<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Groundbreaking Pabrik Foxconn di RI Terkendala Persoalan Geopolitik</title><description>Alasan perusahaan asal Taiwan, Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. atau Foxconn yang tak kunjung membangun pabriknya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916942/groundbreaking-pabrik-foxconn-di-ri-terkendala-persoalan-geopolitik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916942/groundbreaking-pabrik-foxconn-di-ri-terkendala-persoalan-geopolitik"/><item><title>Groundbreaking Pabrik Foxconn di RI Terkendala Persoalan Geopolitik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916942/groundbreaking-pabrik-foxconn-di-ri-terkendala-persoalan-geopolitik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/08/320/2916942/groundbreaking-pabrik-foxconn-di-ri-terkendala-persoalan-geopolitik</guid><pubDate>Rabu 08 November 2023 21:14 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916942/groundbreaking-pabrik-foxconn-di-ri-terkendala-persoalan-geopolitik-Ralca5uAr4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Foxconn belum bangun pabrik di RI (Foto: BKPM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/08/320/2916942/groundbreaking-pabrik-foxconn-di-ri-terkendala-persoalan-geopolitik-Ralca5uAr4.jpg</image><title>Alasan Foxconn belum bangun pabrik di RI (Foto: BKPM)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNy8xLzE3MTc5Ny81L3g4b210dmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap alasan perusahaan asal Taiwan, Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. atau Foxconn yang tak kunjung membangun pabriknya di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.
Bahlil mengatakan masih ada persoalan geopolitik di Laut China Selatan yang belum selesai, sehingga menghambat proses investasi Foxconn di Indonesia.

BACA JUGA:
Menteri Bahlil Keluhkan Tukin Kementerian Investasi Tak Kunjung Naik ke Menpan RB


&quot;Karena ketegangan politik di Laut China Selatan ini kan adem-adem, tapi di bawah ini agak sedikit,&quot; ungkap Bahlil kepada awak media di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Bahli menyebut dirinya akan berkunjung ke Taiwan untuk memastikan realisasi investasi Foxconn di Indonesia. &quot;Saya mungkin rencananya Desember,&quot; ujar Bahlil.
Saat ditanya apakah groundbreaking akan terealisasi tahun ini, Bahlil hanya memberikan jawaban singkat. &quot;Saya usahakan,&quot; tutur Bahlil.

BACA JUGA:
Di Depan Wapres, Bahlil Janji Investasi Capai Target Rp1.400 Triliun


Berbeda dengan Bahlil, sebelumnya Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengungkapkan bahwa Foxconn tak kunjung melakukan groundbreaking pabrik di Indonesia karena saat ini Foxconn masih melakukan negosiasi dengan beberapa calon partnernya.
&quot;Foxconn masih negosiasi sama calon partnernya. Kemudian dia juga masih memetakan siapa yang kemudian bisa menjadi potensial marketnya mereka,&quot; kata Nurul beberapa waktu lalu.

Nurul menyebut, penjajakan tersebut dilakukan karena Foxconn  merupakan perusahaan yang memproduksi barang tidak hanya untuk brand  sendiri, tapi untuk brand lain juga.
&quot;Jadi dia bisa menawarkan juga ke potensi market yang lain untuk bisa disiapkan produknya,&quot; jelasnya.
Sebelumnya, Foxconn dikabarkan melakukan peletakan batu pertama atau  groundbreaking untuk memulai pengembangan ekosistem kendaraan listrik  pada awal tahun 2023.
Foxconn akan menggandeng beberapa perusahaan seperti Gogoro, Industri  Baterai Indonesia (IBC), dan Indika Energy serta direncanakan  berinvestasi sebesar USD8 miliar untuk pengembangan ekosistem kendaraan  listrik dan baterai listrik.
&quot;Mereka akan memulai groundbreaking pada awal tahun. Mereka akan  masuk ekosistem kendaraan mobil terutama bus. Yang kedua mereka akan  melakukan investasi di ekosistem baterainya. Lokasinya di Batang,&quot; beber  Bahlil.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNy8xLzE3MTc5Ny81L3g4b210dmI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkap alasan perusahaan asal Taiwan, Hon Hai Precision Industry Co. Ltd. atau Foxconn yang tak kunjung membangun pabriknya di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.
Bahlil mengatakan masih ada persoalan geopolitik di Laut China Selatan yang belum selesai, sehingga menghambat proses investasi Foxconn di Indonesia.

BACA JUGA:
Menteri Bahlil Keluhkan Tukin Kementerian Investasi Tak Kunjung Naik ke Menpan RB


&quot;Karena ketegangan politik di Laut China Selatan ini kan adem-adem, tapi di bawah ini agak sedikit,&quot; ungkap Bahlil kepada awak media di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (8/11/2023).
Bahli menyebut dirinya akan berkunjung ke Taiwan untuk memastikan realisasi investasi Foxconn di Indonesia. &quot;Saya mungkin rencananya Desember,&quot; ujar Bahlil.
Saat ditanya apakah groundbreaking akan terealisasi tahun ini, Bahlil hanya memberikan jawaban singkat. &quot;Saya usahakan,&quot; tutur Bahlil.

BACA JUGA:
Di Depan Wapres, Bahlil Janji Investasi Capai Target Rp1.400 Triliun


Berbeda dengan Bahlil, sebelumnya Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan mengungkapkan bahwa Foxconn tak kunjung melakukan groundbreaking pabrik di Indonesia karena saat ini Foxconn masih melakukan negosiasi dengan beberapa calon partnernya.
&quot;Foxconn masih negosiasi sama calon partnernya. Kemudian dia juga masih memetakan siapa yang kemudian bisa menjadi potensial marketnya mereka,&quot; kata Nurul beberapa waktu lalu.

Nurul menyebut, penjajakan tersebut dilakukan karena Foxconn  merupakan perusahaan yang memproduksi barang tidak hanya untuk brand  sendiri, tapi untuk brand lain juga.
&quot;Jadi dia bisa menawarkan juga ke potensi market yang lain untuk bisa disiapkan produknya,&quot; jelasnya.
Sebelumnya, Foxconn dikabarkan melakukan peletakan batu pertama atau  groundbreaking untuk memulai pengembangan ekosistem kendaraan listrik  pada awal tahun 2023.
Foxconn akan menggandeng beberapa perusahaan seperti Gogoro, Industri  Baterai Indonesia (IBC), dan Indika Energy serta direncanakan  berinvestasi sebesar USD8 miliar untuk pengembangan ekosistem kendaraan  listrik dan baterai listrik.
&quot;Mereka akan memulai groundbreaking pada awal tahun. Mereka akan  masuk ekosistem kendaraan mobil terutama bus. Yang kedua mereka akan  melakukan investasi di ekosistem baterainya. Lokasinya di Batang,&quot; beber  Bahlil.</content:encoded></item></channel></rss>
