<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan: Cukup Pakai KTP Petani Dapat Pupuk Subsidi</title><description>Amran Sulaiman mengatakan saat ini salah satu masalah yang dihadapi petani adalah sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916851/mentan-cukup-pakai-ktp-petani-dapat-pupuk-subsidi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916851/mentan-cukup-pakai-ktp-petani-dapat-pupuk-subsidi"/><item><title>Mentan: Cukup Pakai KTP Petani Dapat Pupuk Subsidi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916851/mentan-cukup-pakai-ktp-petani-dapat-pupuk-subsidi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916851/mentan-cukup-pakai-ktp-petani-dapat-pupuk-subsidi</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 18:56 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916851/mentan-cukup-pakai-ktp-petani-dapat-pupuk-subsidi-wqmhJDhNhU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petani mudah dapat pupuk subsidi (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916851/mentan-cukup-pakai-ktp-petani-dapat-pupuk-subsidi-wqmhJDhNhU.jpg</image><title>Petani mudah dapat pupuk subsidi (Foto: okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMi80LzE3MDA0OC81L3g4bm81ZXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan saat ini salah satu masalah yang dihadapi petani adalah sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Sebab para petani harus mengantongi kartu tani yang sebelumnya sudah didaftarkan.
Amran menjelaskan penyaluran pupuk bersubsidi lewat program kartu tani justru bisa menghambat produktivitas pertanian. Karena peliknya regulasi yang dihadapi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

BACA JUGA:
Masih Banyak Petani Tak Dapat Pupuk Subsidi, Wamen BUMN Update Data Penerima


Ke depan, Amran mengatakan pihaknya tengah merampungkan penyusunan regulasi untuk penyaluran pupuk bersubsidi. Salah satunya dengan menghilangkan kewajiban membawa kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Sehingga petani bisa membeli pupuk bersubsidi cukup hanya menunjukkan KTP dan terbukti sebagai petani.
&quot;Tadi ada beberapa isu penting, pertama pupuk, insyaallah regulasi akan kami selesaikan 1-2 Minggu ke depan, di mana petani sulit mendapatkan pupuk karena kartu tani, nanti ke depan bisa saja dapat pupuk asal dia petani benar, bisa menggunakan KTP,&quot; ujar Amran di Gedung DPR, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
Ini Penyebab Masih Ada Petani Tak Dapat Pupuk Subsidi


Mentan menilai saat ini pupuk bersubsidi cukup tersedia bagi para petani, namun memang masalah penyaluran ini kerap terhambat akibat perlunya validasi petani yang dibuktikan oleh kartu tani.
&quot;Jadi ini nanti mempermudah petani kita, ini ironis sekali, ada pupuk tersedia 1 juta ton, tetapi disisi lain, ada petani tidak kebagian pupuk,&quot; kata Arman.
Menurutnya kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi ini menjadi faktor  penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia. Karena  lewat peningkatan produktivitas, angka impor komoditas pangan bisa  ditekan sehingga para petani bisa lebih diuntungkan.
&quot;Kami diskusikan dengan direktur pupuk, ketemu masalahnya, Permentan akan kita terbitkan dalam waktu dekat,&quot; tukas Amran.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMi80LzE3MDA0OC81L3g4bm81ZXE=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan saat ini salah satu masalah yang dihadapi petani adalah sulitnya mendapatkan pupuk bersubsidi. Sebab para petani harus mengantongi kartu tani yang sebelumnya sudah didaftarkan.
Amran menjelaskan penyaluran pupuk bersubsidi lewat program kartu tani justru bisa menghambat produktivitas pertanian. Karena peliknya regulasi yang dihadapi petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

BACA JUGA:
Masih Banyak Petani Tak Dapat Pupuk Subsidi, Wamen BUMN Update Data Penerima


Ke depan, Amran mengatakan pihaknya tengah merampungkan penyusunan regulasi untuk penyaluran pupuk bersubsidi. Salah satunya dengan menghilangkan kewajiban membawa kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. Sehingga petani bisa membeli pupuk bersubsidi cukup hanya menunjukkan KTP dan terbukti sebagai petani.
&quot;Tadi ada beberapa isu penting, pertama pupuk, insyaallah regulasi akan kami selesaikan 1-2 Minggu ke depan, di mana petani sulit mendapatkan pupuk karena kartu tani, nanti ke depan bisa saja dapat pupuk asal dia petani benar, bisa menggunakan KTP,&quot; ujar Amran di Gedung DPR, Rabu (8/11/2023).

BACA JUGA:
Ini Penyebab Masih Ada Petani Tak Dapat Pupuk Subsidi


Mentan menilai saat ini pupuk bersubsidi cukup tersedia bagi para petani, namun memang masalah penyaluran ini kerap terhambat akibat perlunya validasi petani yang dibuktikan oleh kartu tani.
&quot;Jadi ini nanti mempermudah petani kita, ini ironis sekali, ada pupuk tersedia 1 juta ton, tetapi disisi lain, ada petani tidak kebagian pupuk,&quot; kata Arman.
Menurutnya kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi ini menjadi faktor  penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian di Indonesia. Karena  lewat peningkatan produktivitas, angka impor komoditas pangan bisa  ditekan sehingga para petani bisa lebih diuntungkan.
&quot;Kami diskusikan dengan direktur pupuk, ketemu masalahnya, Permentan akan kita terbitkan dalam waktu dekat,&quot; tukas Amran.</content:encoded></item></channel></rss>
