<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekspor Baja RI Capai Rp446 Triliun, Menko Airlangga: Tumbuh Signifikan</title><description>Nilai ekspor besi baja saat ini meningkat menjadi USD28,48 miliar atau setara Rp446 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917508/ekspor-baja-ri-capai-rp446-triliun-menko-airlangga-tumbuh-signifikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917508/ekspor-baja-ri-capai-rp446-triliun-menko-airlangga-tumbuh-signifikan"/><item><title>Ekspor Baja RI Capai Rp446 Triliun, Menko Airlangga: Tumbuh Signifikan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917508/ekspor-baja-ri-capai-rp446-triliun-menko-airlangga-tumbuh-signifikan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917508/ekspor-baja-ri-capai-rp446-triliun-menko-airlangga-tumbuh-signifikan</guid><pubDate>Kamis 09 November 2023 17:38 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/09/320/2917508/ekspor-baja-ri-capai-rp446-triliun-menko-airlangga-tumbuh-signifikan-7kRFK6wSay.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor industri besi dan baja (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/09/320/2917508/ekspor-baja-ri-capai-rp446-triliun-menko-airlangga-tumbuh-signifikan-7kRFK6wSay.jpg</image><title>Ekspor industri besi dan baja (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3Mjc4Mi81L3g4cDN6ZDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nilai ekspor besi baja saat ini meningkat menjadi USD28,48 miliar atau setara Rp446 triliun. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada 2019 lalu nilai ekspor besi baja di Tanah Air hanya berada di posisi USD8 miliar atau setara Rp125,2 triliun.  Menurutnya, kenaikan nilai ekspor tidak terlepas dari pertumbuhan industri logam dasar, khususnya baja dan besi. Di mana, per kuartal III-2023 tumbuh 10,86%.

BACA JUGA:
Industri Besi dan Baja Kecipratan Cuan Berkat Proyek IKN


&quot;Kita lihat pertumbuhan industri baja tumbuhnya 10,86% year on year di kuartal III-2023,&quot; ungkap Airlangga saat pembukaan IISIA Business Forum (IBF) 2023, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis (9/11/2023).
Menurutnya, dengan pengembangan green steel dan blast furnace hilirisasi batu bara, Indonesia sebagai salah satu dari The Largest Steel Producer memiliki peluang yang besar untuk masuk ke pasar global.

BACA JUGA:
Wapres Minta Industri Besar Gandeng UMKM


Permintaan 1,5 juta ton untuk industri otomotif menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan karena baru 900.000 kebutuhan baja otomotif yang dipenuhi oleh produsen baja nasional.
&quot;Dengan begitu, diharapkan industri baja dapat terbang untuk menghasilkan lebih banyak lagi devisa untuk negara,&amp;rdquo; paparnya.
Di lain sisi, lanjut Airlangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada  kuartal III-2023 tetap tumbuh kuat atau sebesar 4,94%, meskipun sedikit  lambat dari pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang  sebesar 5,17%.
&amp;ldquo;Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada para pelaku industri baja  yang telah melakukan pengembangan untuk kemajuan industri baja ke  depan, terbukti dengan adanya pertumbuhan industri baja sebesar 10,86%  yoy di triwulan III 2023,&amp;rdquo; lanjut dia.
Adapun, The Indonesian Iron &amp;amp; Steel Industry Association (IISIA)  resmi membuka IISIA Business Forum (IBF) 2023. Kegiatan ini merupakan  pameran dan seminar tahunan yang mempertemukan seluruh stakeholder  industri baja nasional.
IBF 2023 kali ini merupakan business forum kedua yang dilaksanakan  IISIA bersama dengan Kadin Indonesia dan dukungan dari Kementerian  Perindustrian.
Melalui IISIA Business Forum yang diharapkan akan menjadi agenda  tahunan bersama ini, harapannya akan dapat tercipta sinergi antara para  pelaku dan pemangku kepentingan dalam ekosistem industri baja nasional  yang semakin baik.
&amp;ldquo;IBF 2023 dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 9-11 November 2023  di ICE BSD, Tangerang. Rangkaian acara IBF 2023 ini diikuti oleh  industri terkait ekosistem industri baja yaitu 110 peserta pameran yang  terdiri dari 76 perusahaan, empat kementerian, 16 asosiasi, empat  perguruan tinggi, dan 15 UMKM,&quot; tutur Chairman IISIA, Purwono Widodo.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNi8xLzE3Mjc4Mi81L3g4cDN6ZDY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Nilai ekspor besi baja saat ini meningkat menjadi USD28,48 miliar atau setara Rp446 triliun. Jumlah itu naik signifikan dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2019 atau sebelum pandemi Covid-19.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada 2019 lalu nilai ekspor besi baja di Tanah Air hanya berada di posisi USD8 miliar atau setara Rp125,2 triliun.  Menurutnya, kenaikan nilai ekspor tidak terlepas dari pertumbuhan industri logam dasar, khususnya baja dan besi. Di mana, per kuartal III-2023 tumbuh 10,86%.

BACA JUGA:
Industri Besi dan Baja Kecipratan Cuan Berkat Proyek IKN


&quot;Kita lihat pertumbuhan industri baja tumbuhnya 10,86% year on year di kuartal III-2023,&quot; ungkap Airlangga saat pembukaan IISIA Business Forum (IBF) 2023, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Kamis (9/11/2023).
Menurutnya, dengan pengembangan green steel dan blast furnace hilirisasi batu bara, Indonesia sebagai salah satu dari The Largest Steel Producer memiliki peluang yang besar untuk masuk ke pasar global.

BACA JUGA:
Wapres Minta Industri Besar Gandeng UMKM


Permintaan 1,5 juta ton untuk industri otomotif menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan karena baru 900.000 kebutuhan baja otomotif yang dipenuhi oleh produsen baja nasional.
&quot;Dengan begitu, diharapkan industri baja dapat terbang untuk menghasilkan lebih banyak lagi devisa untuk negara,&amp;rdquo; paparnya.
Di lain sisi, lanjut Airlangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada  kuartal III-2023 tetap tumbuh kuat atau sebesar 4,94%, meskipun sedikit  lambat dari pertumbuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang  sebesar 5,17%.
&amp;ldquo;Bapak Presiden memberikan apresiasi kepada para pelaku industri baja  yang telah melakukan pengembangan untuk kemajuan industri baja ke  depan, terbukti dengan adanya pertumbuhan industri baja sebesar 10,86%  yoy di triwulan III 2023,&amp;rdquo; lanjut dia.
Adapun, The Indonesian Iron &amp;amp; Steel Industry Association (IISIA)  resmi membuka IISIA Business Forum (IBF) 2023. Kegiatan ini merupakan  pameran dan seminar tahunan yang mempertemukan seluruh stakeholder  industri baja nasional.
IBF 2023 kali ini merupakan business forum kedua yang dilaksanakan  IISIA bersama dengan Kadin Indonesia dan dukungan dari Kementerian  Perindustrian.
Melalui IISIA Business Forum yang diharapkan akan menjadi agenda  tahunan bersama ini, harapannya akan dapat tercipta sinergi antara para  pelaku dan pemangku kepentingan dalam ekosistem industri baja nasional  yang semakin baik.
&amp;ldquo;IBF 2023 dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 9-11 November 2023  di ICE BSD, Tangerang. Rangkaian acara IBF 2023 ini diikuti oleh  industri terkait ekosistem industri baja yaitu 110 peserta pameran yang  terdiri dari 76 perusahaan, empat kementerian, 16 asosiasi, empat  perguruan tinggi, dan 15 UMKM,&quot; tutur Chairman IISIA, Purwono Widodo.</content:encoded></item></channel></rss>
