<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Investor Baru Pengganti BBRI dan BBNI di BSI, Erick Thohir Bilang Gini</title><description>Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor asing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917436/soal-investor-baru-pengganti-bbri-dan-bbni-di-bsi-erick-thohir-bilang-gini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917436/soal-investor-baru-pengganti-bbri-dan-bbni-di-bsi-erick-thohir-bilang-gini"/><item><title>Soal Investor Baru Pengganti BBRI dan BBNI di BSI, Erick Thohir Bilang Gini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917436/soal-investor-baru-pengganti-bbri-dan-bbni-di-bsi-erick-thohir-bilang-gini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917436/soal-investor-baru-pengganti-bbri-dan-bbni-di-bsi-erick-thohir-bilang-gini</guid><pubDate>Kamis 09 November 2023 16:04 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/09/320/2917436/soal-investor-baru-pengganti-bbri-dan-bbni-di-bsi-erick-thohir-bilang-gini-4Oy0RXdCgT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir bahas soal investor BUMN. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/09/320/2917436/soal-investor-baru-pengganti-bbri-dan-bbni-di-bsi-erick-thohir-bilang-gini-4Oy0RXdCgT.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir bahas soal investor BUMN. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor asing, menyusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI (BBNI) berencana melakukan divestasi sahamnya di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan investor yang bergabung haruslah perusahaan kaliber yang mampu membawa BSI masuk ke dalam sepuluh perbankan syariah terbesar di dunia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Komisaris BUMN Diminta Mengundurkan Diri Usai Jadi Timses Capres-Cawapres

&quot;Kita mau cari partner yang bisa menjadikan BSI bank syariah secara global. Sekarang ini ranking 12, siapa tahu ke depan bisa masuk 10 besar (level global),&quot; ungkap Erick saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Kamis (9/11/2023).

&amp;ldquo;Partner yang bisa membuka akses kita, membuka kantor di London, Riyadh, Mekkah, Madinah, Dubai ini yang kita dorong, karena pendanaan dalam konteks syariah menarik ke depan untuk terus dieksplorasi,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cegah Kasus Jiwasraya hingga Garuda Indonesia Terulang, BUMN Diminta Lakukan Ini

Dalam proses penjajakan itu, lanjut dia, pihaknya tidak mau terburu-buru memutuskan siapa pihak yang menjadi mitra BSI. Karena itu, pembahasan masih dilakukan

&quot;Kita masih diskusi, karena mencari partner jangan buru-buru. Seperti kita berpartner dengan Singtel, Telkom, ya sekarang partner-nya makin bagus. Setelah masing-masing pihak antara Telkomsel dan Telkom membagi wilayah, yang satu B2B, yang satu B2C,&quot; paparnya.
BBRI dan BBNI berencana melakukan divestasi sahamnya di BSI.



Sebelumnya, Direktur Utama BBRI, Sunarso mengatakan pelepasan saham di BSI bertujuan mengoptimalisasikan portofolio perusahaan. Sehingga tidak harus dilakukan secara terburu-buru atau sesegera mungkin.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Atap Stasiun Kereta Cepat Halim Bocor, Wamen BUMN: Biasa dalam Proyek

Dia memastikan divestasi saham harus berdampak positif bagi kinerja BRI hingga penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang maksimal.



&quot;Mendesak tidak divestasi? Saya jawab tidak mendesak karena ini bagian optimalisasi portofolio. Kita tetap fokus dua hal, value harus optimal dan maksimal, lalu GCG harus terpenuhi,&quot; ucap Sunarso saat 'Ngopi BUMN' beberapa waktu lalu.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMS8xLzE3MzAxNS81L3g4cDg5MGo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah investor asing, menyusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk atau BRI (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI (BBNI) berencana melakukan divestasi sahamnya di PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan investor yang bergabung haruslah perusahaan kaliber yang mampu membawa BSI masuk ke dalam sepuluh perbankan syariah terbesar di dunia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Komisaris BUMN Diminta Mengundurkan Diri Usai Jadi Timses Capres-Cawapres

&quot;Kita mau cari partner yang bisa menjadikan BSI bank syariah secara global. Sekarang ini ranking 12, siapa tahu ke depan bisa masuk 10 besar (level global),&quot; ungkap Erick saat ditemui di gedung Kementerian BUMN, Kamis (9/11/2023).

&amp;ldquo;Partner yang bisa membuka akses kita, membuka kantor di London, Riyadh, Mekkah, Madinah, Dubai ini yang kita dorong, karena pendanaan dalam konteks syariah menarik ke depan untuk terus dieksplorasi,&amp;rdquo; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cegah Kasus Jiwasraya hingga Garuda Indonesia Terulang, BUMN Diminta Lakukan Ini

Dalam proses penjajakan itu, lanjut dia, pihaknya tidak mau terburu-buru memutuskan siapa pihak yang menjadi mitra BSI. Karena itu, pembahasan masih dilakukan

&quot;Kita masih diskusi, karena mencari partner jangan buru-buru. Seperti kita berpartner dengan Singtel, Telkom, ya sekarang partner-nya makin bagus. Setelah masing-masing pihak antara Telkomsel dan Telkom membagi wilayah, yang satu B2B, yang satu B2C,&quot; paparnya.
BBRI dan BBNI berencana melakukan divestasi sahamnya di BSI.



Sebelumnya, Direktur Utama BBRI, Sunarso mengatakan pelepasan saham di BSI bertujuan mengoptimalisasikan portofolio perusahaan. Sehingga tidak harus dilakukan secara terburu-buru atau sesegera mungkin.


&amp;nbsp;BACA JUGA:

Atap Stasiun Kereta Cepat Halim Bocor, Wamen BUMN: Biasa dalam Proyek

Dia memastikan divestasi saham harus berdampak positif bagi kinerja BRI hingga penerapan Good Corporate Governance (GCG) yang maksimal.



&quot;Mendesak tidak divestasi? Saya jawab tidak mendesak karena ini bagian optimalisasi portofolio. Kita tetap fokus dua hal, value harus optimal dan maksimal, lalu GCG harus terpenuhi,&quot; ucap Sunarso saat 'Ngopi BUMN' beberapa waktu lalu.</content:encoded></item></channel></rss>
