasuk  investor dalam negeri.
&quot;Tapi saya lagi memang mengerem. Daerah-daerah prime itu kalau boleh  semua dalam negeri, supaya IKN dari kita untuk kita. Nanti di layer 2  dan 3 nya baru bisa memberikan opsi kepada asing,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wMy8xLzE3MzE0NC81L3g4cGJjd2Y=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan pemerintah saat ini mengerem investasi asing yang akan masuk ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, pemerintah saat ini memprioritaskan investor-investor dalam negeri untuk melakukan pembangunan di IKN.

BACA JUGA:
Menteri Bahlil Keluhkan Tukin Kementerian Investasi Tak Kunjung Naik ke Menpan RB


&quot;Pak Jokowi itu memprioritaskan investor-investor dalam negeri, kalau ada investor dalam negeri bangun IKN, kita berikan prioritas,&quot; ungkap Bahlil kepada awak media di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
Di Depan Wapres, Bahlil Janji Investasi Capai Target Rp1.400 Triliun


Namun Bahlil menegaskan pemerintah tetap membuka kesempatan investor asing untuk menanamkan modalnya di IKN meskipun saat ini yang diprioritaskan adalah investor dalam negeri.
Saat ini Bahlil menyebut sudah ada 200 lebih letter of intent (LoI)  yang diterima oleh pemerintah dan berasal dari berbagai negara termasuk  investor dalam negeri.
&quot;Tapi saya lagi memang mengerem. Daerah-daerah prime itu kalau boleh  semua dalam negeri, supaya IKN dari kita untuk kita. Nanti di layer 2  dan 3 nya baru bisa memberikan opsi kepada asing,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
