<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri KKP Lepas Ekspor Produk Perikanan ke China, Nilainya Rp18,7 Miliar</title><description>Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melepas ekspor 9 kontainer berisi 243 ton produk perikanan senilai Rp18,7 miliar ke China.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917621/menteri-kkp-lepas-ekspor-produk-perikanan-ke-china-nilainya-rp18-7-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917621/menteri-kkp-lepas-ekspor-produk-perikanan-ke-china-nilainya-rp18-7-miliar"/><item><title>Menteri KKP Lepas Ekspor Produk Perikanan ke China, Nilainya Rp18,7 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917621/menteri-kkp-lepas-ekspor-produk-perikanan-ke-china-nilainya-rp18-7-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/09/320/2917621/menteri-kkp-lepas-ekspor-produk-perikanan-ke-china-nilainya-rp18-7-miliar</guid><pubDate>Kamis 09 November 2023 20:42 WIB</pubDate><dc:creator>Heri Purnomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/09/320/2917621/menteri-kkp-lepas-ekspor-produk-perikanan-ke-china-nilainya-rp18-7-miliar-xFYANuhTgT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP lepas ekspor produk perikanan (Foto: KKP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/09/320/2917621/menteri-kkp-lepas-ekspor-produk-perikanan-ke-china-nilainya-rp18-7-miliar-xFYANuhTgT.jpg</image><title>Menteri KKP lepas ekspor produk perikanan (Foto: KKP)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNC80LzE2OTYyNC81L3g4bmcwdzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melepas ekspor 9 kontainer berisi 243 ton produk perikanan senilai Rp18,7 miliar ke China.
Trenggono mengatakan ekspor perdana dari fasilitas Cold Storage Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Muara Baru ini sekaligus menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan program prioritas berbasis ekonomi biru, terlebih ikan yang diekspor ini berasal dari hasil tangkapan di Zona I dan Zona III kawasan Penangkapan Ikan Terukur (PIT).

BACA JUGA:
Ekspor Baja RI Capai Rp446 Triliun, Menko Airlangga: Tumbuh Signifikan


&quot;Penangkapan ikan terukur nanti akan masuk pada versi 1 versi 2 versi 3 dan seterusnya sesuai jamannya. Penangkapan itu diatur jenis ikan mana yang boleh ditangkap, lalu cara penangkapannya yang beradab (ramah lingkungan dan berkelanjutan), kemudian disampaikan kepada pelanggan (konsumen), sehingga kita bisa menjanjikan bahwa ikan yang dikelola dengan baik yang akan kita ekspor, baik secara kesehatannya dan higienitasnya,&quot; kata Menteri Trenggono dalam keterangan tertulis, Kamis (9/11/2023).
Trenggono mengatakan Tiongkok merupakan pasar produk perikanan yang memiliki pertumbuhan sangat signifikan, yaitu 22% per tahun selama 5 tahun terakhir.

BACA JUGA:
Mengolah Limbah Daun Nanas Jadi Serat Kain, Raup Cuan hingga Tembus Ekspor 


Adapun berdasarkan data International Trade Statistic, pada tahun 2022 impor produk perikanan Tiongkok mencapai USD23,5 miliar atau 12% terhadap total impor dunia, dan menempatkan Negeri Tirai Bambu ini sebagai negara pengimpor produk perikanan global ke-2 setelah Amerika Serikat.
&quot;Peluang pasar tersebut telah dimanfaatkan oleh beberapa negara produsen perikanan global, termasuk Indonesia,&quot; terangnya.
Adapun komoditas impor utama Tiongkok adalah Udang sebesar USD6,29 miliar dengan persentase 26,8%, disusul Tepung Ikan USD2,99 miliar, Lobster USD1,64 miliar, Rajungan-Kepiting USD1,56 miliar, Salmon-Trout USD1,43 miliar, dan Cumi-Sotong-Gurita USD1,04 miliar. Negara pemasok utamanya meliputi Ekuador dengan kontribusi 15,4%, disusul Rusia dengan kontribusi 12,6%. Selanjutnya Vietnam dengan kontribusi 8,5%.
Kendati masih menempati urutan ke-8, Trenggono mengatakan dengan  nilai USD1,2 miliar dan berkontribusi 5,3%, nilai ekspor Indonesia  meningkat 28% dibanding tahun 2021.
&quot;Pertumbuhan ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan ekspor ke China,&quot; ungkapnya.
Senada, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan  (PDSPKP) Budi Sulistiyo menjabarkan selama periode Januari-September  tahun 2023, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok mencapai  USD790 juta.
Ekspor tersebut didominasi Rumput Laut sebesar USD259 Juta atau  32,8%, Cumi-Sotong-Gurita USD223 juta (28,2%), dan Udang sebesar USD84  juta (10,6%).
Berikutnya Kepiting USD39 juta, Layur-Gulama USD28 juta, Bawal USD10  juta, serta Tuna-Cakalang dan Ikan Hias masing-masing USD9 juta.
&quot;Komoditas ekspor Indonesia yang mengalami tren positif di pasar  China antara lain: Cumi-Sotong-Gurita, Udang, Layur-Gulama, Bawal,  Tuna-Cakalang, Ikan Hias, Ubur-Ubur, dan Bandeng,&quot; jelas Budi.
Rencananya, komoditas perikanan yang diekspor PT. Menara Bahari  Nusantara, pengguna jasa cold storage di Muara Baru  ini sebanyak 7.000  ton atau senilai Rp409,7 miliar. Adapun kegiatan ini menjadi pembuka  ekspor, lantaran perusahaan ini  telah melakukan kontrak dagang dengan  buyer China, Fujian Changshun Invesment Development Co., Ltd.
&quot;Alhamdulillah eksportir ini telah memenuhi persyaratan Sertifikat  Kelayakan Pengolahan (SKP) dan HACCP, serta telah memiliki Register  Number ekspor ke Tiongkok,&quot; terang Budi.
Melalui ekspor ini, Budi berharap penggunaan cold storage bisa lebih  dimaksimalkan, terutama dalam mendukung keberpihakan penangkapan ikan  terukur. Terlebih jelang peringatan Harkannas tahun ini, KKP  menggaungkan ikan berkelanjutan untuk generasi emas.
&quot;Ikan yang ditangkap kualitasnya akan terjaga dengan disimpan di cold  storage ini, dan juga akan memberikan jaminan ketersediaan pasokan  secara kontinyu ,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNC80LzE2OTYyNC81L3g4bmcwdzQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono melepas ekspor 9 kontainer berisi 243 ton produk perikanan senilai Rp18,7 miliar ke China.
Trenggono mengatakan ekspor perdana dari fasilitas Cold Storage Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Muara Baru ini sekaligus menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan program prioritas berbasis ekonomi biru, terlebih ikan yang diekspor ini berasal dari hasil tangkapan di Zona I dan Zona III kawasan Penangkapan Ikan Terukur (PIT).

BACA JUGA:
Ekspor Baja RI Capai Rp446 Triliun, Menko Airlangga: Tumbuh Signifikan


&quot;Penangkapan ikan terukur nanti akan masuk pada versi 1 versi 2 versi 3 dan seterusnya sesuai jamannya. Penangkapan itu diatur jenis ikan mana yang boleh ditangkap, lalu cara penangkapannya yang beradab (ramah lingkungan dan berkelanjutan), kemudian disampaikan kepada pelanggan (konsumen), sehingga kita bisa menjanjikan bahwa ikan yang dikelola dengan baik yang akan kita ekspor, baik secara kesehatannya dan higienitasnya,&quot; kata Menteri Trenggono dalam keterangan tertulis, Kamis (9/11/2023).
Trenggono mengatakan Tiongkok merupakan pasar produk perikanan yang memiliki pertumbuhan sangat signifikan, yaitu 22% per tahun selama 5 tahun terakhir.

BACA JUGA:
Mengolah Limbah Daun Nanas Jadi Serat Kain, Raup Cuan hingga Tembus Ekspor 


Adapun berdasarkan data International Trade Statistic, pada tahun 2022 impor produk perikanan Tiongkok mencapai USD23,5 miliar atau 12% terhadap total impor dunia, dan menempatkan Negeri Tirai Bambu ini sebagai negara pengimpor produk perikanan global ke-2 setelah Amerika Serikat.
&quot;Peluang pasar tersebut telah dimanfaatkan oleh beberapa negara produsen perikanan global, termasuk Indonesia,&quot; terangnya.
Adapun komoditas impor utama Tiongkok adalah Udang sebesar USD6,29 miliar dengan persentase 26,8%, disusul Tepung Ikan USD2,99 miliar, Lobster USD1,64 miliar, Rajungan-Kepiting USD1,56 miliar, Salmon-Trout USD1,43 miliar, dan Cumi-Sotong-Gurita USD1,04 miliar. Negara pemasok utamanya meliputi Ekuador dengan kontribusi 15,4%, disusul Rusia dengan kontribusi 12,6%. Selanjutnya Vietnam dengan kontribusi 8,5%.
Kendati masih menempati urutan ke-8, Trenggono mengatakan dengan  nilai USD1,2 miliar dan berkontribusi 5,3%, nilai ekspor Indonesia  meningkat 28% dibanding tahun 2021.
&quot;Pertumbuhan ini memberikan peluang bagi Indonesia untuk terus meningkatkan ekspor ke China,&quot; ungkapnya.
Senada, Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan  (PDSPKP) Budi Sulistiyo menjabarkan selama periode Januari-September  tahun 2023, nilai ekspor produk perikanan Indonesia ke Tiongkok mencapai  USD790 juta.
Ekspor tersebut didominasi Rumput Laut sebesar USD259 Juta atau  32,8%, Cumi-Sotong-Gurita USD223 juta (28,2%), dan Udang sebesar USD84  juta (10,6%).
Berikutnya Kepiting USD39 juta, Layur-Gulama USD28 juta, Bawal USD10  juta, serta Tuna-Cakalang dan Ikan Hias masing-masing USD9 juta.
&quot;Komoditas ekspor Indonesia yang mengalami tren positif di pasar  China antara lain: Cumi-Sotong-Gurita, Udang, Layur-Gulama, Bawal,  Tuna-Cakalang, Ikan Hias, Ubur-Ubur, dan Bandeng,&quot; jelas Budi.
Rencananya, komoditas perikanan yang diekspor PT. Menara Bahari  Nusantara, pengguna jasa cold storage di Muara Baru  ini sebanyak 7.000  ton atau senilai Rp409,7 miliar. Adapun kegiatan ini menjadi pembuka  ekspor, lantaran perusahaan ini  telah melakukan kontrak dagang dengan  buyer China, Fujian Changshun Invesment Development Co., Ltd.
&quot;Alhamdulillah eksportir ini telah memenuhi persyaratan Sertifikat  Kelayakan Pengolahan (SKP) dan HACCP, serta telah memiliki Register  Number ekspor ke Tiongkok,&quot; terang Budi.
Melalui ekspor ini, Budi berharap penggunaan cold storage bisa lebih  dimaksimalkan, terutama dalam mendukung keberpihakan penangkapan ikan  terukur. Terlebih jelang peringatan Harkannas tahun ini, KKP  menggaungkan ikan berkelanjutan untuk generasi emas.
&quot;Ikan yang ditangkap kualitasnya akan terjaga dengan disimpan di cold  storage ini, dan juga akan memberikan jaminan ketersediaan pasokan  secara kontinyu ,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
