<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bicara soal Sektor Maritim, Ganjar Pranowo Sebut Belum Optimal</title><description>Pemanfaatan ekonomi di sektor maritim masih kurang optimal digarap oleh pemerintah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916902/bicara-soal-sektor-maritim-ganjar-pranowo-sebut-belum-optimal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916902/bicara-soal-sektor-maritim-ganjar-pranowo-sebut-belum-optimal"/><item><title>Bicara soal Sektor Maritim, Ganjar Pranowo Sebut Belum Optimal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916902/bicara-soal-sektor-maritim-ganjar-pranowo-sebut-belum-optimal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916902/bicara-soal-sektor-maritim-ganjar-pranowo-sebut-belum-optimal</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 20:05 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916902/bicara-soal-sektor-maritim-ganjar-pranowo-sebut-belum-optimal-t8Z5cAvYb0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar sebut sektor maritim belum optimal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916902/bicara-soal-sektor-maritim-ganjar-pranowo-sebut-belum-optimal-t8Z5cAvYb0.jpg</image><title>Ganjar sebut sektor maritim belum optimal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzMyMS81L3g4cGV2ZHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemanfaatan ekonomi di sektor maritim masih kurang optimal digarap oleh pemerintah. Hal itu disebabkan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum disiapkan secara matang.
Calon Presiden Partai Perindo Ganjar Pranowo menilai saat ini memang sudah banyak proyek pengembangan infrastruktur untuk mendukung sektor maritim di Indonesia. Misalnya penyiapan tol laut, pelabuhan, akses tol, pabrik dan lain sebagainya.

BACA JUGA:
Profil Susi Pudjiastuti, Wonder Woman Pangandaran yang Ditemui Ganjar Pranowo


&quot;Sebenarnya sudah banyak, tapi orang bicara sudah disiapkan tol laut, tinggal optimalkan, terus Indonesia ada potensi garam, ikan yang bagus. Di sana harus ada pabrik, infrastruktur, apakah itu pelabuhan, food storage, sehingga tumbuhlah ekonomi dari kelautan,&quot; kata Ganjar dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Rabu (8/11/2023).
Namun kehadiran infrastruktur dan kelengkapan itu kurang didukung oleh penyiapan SDM di daerah. Sehingga kehadiran infrastruktur tersebut dirasa kurang optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi maritim di Indonesia.

BACA JUGA:
Berdayakan Emak-Emak agar Produktif, Relawan Ganjar Kelas Memasak


&quot;Banyak tadi yang bertanya tapi prakteknya tidak, ya kan kita tidak siapkan SDM -nya, kita investasi aja, orang datang dari luar, dan itu menimbulkan persoalan sosial,&quot; kata Ganjar.
Maka menurutnya, paralel dengan pembangunan infrastruktur yang masih, seharusnya pemerintah juga bisa sekaligus meningkatkan kompetensi SDM itu sendiri agar terserap oleh lapangan kerja yang dibutuhkan.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan mendorong sekolah  vokasi agar menciptakan SDM yang siap kerja sesuai dengan kebutuhan  industri. Sehingga masyarakat di daerah tidak hanya menjadi penonton  dari adanya aktivitas pembangunan, tapi bisa mendapatkan keuntungan  secara ekonomis.
&quot;Maka paralel ketika kita rencanakan di sana (pembangunan) siapkan  SDM -nya. Caranya sekolah vokasi, tidak ada yang lain. Nah kalau itu  bisa disiapkan, kita bisa kerja sama pemerintah, termasuk daerahnya,  industrinya, sekolahnya, lalu kemudian orang lokal bisa terlibat, kalau  tidak cuma jadi penonton,&quot; tukas Ganjar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wNy8xLzE3MzMyMS81L3g4cGV2ZHg=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Pemanfaatan ekonomi di sektor maritim masih kurang optimal digarap oleh pemerintah. Hal itu disebabkan oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum disiapkan secara matang.
Calon Presiden Partai Perindo Ganjar Pranowo menilai saat ini memang sudah banyak proyek pengembangan infrastruktur untuk mendukung sektor maritim di Indonesia. Misalnya penyiapan tol laut, pelabuhan, akses tol, pabrik dan lain sebagainya.

BACA JUGA:
Profil Susi Pudjiastuti, Wonder Woman Pangandaran yang Ditemui Ganjar Pranowo


&quot;Sebenarnya sudah banyak, tapi orang bicara sudah disiapkan tol laut, tinggal optimalkan, terus Indonesia ada potensi garam, ikan yang bagus. Di sana harus ada pabrik, infrastruktur, apakah itu pelabuhan, food storage, sehingga tumbuhlah ekonomi dari kelautan,&quot; kata Ganjar dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Rabu (8/11/2023).
Namun kehadiran infrastruktur dan kelengkapan itu kurang didukung oleh penyiapan SDM di daerah. Sehingga kehadiran infrastruktur tersebut dirasa kurang optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi maritim di Indonesia.

BACA JUGA:
Berdayakan Emak-Emak agar Produktif, Relawan Ganjar Kelas Memasak


&quot;Banyak tadi yang bertanya tapi prakteknya tidak, ya kan kita tidak siapkan SDM -nya, kita investasi aja, orang datang dari luar, dan itu menimbulkan persoalan sosial,&quot; kata Ganjar.
Maka menurutnya, paralel dengan pembangunan infrastruktur yang masih, seharusnya pemerintah juga bisa sekaligus meningkatkan kompetensi SDM itu sendiri agar terserap oleh lapangan kerja yang dibutuhkan.
Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan mendorong sekolah  vokasi agar menciptakan SDM yang siap kerja sesuai dengan kebutuhan  industri. Sehingga masyarakat di daerah tidak hanya menjadi penonton  dari adanya aktivitas pembangunan, tapi bisa mendapatkan keuntungan  secara ekonomis.
&quot;Maka paralel ketika kita rencanakan di sana (pembangunan) siapkan  SDM -nya. Caranya sekolah vokasi, tidak ada yang lain. Nah kalau itu  bisa disiapkan, kita bisa kerja sama pemerintah, termasuk daerahnya,  industrinya, sekolahnya, lalu kemudian orang lokal bisa terlibat, kalau  tidak cuma jadi penonton,&quot; tukas Ganjar.</content:encoded></item></channel></rss>
